Sudah Berhenti

Sudah Berhenti
kejadian aneh


__ADS_3

Pagi pagi cerah burung burung berkicoan senang matahari bersinar membuat tumbuham hidup seperti menari nari sinar nya menembus jendela kaca dan terpantul ke wajah miyu, miyu bangun mengucek matanya bangun beranjak dari tepat tidur ia merenggang kan tubuh ia terkejut ketika melihat lantai kamar nya hancur belobang seperti jejak kaki berjejer keluar sampai pintu kamar.


Ia mengikuti jejak itu sampai keluar kamar batapa ia terkejut nya melihat lantai, dinding, barang hancur berantakan ia melihat sekeliling dan menemukan kakek taro dan yang lain nya memeberesi nya ia menghampiri kakek taro.


"kakek ini semua knapa " tanya miyu


Kakek itu sedikit terkejut tersadar dari lamunan nya "e aku tidak tau mungkin pencuri atau gempa bumi " kakek itu meletakan serpihan serpihan piring kaca.


Miyu menatap lama kakek taro sebelum pergi menghampiri kaze yang sedang memperbaiki dinding kayu"kaze ada apa sebenarnya " miyu melihat sekeliling


Kaze menatap miyu lalu beralih ke dinding kayu " tidak apa apa ketua " kaze memukul paku dengan palu miyu mulai kebingungan.


Kakek taro melihat miyu kebingungan dia menghembuskan napas lalu memanggil suji "suji " kakek taro melambaikan tangan nya.


Suji mengerti lalu pergi menghampiri ayahnya "ada apa yah " suji berdiri di depan nya kakek taro "pergilah temani miyu ke luar mungkin ia sekarang lagi kebingungan" kake taro menatap miyu.


"baiklah "suji pergi menghampiri miyu"miyu "suji melambaikan tangan nya dan membawa miyu ke luar rumah .


"ada apa " miyu melihat suji ke bingungan


"gadak aku hanya membawa mu keluar di dalam bosan " suji tertawa pelan


Miyu menatap nya dan berpikir " seperti nya sifat mereka semua menjadi aneh ya "


Keren jalan keluar dan berhenti ketika melihat miyu dan suji.


" boleh gabung " keren berlari pelan mendekat


" o leren tentu saja "suji tersenyum


Kere duduk dan melihat mereka berdua "apa yang kalian bicarakan " .


"tidak ada " miyu menjawab dengan datar


"ngomong ngomong knapa rumah nya seperti itu " miyu melihst ke samping .

__ADS_1


"ku rasa itu gempa bumi maklum aja inikan rumah tua " suji tertawa pelan


Miyu memegang dagunya lalu mengalihlan pandangan mata nya ke bawah " jika gempa tidak mungkin ada bolong seperti tapak kakik " miyu hanyut dalam pikiranya sampai keren dan suji beberapa kali memanggil nya.


"emang apa yang terjadi semalam"miyu kembali menatap mereka .


" semalam?, semalam kamu tidur seharian lalu. .....


"Tidur seharian "miyu terkejut membuat dia berdiri dari tempat duduk nya.


"tentu saja kau tidur seharian ketika pagi kami menemukan mu di ruangan buku sambil membaca buku, sengaja kami biarkan karna kami pikir kau kelelahan tapi hari semakin siang jadi kami kawatir dan membawamu ke kamar entah knapa kau berat sekali " jelas suji ,


Miyu menepuk pipinua uang tembem" knapa bisa begini " miyu mengingat ngingat diri nya yang semalam tapi ia hanya mengingat kalo dia hanya ada di ruangan buku.


Miyu menatap kedepan jalan menuju desa "ke desa yuk aku ingin membeli senjata "


"senjata apa kau ingat miyu ketika kita pertama kali ke sini knapa kita bisa menginap ke rumah suji ya karena kita tak punya uang " keren mejelaskan agar miyu tersadar dari kelupaan nya.


"benar juga " miyu kembali memegang dagunya melihat ke samping jalan masuk ke dalam rumah "kakek " miyu terpikirkan hal yang bagus ia berlari meninggal kan mereka berdua menuju dalam rumah menemui kakek taro.


Miyu memgang tangan kakek taro yang lagi subuk membersihkan debu debu "kek bagi uang aku ingin belik senjata " miyu merengek entak knapa kali ini sikap nya seperti anak anak mungkin insting anak anak masih belum hilang darinya.


