Suamiku Bad Boy

Suamiku Bad Boy
Bab#55. Perubahan Untuk Genk Speed.


__ADS_3

Keadaan Alberto semakin membaik. Bahkan hari ini Alberto sudah bisa menggenggam bola karet dengan benar. Dan, Annisa serta Choki datang agak sore untuk menjemput kepulangan pria itu.


Annisa yang tiba-tiba merasa sedikit pusing pada kepalanya pun mengabaikan rasa sakit itu. Ia tak mau mengacaukan kebahagiaan suami yang merasa senang karena papa sudah bilang pulang.


Dengan keadaan yang membaik pasca dua kali serangan stroke.


Alberto telah kembali kerumah. Dan demi meluapkan kebahagiaannya maka Eli memutuskan untuk memerintahkan seluruh pelayannya agar memasak makanan yang banyak untuk di bagikan ke kampung tempat dimana Annisa dan Choki mengontrak rumah.


Kebetulan, usaha dari Choki dan Annisa juga masih terus berjalan. Bahkan, karyawannya juga bertambah banyak. Setidaknya Annisa sudah memiliki orang kepercayaan untuk mengelola sementara usahanya itu.


Makanan yang di masak pun telah sampai ke lokasi. Di bagian ke seluruh penduduk kampung di sekitar kontrakan dan juga tempat usaha.


Choki sengaja menyisakan belasan kotak makanan untuk ia berikan pada anggota Genk motornya.


Choki pun memanggil Rudi untuk datang menemuinya di kontrakan lama.


"Gimana keadaan pak Alberto sekarang Bang?" tanya Rudi yang memang tau apa yang terjadi di keluarga sang ketua karena Choki memang menceritakan kepadanya.


"Alhamdulillah baik. Makanya hari ini berbagi makanan demi rasa syukur kita. Sebab keadaan papa sangat baik dan jauh dari pikiran buruk kami," jelas Choki alias bang Jack.


"Kak Annisa mana? Abang gak bawa istri?" cecar Rudi yang seketika mendapat tatapan penuh selidik dari Choki.


"Ngapain kamu nanyain istriku?" tegur Choki dengan raut wajah tak suka.


"A–itu, cuma nanya aja kok. Gak ada maksud apa-apa," jawab Rudi tergagap. Hatinya dag-dig-dug melihat aura sang ketua yang berubah menyeramkan seketika.


"Padahal cuma nanya aja, dan niatnya juga basa-basi," batin Rudi ketar-ketir.


"Gimana keadaan markas. Aku gak bisa lagi aktif di sana. Papa sekarang sudah tak lagi seperti dulu dan mau tak mau sekarang ini aku harus terjun ke dunia bisnis. Mengurus perusahaan papa," ucap Choki.


"Syukurlah, bang Jack udah mengalihkan pembicaraan. Itu artinya dia enggak marah," batin Rudi lagi.


"Keadaan markas itu ya hampa, Bang. Karena gak ada ketua dan anggota juga gak tau mau ngapain. Saya sengaja membatasi segala tingkah laku anak-anak. Kami udah gak begajulan kayak tempo hari," jelas Rudi.

__ADS_1


"Rud. Gimana kalo markas di jadikan pabrik basreng home made. Seluruh anggota bisa jadi karyawannya. Lagipula, sudah saatnya kalian memikirkan masa depan dan hidup yang berguna. Bukan sekedar nongkrong yang berakhir taruhan dan mabuk-mabukan," ucap Choki.


Rudi berpikir sejenak.


Kalau menurutnya memang apa yang menjadi saran bang Jack itu ada benarnya juga. Akan tetapi tak semua pikiran anak buah itu sama.


Kebanyakan mereka yang berasal dari keluarga broken home ingin melampiaskan emosi dengan berbuat obat demi mencari perhatian.


Rudi hanya sebatas mengingatkan karena perlahan ia pun sadar bahwa apa yang komunitas mereka lakukan tak ada manfaatnya sama sekali.


"Saya sih setuju aja dan ikut apa kata bang Jack. Jika itu memang terbaik untuk kita semua. Tetapi masalahnya anak-anak tidak semuanya akan setuju dan sejalan dengan kita. Bang Jack harus siap dengan kemungkinan terburuk yaitu, ditinggalkan anak buah. Abang pasti paham maksud saya," tutur Rudi.


