
Wah wah wah." perempuan keluar dari bayangan pohon mengagetkan miyu dan kaze mereka menoleh, wajah kakek itu menjadi pucat penuh dengan kemarahan
"Lina! " kakek menyebut dengan penuh kebencian.
Miyu menatap lina itu "bukankah kau ibu suji dan haiyu "miyu menunjuk lina.
"wah tamu suji rupa nya disini "
"Apa yang kau lakukan disini"tanya keze
Lekukan bibir lina terbentuk dengan eksperesi licik dan menatap kakek tua itu"melarikan ke gunung tetapi tidak mati pasti kerena perempuan itu " lina menatap perempuan yang pingsan di buat oleh miyu.
Keren dan kaze masih keheranan mereka saling menatap berharap mendapatkan jawaban ."apa yang sudah kau lakukan pada anak ku " kakek tua marah ingin menghajar lina tetapi dengan kondisi nya dia lebih memilih tidak menyerang.
"o, kau masik ingat dengan anak mu." lina tersenyum licik memandang kakek tua dengan jijik dia mengangkat tanganya seperti memberi tanda .
Keren, suji, haiyu jatuh dari ketinggan di dalam jaring dengan wajah pucat serta terluka di mna mna lina tersenyum puas melihat kemarahan kakek tua serta miyu dan kaze.
Dengan perasaan campur aduk marah dengan kesal melihat tingkah lina kakek itu berlari mengejar lina dengan kekuatan yang tersisa dia mengerahkan segala nya tanpa memperdulikan kondisi nya gerakan yang halus siapa saja dapat tergoda berubah menjadi gerakan berutal kakek itu marah seperti di rasuki oleh iblis dia terus menyerang lina.
Dengan senyum licik nya dia dapat menghindari serangan kakek itu dengan tenang pohon pohon tubangan patah dengan amukan kakek itu walaupun di sela sela amukan nya memuntahkan darah .
__ADS_1
Miyu dan kaze berpikir jika kondisi kakek itu tidak baik walaupun kakek itu adalah musuh pasti ada alasan tertentu knapa dia mengamuk dengan lisa terlebih lagi dengan teman teman nya.
Kaze berlari menahan setiap gerakan kakek itu dengan sekuat tenaga ia menarik nya ketempat awalnya begitu juga dengan miyu yang mengangkat temannya dalam jaring.
Miyu memukul leher kakek itu sehingga ia pingsan kaze meletakan nya lalu melepaskan jaring menyayat nya dengan pedang kecilnya miyu berusaha membangunkan mereka sehingga mereka bangun dengan kekuatan yang sudah habis tidak bertenaga serta luka yang menyiari badan nya .
Suji bangun lebih awal dengan kesakitan walaupun begitu dia tetap menahan nya dia melihat sekeliling dan berhenti ketika melihat ibunya wajah nya menjadi pucat trauma akan kelakuan ibuk nya suji menangis sepeti mengutuk dirinya.
Miyu memegang kepala suji lalu mengangkatnya ke atas agar dia dapat melihat wajah miyu "kuatlah aku pasti akan membebaskan mu " suji memandang miyu dengan samar samar terhalangi oleh air mata dan wajah yang penuh luka.
Mata nya terbuka lebar ketika melihat kakek tua pingsan di belakang miyu dan kaze yang mengobatinya suji melepaskan tangan miyu merangkak menyusul kakek itu dia memutar kepalanya agar terlihat dengan jelas, dengan sontak suji menutup mulutnya dengan airmata yang mengalir deras mengeluarkan sepatah kata membuat siapa saja terkejut " ayah "
Haiyu bangun melihat sekeliling karena mendengar kata ayah dia melihat suji memeluk ayah nya tidak butuh lama air mata haiyu juga menetes walaupun dia tidak melihat wajah ayahnya tapi dia tau karena suji memeluk nya.