"miyu kemarilah " jen memanggil miyu


"ambillah " jen memberi uang sedikit "mudah mudahan cukup membeli senjata "jen tersenyum miyu langsung melompat lompat senang gembira.


Kakek taro menatap jen tidak senang jika sembarangan memberi uang " tidak apa apa dia hanya anak anak " jen menatap kakek taro tersenyum sedikit karena istrinya membela miyu maka kakek taro hanya menghembuskan napas.


"aku ingin belik senjata dulu " miyu berlari keluar.


"tunggu ketua "kaze meletakan palu dan paku nya lalu beranjak "aku ikut " mereka berdua langsung pergi.


Kakek taro yang melihat kaze matanya terbuka lebar ingin keluar karena kaze menyerahkan pekerjaan kepada kakek taro.


Mereka semua pergi keren kaze dan miyu serta yuni yang mengikuti dari belakang suji sengaja tinggal karena ingin memebantu ayah nya.

__ADS_1


Mereka turun dari bukit melewti pohn pohon yang rindang di embus oleh angin menambah kesejukan hingga mereka tiba di desa yang sibuk oleh penjual dan pembeli mereka berjalan melewati beberapa penjual yang menawarkan daganganya


Dan menemukan sebuah toko senjata .


Miyu dan mereka masuk lalu di sambut oleh seorang penjual "ada yang perlu kami bantu nak ."


"kami ingin melihat lihat dulu tolong temani kami " miyu berjalan memilih berbagai senjata sampai matanya terbuka lebar mulut ternganga dia mengambil uang nya lalu menghitung nya "uang ku tidak cukup bagai mna ini " miyu mulai berkeringat dan dikejutkan oleh penjual dengan menghadap kan pedang panjang ke wajah nya " ini nak yang berkualitas kuat dan tajam lihatlah " penjaga itu itu memutar mutar pedang nya mau tidak mau miyu harus meneriman nya.


Jika ia tidak menerimanya dan memberitahuu kalo uang nya tidak ada maka ia akan malu maka pilihan tepat adalah menerimanya. " baiklah "miyu mengambil pedang itu ketika sentuhan tangan nya tepat di pedang itu tiba tiba pedang nya hancur menyisakan kepingan kecil yang berhambur ke lantai.


Mata penjual molotot tidak percaya pedang termahal nya hancur sedang kan miyu terkejut batin karena menghancurkan pedang yang termahal begitu juga dengan kaze ,keren dan yuni


"kau telah menghancurkan pedang mahal ku " padangan penjual menjadi marah menuntut agar miyu ganti rugi


Miyu memutar otak nya menatap penjual itu lalu kembali menatap pedang yang hancur .


"knapa kami harus ganti rugi belum apa apa pedang mu sudah hancur apa lagi kami pakai ketika bertarung kami bisa saja kehilangan nyawa " entah dari mana jawaban nya yang terpenting itu membuat penjaga terdiam.


Tidak mau kalah penjual memanggil pengawal tokonya "siap tuan " 3 pengawal berbadan besar datang membungkukan badan.


"hajar mereka agar meraka ganti rugi " kata kata penjual membuat penjaga mengeluarkan pedang nya.


Mengarahkan nya ke depan miyu agar tidak terjadi keributan miyu ingin berbicara saja dia menepis ujung pedang dengan pelan tetapi itu membuat semua orang terkejut karena pedang pengawal tadi hancur seperti pedang yang mahal itu


Dan menyisakan gagang nya pengawal terkejut dan memundurkan langkah kaki nya.


Terkejut kaze ,keren dan yuni tidak percaya berpikir miyu belajar jurus baru lagi tapi beda dengan pikiran kaze , keren dan yuni


Miyu terkejut karena tak percaya.


Miyu ingin berbicara baik baik karna hari ini badan nya cukup pegal dia memegang perut pengawal agar pengawal mundur tetapi pengawal itu tidak mundur melainkan jatuh bertekuk lutut memuntahkan darah segar.


Mata mereka semua terbuka lebar semua terkejut penjaga toko keringat dingin "pergi kalian "penjaga itu mengibaskan tangan dengan gematar.


Seharus nya masalah sudah selesai entah knapa miyu marah menampar penjaga semua terkejut tamparan nya membuat tengkorak wajah nya bersuara darah keluar dari hidung dan mulut nya begitu juga dari kuping nya.

__ADS_1


kk like dan coment nya tolong itu sangat penting agar menambah semangat ku


terimakasi semoga sehat selalu haha


__ADS_2