
Ketika matahari ingin terbenam Jack terbangun dari lamunannya
"Gawat ,udah sore,sebaiknya aku pulang"Jack bediri lalu pergi meninggal kan sekolah
Di jalan Jack menemukan beberapa preman sedang berbicara kepada seorang kakek.
"Kakek ..berikan kami uangmu!"laki laki besar berbicara kepada kakek itu
"Aku tidak memiliki uang "jelas kakek itu
"Kurang ajar ,kau pikir kami siapa" salah satu pereman ingin meninju kakek itu.
Bumm...
"Tidak kah kau bisa meninju lebih keras"
Tiba tiba Jack berada di depan pereman itu ,lalu menangkap kepalan yang di tujukan kepada kakek tua itu.
Tanpa segan segan Jack .
meremukan kepalannya hingga tulang jari nya keluar ,menebus daging dan kulitnya.
"Krakk...
"uwaaaa
Lalu Jack ..memutar tangan preman itu 360 derajat sehingga tangan pereman itu patah.
jack menendang pereman berbadan besar itu dan jatuh ,menabrak temannya yang menyaksikan kejadian itu.
Teman teman pemimpin preman itu mengangkat pemimpinnya lalu pergi melarikan diri
"Pergilah ,jika aku melihat mu lagi aku akan membunuh mu ." teriak Jack kepada pereman itu
" Anu...., terimakasi nak,kukira aku akan mati"kakek tua membuka pembicaraan
"haha ,tidak apa apa kek dan juga knapa kau sendiri pada malam dan tempat sepi ini"tanya Jack kapada kakek tua itu
"Hmmm..,sebenarnnya aku kesini ingin meminta bantuan mu ,tapi aku malah bertemu dengan preman itu ,
untung kau menyelamatkanku ."jelas kakek itu
"Bantuan ?,bantuan apa ?"
Jack mulai kebingungan dengan cerita kakek itu
"Nak..,kau kuat bantu lah kami ,tolong kami."kakek itu memukul pundak Jack dengan mata penuh harapan agar dirinya di bantu oleh Jack.
"aku ingin membantumu tapi aku tidak tau harus ngapain."Jack menggaruk kepalannya yang tidak gatal.
Kakek itu memberikan sepotongan kertas yang bertulisan asing"Tanda tanganilah!,dengan darahmu"perintah kakek itu
"Ee .. Ini untuk apa bukankah aku harus membantu misal sepeti membunuh penjahat atau apa, asal bukan benda aneh ini,terlebih lagi dengan darah."sekali lagi Jack kebingungan dengan wajah sedikit pucat
"Nak,keselamatan umat manusia ada di tangan mu"sorotan mata kakek itu mulai serius ,melihat mata kakek itu Jack mengambil kertasnya dan menanda tangani kertas itu, memakai darahnya yang berasal dari jempol yang digigit oleh nya
Seketika angin besar tiba tiba datang ke arah Jack ,dia menghindar tetapi ada sesuatu yang menganjal ,yaitu angin nya berhenti tepat di tengah tempat kakek itu .
Jack ingin menyelamatkan kakek itu tetapi angin nya sudah berhenti lebih anehnya lagi kakek itu tidak ada di sana .
Jack benar benar kebingungan
"Bagai mna bisa ,dimna kakek itu?"
__ADS_1
Jack mulai mencari kakek itu setengah menit ia mencari tapi tidak menemukan nya ,Jack menyerah lalu pulang kerumahnya sesampai di rumah ia membuka pintu lalu masuk dan melepaskan sepatunya ,Jack langsung pergi ke kamarnya .
"knapa dengan kakek itu?batin jack dan langsung tidur terlelap
.jack bangun "Aaa.. udah pa.." Jack tiba tiba berhenti berbicara sekitika tampang nya pucat .
"di mna aku ini,knapa aku bisa ada di hutan ,dan lagi knapa anggota tubuhku sangat kecil"jack kebingunan
Lalu dia berdiri dan berjalan jalan .
Jack sampai di sungai yang airnya jernih tidak terlalu deras .dia duduk lalu merapatkan tangannya bersiap menampung air untuk di minum tapi niatnya berhenti ketika melihat wajahnya dengan rambut kuning yang panjang,mata biru dapat di katakan dia golongan imut dan cantik terlebih lagi dengan badan yang pendek
Tapi jika biasanya dada perempuan besar berbeda dangan Jack yang kecil
Mungkin jika orang melihatnnya mereka akan mengira Jack adalah seorang anak perempuan imut cantik manis seperti garam eh salah gula maksudnya hehe.
Belum sempat Jack menjawab pertanyaanya yang menimpa dirinya ,segerombolan kuda berlari dan berhenti ketika melihat Jack.
"Siapa kau "seorang berbadan sedikit kecil bertanya kepada Jack
Mendengar pertanyaan orang itu Jack membalikan badan "ada apa!"
Jack sedikit teriak
Sekita orang orang yang menungangi kuda terdiam .
