
Kontan sang anak buah mendapat pukulan keras pada pinggangnya dari Jhoni. Karena posisi pria itu berada di atas kursi roda.
"Jangan buat gue malu! Jaga lu punya bacoot!" bentak Jhoni yang tak suka dengan tindakan sang anak buah yang mendahului dirinya.
"Maaf, Bos," ucapnya takut.
Tak menyangka justru inisiatifnya memicu amarah dari sang ketua Genk.
Choki yang mendapati keributan di depan markasnya pun langsung keluar.
"Ah, maaf Jack. Ini ... anak buah gue kagak pernah di ajarin sopan santun sama orangtuanya," ucap Jhoni menerangkan apa yang terjadi sebelum Choki salah paham padanya.
"Its oke. Alhamdulillah, kau sudah sembuh Jhon," kata Choki menanggapi dengan ramah.
"Ah ya, gue dateng kesini juga sebenarnya mau bilang terimakasih sama lu, Jack. Berkat pertolongan lu, gue masih ngerasain kesempatan untuk bernapas lagi. Meskipun, masih harus menggunakan kursi roda," ungkap Jhoni.
"Nyatanya Allah yang memberi kesempatan serta kesembuhan. Saya ini, cuma perantara dan sebab. Bukankah kita ini sesama manusia, dan sesama muslim itu haruslah saling tolong menolong karena sesungguhnya kita bersaudara," jelas Choki.
Nampak beberapa anak buah Choki dan Jhoni terkaget mendengar penuturan dari masing-masing ketua Genk mereka.
Bagaimanapun mereka semua tau jika pada saat itu keadaan Jhoni pasca kecelakaan sangatlah hebat. Tak disangka jika pria sombong itu masih hidup dalam keadaan yang tidak terlalu buruk.
Begitupun, dengan ketua mereka yang diketahui adalah sosok yang di tantang Jhoni juga merupakan musuh bebuyutan Genk motor Speed selain Strom milik Bopeng.
Tetapi, tanpa di sangka ketua mereka yang dahulunya arogan dan dingin justru malah menolong dan mengorbankan darahnya untuk menyelamatkan musuh.
Kasak-kusuk pun mulai terdengar halus dan semakin jelas dari kubu kedua Genk.
"Maaf, Bos bilang apa tadi? Jack si kacang polong itu yang udah nyelametin nyawa Bos?" tanya anak buah yang tadi di pukul oleh Jhoni.
__ADS_1
Dari kubu Choki pun terdapat pertanyaan yang sama.
"Bang Jack udah gak waras apa dimana sih? Masa orang kayak Jhoni di tolongin. Di luar Nurul gak abis Fikri gue!" ujar pemuda itu sengaja kencang karena kesal.
"Bisa diem dulu gak lu!" semprot Rudi dengan di sertai tatapan tajamnya. "Dengerin apa alasan bang Jack!" tambah Rudi lagi mengarah pada semua anggota.
Mereka pun diam termasuk si anak buah nakal tadi.
"Sorry Jack. Gue Dateng kesini selain mau ngucapin terima kasih juga mau minta maaf soal kejadian tempo hari. Juga tentang apa yang jadi taruhan kita, gue mau bayar sesuai ketentuan," jelas Jhoni.
Choki mengangguk dan tersenyum namun bukan karena senang menerima hadiah taruhan dari Jhoni. Tetapi karena pria yang berada di atas kursi roda ini telah mengerti arti dari kemenangan yang sebenarnya.
Menang ketika kita justru mampu dan berani mengakui kekalahan itu sendiri.
"Saya terima niat baikmu, Jhon. Tetapi, saya tidak akan menerima hadiah taruhan kita, karena memang saya tempo hari melakukan itu bukan karena motor sport. Tetapi, hanya demi menjaga kehormatan dan juga eksistensi daripada Genk motor Speed," ucap Choki.
"Beneran lu kagak mau terima, Jack? Motor gue hampir setengah M. Lu bisa jual kalo kagak minat sama modelnya atau lu modifikasi. Gue ikhlas karena emang gue kalah," tanya Jhoni memastikan.
"Satu hal yang terpenting saat ini adalah antara Genk kita takkan ada lagi permusuhan maupun saling menjatuhkan satu sama lain. Damai itu indah dan menenangkan," terang Choki.
Semua lantas terdiam menelaah setiap kata yang meluncur dari bibir ketua Genk mereka.
"Oke. Kita damai," ucap Jhoni seraya mengulurkan tangannya.
Choki tentu saja menyambut niat baik itu dengan antusias. Bahkan, Choki memberikan rangkulan pada Jhoni hingga pria itu menangis terisak.
"Allah maha baik. Maha pengasih dan penyayang. Allah telah memberikan kesempatan kedua padamu maka gunakan waktu dan kesempatan ini dengan baik," bisik Choki di tengah rangkulannya.
"Ajarin gue Jack," pinta Jhoni penuh harap.
__ADS_1
"Insyaallah," jawab Choki, dan keduanya pun saling berjabat tangan ala anak motor.
"Genks! Lu semua dengerin gue! Mulai saat ini Genk motor Speed adalah kawan kita dan juga saudara kita. Jadi, setiap masalah mereka otomatis menjadi masalah kita juga. Ada paham semua?" seru Jhoni yang lantas diangguki oleh para anak buahnya.
"Guys! Udah denger semua kan. Kalo Genk motor Speed dan Kanlpodz mulai malam ini bersaudara!" seru Choki alias bang Jack.
"Siap!!" jawab mereka semua serentak.
Mereka semua pun bersalaman dan ngopi bareng sebagai tanda persaudaraan yang mulai terjalin malam itu.
Tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak.
Hati yang pada awalnya saling membenci pun bisa menjadi saling mencintai.
Karena sesungguhnya DIA-lah pemilik hati setiap hambanya.
"Rud. Abang balik dulu. Aku gak bisa lama ninggalin Annisa," ucap Choki berpamitan.
"Sorry semua! Saya harus balik duluan! Jangan lupa solat subuh nanti!" ujar Choki dengan kedua telapak tangannya yang dikatupkan.
___________
"Gue gak akan diem aja ngeliat lu bahagia Jack!" Seorang pria dengan tato di lengannya nampak mencengkeram kencang sebuah kaleng bir sampai penyok.
Berada di belakang pohon besar yang tidak tersorot lampu bangunan nyatanya membuat keberadaan pria itu tak si sadari oleh siapapun.
"Lu liat aja nanti Jack. Percobaan kedua gue bakalan pindah sasaran. Kayaknya, asik juga kalo gue bikin lu nangis darah ketika bini lu gue ancurin!" seru pria itu dengan tatapan mata yang berkilat serta bibir yang menyeringai buas.
...Bersambung ...
__ADS_1