Choki menepuk bahu kaki tangannya itu tegas. "Makasih, kamu udah pasang badan menggantikan posisiku sementara. Ke depannya aku sudah memikirkan nasib anak-anak semua. Aku ingin kalian memiliki masa depan yang baik dan terjamin. komunitas Speed udah kayak keluarga kedua buat aku. Jadi, apapun yang terjadi padaku dan juga hidupku sekarang, aku gakkan lupa apalagi ninggalin kalian begitu aja," tutur Choki dengan senyumnya pada Rudi.


"Saya percaya dan yakin. Abang itu ketua paling the best. Saya sangat bersyukur Abang ketemu sama Kak Annisa. Setidaknya perubahan itu juga menular pada kami meskipun baru sebagian," jelas Rudi.


"Dia memang bidadari yang Allah kirimkan untukku," ucap Choki dengan senyum lebar yang menghias wajah kebulean itu.


Dan hal itu berhasil membuatnya mendapatkan pukulan keras di bahu.


Bukk.


Ahh!


"Maaf Bang. Saya cuma bercanda!"


Choki pun akhirnya memutuskan untuk mampir sebentar ke markas setelah ia meminta ijin pada Annisa. Kemudian, Choki menyampaikan apa yang tadi dibicarakannya dengan Rudi.


Sebagian setuju dan sebagian lagi menolak.


"Yang benar aja Bang Jack. Selama kepergian Abang kita udah kenyang ya menelan ejekan dari Genk motor lain yang tadi pamornya ada di bawah kita. Masa sekarang, Abang ngajakin kita jadi tukang basreng? Gila aja!" protes salah satu anggota yang memang memiliki watak keras dan selalu melawan.


Panggilannya Gareng. Dia anak broken home, dan hanya menginjak bangku sekolah SMP saja.

__ADS_1


"Membentuk sebuah Genk motor itu bukan sebuah tindak kejahatan. Tetapi kita punya pilihan mau menjadi sebuah komunitas yang bermanfaat dan mendatangkan kebaikan bagi semuanya atau mendatangkan kesusahan untuk semuanya? Kita ini hanya Genk motor bukan gangster!" tegas Choki yang sudah berdiri dan menatap semua anggotanya dengan tatapan tetap teduh.


"Sekarang, saya tanya kepada kalian semua. Apa kalian malu jika komunitas kita ini menjadi sebuah kumpulan yang positif? Apa kalian gak mau menjadi kurang sukses yang gak perlu menjarah lagi hanya sekedar untuk makan enak?" tanya Choki tegas yang membuat semuanya terdiam dan berpikir.


"Ini semua adalah usaha istriku, dan dengan kerelaan hatinya ia akan menyerahkannya pada kalian. Karena, istriku memikirkan masa depan kalian. Istriku tidak ingin kalian menyia-nyiakan masa muda sehat dan lapang demi sesuatu yang tidak ada manfaatnya," jelas Choki lagi.


"Di sini, saya tidak ingin memaksa. Bagi yang setuju kalian boleh stay dan yang tidak setuju saya persilahkan untuk mencari tempat yang sesuai dengan ego kalian!" tegas Choki lagi.


Pemuda yang bernama gareng lah yang pertama kali berdiri dan menatap tajam ke arah Choki.


"Seharusnya, kalo emang abang mau hijrah gak usah bawa-bawa Genk speed. Abang aja yang keluar dan mengundurkan diri!"


Mendengar ucapannya yang kurang ajar, Rudi pun maju dan mencengkeram kerah baju Gareng.


"Lo mikir ya kalo ngomong! Bang Jack yang membentuk dan mendirikan Genk speed. Jadi elo kalo mau keluar pergi aja! Gak usah jadi provokator!" bentak Rudi seraya mendorong Gareng hingga pemuda itu terjengkang lalu berlari keluar.


Melajukan motornya dengan cepat ma


membawa amarah serta dendam di dalam dada.


"Bang Jack. Apa perlu kita kejar si Gareng?" tanya Rudi. Karena pemuda itu sempat menghancurkan fasilitas yang ada di markas.


"Biarkan saja. Semoga Allah membuka mata hatinya dan kembali lagi bergabung bersama kita," ucap Choki.


Tak lama kemudian terdengar suara bising dari mesin kendaraan yang menderu diluar markas.


"Jhoni Yes papa? Masih idup tuh orang?" heran Rudi yang menoleh dan mendapati raut wajah sang ketua biasa saja.


"Mana ketua kalian!" teriak anak buah Jhoni dari luar.


Bugh!!


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2