Suamiku Bad Boy

Suamiku Bad Boy
Bab#51. Serangan Stroke.


__ADS_3

Alberto terkesiap ketika sang putra pada akhirnya menyadari keberadaannya di sana.


"Papa," panggil Choki.


Sontak Eliana dan Annisa pun menoleh kemana k


arah kedua mata Choki melihat.


Alberto langsung berbalik dan menuruni tangga dengan cepat.


"Pa, tunggu Pa!" panggil Choki lagi seraya bangkit berdiri dari duduknya di atas sajadah.


Akan tetapi Alberto seakan berpura-pura tuli, kakinya tetap melangkah menuruni anak tangga yang memutar itu.


"Pa, tolong berhenti sebentar!" pinta Choki ketika dirinya telah berada di belakang sosok yang tinggi tegap itu.


Mau tak mau Alberto pun menghentikan langkah kakinya.


Alberto mendengus, karena menduga jika anak putra akan kembali memberikan ceramah padanya.


"Maaf, kami pakai rumah Papa untuk beribadah," ucap Choki. Karena dirinya khawatir jika sikap sang papa ini lantaran pria itu tidak terima.


Alberto langsung menoleh dan menatap putranya itu heran.


Ia pikir, Zakaria. Biasa ia memanggil nama putranya begitu. Akan menasihatinya seperti beberapa waktu lalu.


Ia pikir Zakaria akan bertanya kenapa dirinya tak ikut solat.


"Itu bukan masalah selagi kalian tidak mencampuri urusanku," sahutnya.

__ADS_1


"Insyaallah tidak, Pa. Karena tugas Choki dan Annisa sebagai anak hanyalah menyampaikan bukan memaksa," ucap Choki lagi memberi penjelasan kepada Alberto. Karena Choki tak mau hubungan mereka menjadi renggang dan penuh salah paham hanya karena berbeda pandangan dan cara berpikir.


Choki yakin jika suatu saat nanti sang papa akan Allah giring kembali ke jalan-NYA.


"Baguslah!" ujar Alberto, kembali menuruni anak tangga hingga, pria itu tak dapat mengontrol kakinya yang tiba-tiba tak dapat ia kendalikan gerakannya.


"Aaa ...!"


"Papa!!" teriak Choki lantang ketika melihat sang papa terguling hingga ujung tangga.


Alberto terguling lumayan tinggi hingga kepala pria itu mengeluarkan darah.


Akan tetapi, Alberto justru memegangi kakinya yang tiba-tiba tak dapat ia gerakkan itu.


"Aarrgghh ...!" Sekali lagi Alberto terdengar berteriak.


Pria itu mengerang sebelum pada akhirnya tak sadarkan diri.


Teriakan Choki di tangga tentu mengundang tanya kedua wanita yang sejak tadi saling mengungkapkan kegelisahannya.


Hingga Eliana dan Annisa berlari mendekat serta langsung menuruni tangga dengan cepat.


"Ya Allah, Papa!!" teriak Eliana histeris. Wanita a itu kaget melihat keadaan suaminya yang sangat mengenaskan.


Choki segera mengangkat raga Alberto ketika sopir papanya itu telah menyiapkan mobil dan mereka pun langsung meluncur ke rumah sakit.


Perut lapar belum makan malam tak mereka hiraukan karena keadaan Alberto saat ini lebih penting. Bahkan seteguk air lun tak kan bisa masuk tertelan di saat yang seperti ini.


Annisa membawakan beberapa botol air mineral setelah ia kembali dari lantai bawah.

__ADS_1


"Minumlah, Ma. Bibir Mama sangat kering," kata Annisa seraya menyodorkan botol mineral yang telah ia buka tutupnya. Akan tetapi Eli malah menggeleng.


"Mama gak haus, An," ucapnya lemah.


Annisa tak ingin memaksa dan tau perasaan Eliana.


"Kalo gitu, kita ke musholla untuk sholat isya," ajak Annisa.


Kali ini Eliana tidak menolak. Memang nampaknya ia butuh memohon bantuan kepada Tuhannya akan keselamatan suami yang sangat ia cintai.


"Abang, Annisa sama Mama mau ijin ke mushola untuk solat," ucap Annisa pada Choki.


"Iya, kalian berdua duluan aja. Nanti kita gantian," jawab Choki yang terlihat sekali kekhawatiran itu tercetak jelas di wajahnya yang sendu.


Annisa tersenyum dan mengangguk seraya mengelus lembut lengan suaminya itu.


"Terima kasih sayang. Aku mengerti," ucap Choki yang tau apa maksud dan arti dari tatapan istrinya itu.


Di dalam ruang tindakan, Alberto sempat sadarkan diri dan melihat ke sekelilingnya.


"Dokter. Kenapa kaki saya ini tiba-tiba tidak dapat di gerakkan?" tanya Alberto panik.


"Wah bapak sudah sadar rupanya!" kaget sang perawat. Kemudian pria itu memencet tombol merah agar timnya segera datang.


"Maaf Pak, anda terkena gejala stroke ringan. Sebelah kaki anda untuk sementara ini memang kaku. Tetapi, setelah anda melakukan perawatan rutin dari rumah sakit ini semoga semuanya ini cepat normal kembali," jelas sang dokter.


"Stroke! Bagaimana saya bisa stroke!"


"Selama ini saya selalu menjalankan pola hidup sehat! Bagaimana saya bisa terserang penyakit!"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2