Jack mengira ,mereka takut kepada nya karena teriakannya tapi dia salah orang orang yang tadi nya terdiam tiba tiba memiliki mata yang berbinar dan pipi yang merah
"waaa.. Imutnya!"semua serentak mengagumi Jack karena Keimutan nya
Seorang pria berbadan besar maju dari barisan belakang ke barisan depan tepat di hadapan Jack
"Siapa namamu "pria itu bertanya kepada Jack
"Jika aku memakai nama lama ku mungkin mereka bingung karen itu nama laki laki bagaimna ini?,aaa.
Aku punya ide "batin Jack
"MIYU"
" Oo,Miyu ya ,jadi knapa kau bisa ada di sini " pria itu bertanya lagi sehingga iku kebingungan jawab apa.
"sebenarnnya aku tersesat"
Miku sedikit terkejut dengan jawabnya sendiri.
"Naiklah lah"pria itu menepuk suatu tempat di depannya
"ee ," miku sedikit terkejut
Mana mungkin kami meninggal kan anak kecil sendiri di sini ,tenanglah kami akan membawa mu ke academi ."
Miyu menganguk tertanda mengerti dan dia ingin menaiki kuda itu tapi dia tidak sampai
"Haha aku lupa badanmu kecil rupanya "pria itu turun dan mengangkat Miyu ke kuda nya wajah Miyu merah seketika karena malu di angkat kan ke kuda melihat wajah miyu pria itu tersenyum ,lalu pria itu naik dan pergi.
Di perjalanan pria besar itu mengenal kan diri "nama ku 'bath' ,panggil aja paman bath"
"salam kenal paman bath" miyu sedikit tertawa dan membuat anggota prajurit itu tersenyum berbunga bunga.
"oh iya, orang tua miyu di mna "
Tanya paman bath.
__ADS_1
Miyu terdiam akan pertanyaan paman bath "bagai mna ini?,apa yang harus kulakukan "batin Miyu
"hmm..sebenarnya aku tidak memiliki orang tua ,orang tua ku sudah mati "
Miyu menjelaskan dan agak sedikit ragu karena takut paman bath tidak percaya.
"oooo ,mati kenapa"tanya paman bath
"Bahayaa.. Bagai mna ini pria tua ini banyak pertanyaan membuat aku kebingungan "
"di bunuh "jawab miyu dengan datar agar paman bath tidak meneruskan pertannyaannya.
Mendengar jawaban Miyu yang datar paman bath tidak melanjutkan pertannyaanya
Setengah jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di acedemi "
" di sini lah tempatnnya "paman bath menunjukan acedemi yang besar , luas dan indah paman bath melihat tatapan Miyu yang tidak lepas dari ke keindahan tempat itu
"Kau akan terkejut sesampai di dalam "ucap paman Bath
Mereka sampai di gerbang yang di jaga oleh dua prajurit berbadan kekar dan ditutupi oleh zirah besi ,di tangan mereka terdapat tombak setinggi diri mereka
Ketika prajurit itu melihat paman bath mendekat ,dengan cepat penjaga itu berlutut
"Jendral ,selamat datang "ucap salah satu prajurit itu
Lalu penjaga itu berdiri dan mendongkak kan kepalanya ke atas " Jendral bath datang,buka pintunya !"perintah penjaga itu terhadap penjaga lain nya yang bertugas membuka pintu
Mendengar perintah ,prajurit itu membuka pintunya lalu mereka masuk
Setelah sampai di dalam Miyu turun dengan pandangan yang tak pernah lepas dari keindahan yang ada di acedemi itu .
Tanpa menunggu aba aba Miyu langsung berlari bermaksud ingin berkeliling acedemi itu
"Oaman aku ingin berkeliling ,bolehkah? " tanya Miyu
"Hahaha... Baiklah pergilah jangan sungkan "jawab paman bath
Paman bath memperbolehkan nya kerena dia tidak melihat ancaman dari miyu terlebih lagi dia anak anak yamg imutt...
"Woww ,ini mengagumkan" ,bagai mna bisa di belakang bangunan ini ada bukit dengan air terjun"Miyu terpana melihat keindahan acedemi ini.
Langkah kaki Miyu berhenti ketika melihat kakek tua berambut dan berjenggot putih serta kumis putih sedikit panjang berdiri di depan nya mungkin Miyu tidak menyadari nya kerena terlalu fokus akan keindahan acedemi ini
"Nak ,bukankah kau seharus nya mengikuti pelajaran."
Kake tua itu bertanya kepada Miyu
"Maaf kek aku bukan murid sini."miyu ingin menjelaskan
"Jadi knapa kau bisa masuk ke sini"
Tanya kakek itu
"Tadi aku tersesat ,untungnya aku bertemu dengan paman bath dan membawa ku ke sini karena keindahan
Tempat ini aku meminta izin kepada paman Bath agar aku bisa berkeliling "
"Miyu ya, ikut aku kita minum kopi"
Kakek itu berbalik badan dan pergi berharap agar dirinya di ikuti oleh Miyu
"A,baiklah" Miyu berlari pelan ke arah kakek itu lalu memegang tangan kakek tua itu
__ADS_1
Dalam batin Miyu "Knpa aku ini seperti anak anak terlebih lagi aku langsung memegang tangannya mungkin insting anak anak ini tertanam di dalam diriku