"sudah selesai dengan sambutan nya "lisa ibu haiyu dan suji menghampiri mereka dengan berjalan pelan dan membawa sebuah pedang panjang menyeretnya di tanah sesekali mengibaskan nya membuat pohon jatuh dengan potongan halus.
Miyu bersiap dan memberi tanda kepada kaze agar membawa mereka semua jauh dari lokasi ini kaze enggan menjawab tidak mungkin ia meninggalkan anak kecil melawan orang hebat sendiri tetapi dengan senyuman tulus miyu akhirnya kaze percaya membawa mereka ketempat aman.
Miyu mengeluarkan pedang kecilnya bersiap lisa yang berjalan dengan santai mempercepat langkahnya melesat menuju miyu. titik awal pijakan nya menciptakan suara yang keras dan serta daun daun berterbangan sekilas angin terlihat .
Miyu menelan ludah nya bersiap dengan jantung yang berdegup dan keringat memebanjiri wajah nya.
__ADS_1
TIiiiiiiiing...... Miyu berhasil menangkis nya walaupun tanganya terluka kesakitan menahan dentuman kerasnya ayunan pedang lisa angin ayunan pedang lisa mengenai miyu membelah bajunya dari bahu miring ke bawah darah keluar dari tubuh miyu.
Walupun luka sayatan yang kecil tetapi berdampak kepada miyu ,miyu memutar badan nya berharap dapat menusuk nya dari samping tapi gagal ketika lisa menyadari nya dan menendengnya membuat miyu terpental membentur pohon darah merah keluar dari mulut miyu menahan sakit putus asa menyesal meremehkan dunia ini.
Lisa berlari dengan kencang menghampiri miyu mengayunkan pedang nya ke arah wajah miyu hingga bekas sayatan miring dari kening ke bawah miyu kesakitan mengutuki dirinya menyesal menerima tawaran kakek itu.
Kaze yang melihat miyu kesakitan tidak tahan dia bimbang menjaga mereka atau membantu miyu sekali dia salah jalan maka berakibat fatal dia ketika kakek memegang kakek nya tersenyum percaya diri" pergilah " walaupum tidak keluar dari mulut kakek itu tapi kaze mengerti melalui senyum kakek itu.
Dia memegang pedang besarnya menarik napas sekali melihat sekeliling ingin melancarlan jurus rahasia nya "gasing maut " kaze tersenyum rencanya sepertinya sudah matang dengan percaya diri dia menghampir perempuan iblis itu.
Lisa berniat menebas leher miyu tetapi miyu tersenyum kening lisa berkerut knapa dia memasang wajah senyum lisa menjadi bimbang "jangan jangan " lisa membalikan badan melihat kaze sudah memutar badan dan pedang nya berebentuk gasing dengan kecepatan penuh kaze mengeluarkan segalanya dia mentaruhkan nyawanya pada putaran ini.
Syurr....... Kaze melesat. Sekk...
Penuh percaya diri kaze berpikir dia berhasil ketika melihat lisa berdiam diri.
He.. Senyuman lisa membuat kaze heran
Tiba tiba pedang kaze patah luka sayatan besar di dadanya yang tidak di sadarinya membuat dia berlutut meringis kesakitan
Perempuan itu memutar badan nya menghadap kaze wajah kaze manjadi pucat ketika melihat perempuan itu bagai mna tidak kaze yang sekuat tenaga melancarkan jurus hanya membuat dirinya sendiri terluka tetapi dia sedikit tersenyum ketika mendapati kepala lisa terluka membanjiri matanya sehingga penglihatan nya menjadi merah "setidak nya aku melukaimu " kaze jatuh tidak dapat menahan sakit luar biasa di dadanya sayatan itu seperti akan memakan nyawa kaze, kaze mengerang kesakitan memuntahkan darah .
__ADS_1
Lisa berjalan dengan santai mengelap pedang yang di lumuru oleh darah sesekali dia menjilatnya
aku jatuh ni gak semangat lagi mungkin cerita aku kurang menarik ya