
.
Aku segera menyiapkan dua teh ,teh satu nya bercun dan satunya lagi tidak aku meletakan di meja menunggu dia pulang
cukup lama aku menunggu teh yang panas menjadi hangat akhirnya dia pulang langsung terduduk di depan ku ,pikiran ku kembali ke tempat itu aku menjadi jijik dan sedikit takut antara ragu berhasil atau tidak.
Dia mengambil teh secangkir lalu berniat meminumnya dia mengendus dua kali yang tak terdengar tetapi melihat gerakan nya aku berpikir dia hanya menghembus teh nya,dia meletakan nya kembali ke meja dan menyuruh aku ke dapur mengambil gula aku langsung pergi di situ masalah nya aku tidak sadar dia menukar minuman ku dia seperti nya sudah tau melalui endusan nya mau bagai mna lagi nama nya bina*ang ya pastilah tajam penciuman nya.
Aku meminumnya seketika kepala ku pusing aku sadar telah di buali terlebih lagi dengan senyuman licik nya
Dia berkata kepadaku dia bilang "aku melihat mu di tempat para pela*ur mengikutiku kan terlebih lagi aku tau kalo kau mengintip karna aku lapar mau bagaimna lagi. " aku di situ ke takutan wajahku sepertinya pucat .
Tenang aja jika kau mati aku tidak akan membunuh anak mu tapi sebagai bayaran perawatan asuhnya aku akan menjual anak perempuan mu sebagai pel*cur dan anak laki laki mu aku akan jual organ nya "dia dengan gila mengatakan nya ketakutan menjadi kemarahan karena mendengar kalo anak ku akan baik baik saja sampai 10tahun ke depan walaupun menderita aku pasti menolong nya.
Dengan sekuat tenaga semampuku aku melakukan gerakan bela diri ku menghantam nya yang tidak sadar dengan serangan ku sehingga ia terpenqtal aku segera pergi ke gunung cukup aneh dia tidak mengejar aku mungkin dia berpikir aku akan mati di gunung aku berjalan sebentar memaling kan wajah ku aku melihat jendala masih terbuka melihat suji menatap ku dengan keheranan dengan wajah sedih aku meninggalkan nya.
Aku hampir mati perjalan cukup jauh serta racun yyang menyebar di tubuh ku aku berpikir akan mati aku jatuh terlungkup tiba tiba serigala datang tepat di depan ku di tunggangi oleh wanita ini" menunjuk jen.
Dia menyelamatkan ku lalu menyembuhkan kan ku walaupun belum sepenuhnya sembuh dapat di lihat dari kondisi aku waktu bertempur tadi
Hari demi hari karena kondisi , aku berminat menguasai serigala putih jika saty tidak bisa melawan nya bagaimna jika banyak.
Untungnya aku membawa isi dari pelajaran ku di ruangan buku " taro menunjuk ruang bukunya.
Miu tersonrak "o jadi itu yang aku temukan di ruangan buku dengan tulisan tulisan apa kah itu semua kau yang tulis "
__ADS_1
Kakek taro mengangukan kepala "kau melihat nya ya"
"tentu saja dengan tulisan-menyelamatkan anak anakku
-menguasai serigala putih
- membuh istri ku -
"Apa coba bilang sekali lagi "taro sedikit terkejut mendengar kata kata miyu yang tarakhir "
"ya membunuh istri ku dengan darah " miyu dengan polosnya menjawab.
"aku tidak menulis nya jangan jangan " kakek taro melihat suji ia menunduk "benar aku menulis nya saat itu dia memukul ku sampai terluka lalu mengurungku di ruangan baca di situ aku menulis nya memakai darahku."
"miyu memeluk ayah nya "aku rindu ayah " ia menitikan air matanya, air mata ke bahagian, tunggu dulu emang air mata kebahagian ada yang kutau kalo nangis itu bersedih kalo ada pasti itu jarang.
Haiyu malu malu ingin memeluk ayah nya tapi takut malu, miyu yang tak dapat melihat situasi langsung mendorong nya hingga haiyu memeluk ayah nya dan menangis entah knapa miyu juga ikut memeluk nya nangis pulak itu miyu miyu.
Penulis menggelengkan kepalanya
"baiklah aku akan ceritakan kelanjutanya " kakek taro mengusap air matanya cukup lama mereka berpelukan akhirnya lepas juga.
" oh iya yang tulisan aku akan menyelamatkan mu anak anak ku itu aku yang luan menulis karena pada akhirnya aku tau dia sering memukul anak anak ku karena dia tau aku memepunyai serigala putih yang banyak aku juga tau kalo dia lah yang membunuh istriku wanita licik itu mengirim permohon berbentuk misi tapi sayang banyak yang melakukan nya tapi tidak ada yang berhasil kecuali kalian."
"kami, tunggu dulu jadi itu misi dari perempuan beruang itu " keren memotong kata kata kakek taro "coba aku lihat kertas nya " kakek taro menyodorkan tangan nya, miyu mengeliarkan kertas itu lalu memeberi nya kepada kekek taro.
__ADS_1
"hmmm, ini memang dia yang ngirim "
Menunjuk tanda nama yang ngirim misi tertanda lisa "kakek itu kembalu menggulung kertas dan mengembalikan kepada miyu.
"tunggi dulu jadi aku ini penjahat bulan nya aku dalam cerita ini tokoh utama wiaaaaaa"
"bulan kali telah menyelamatkan kami jadi kali pantas di sebut hero" kakek taro menghibur miyu.
"ya begitulah cerita nya sekian dan terimakasi " kakek itu meerapatkan kedua telapak tangan nya dan menunduk lalu pergi "oh iya kalian nginaplah selama seminggu kaze dan keren masih sakit terlebih lagi dengan mu" kakek taro menunjuk miyu."jaga baik baik gelang itu karena dia yang menyelamatkan kita semua " kakek taro pergi dan disusul oleh
Jen " semua kebingungan.
Miyu menampar pipi nya "woww jangan jangan...istri ketiga "keren dan kaze menyambung kata kata miyu teriakan mereka terdengar oleh kakek taro dan jen membuat wajah mereka berdua memerah.
"baiklah aku ingin mencari tentang gelang ini " miyu turun dari bangku meninggal kan orang orang itu di dalam ruangan dia mencari buku tentang gelang ia menemukan nya memebawa nya ke meja lalu membanya.
"gelang emas kinzir akan berfungsi dengan darah pemilik peluru yang dapat meledakan satu isi desa dapat menambah kekuatan dengan membuh orang atau moster yang kuat lebih banyak lebih baik
Di level akhit tembakan tidak akan lama keluar melain kan cepat paling lama 1 detik , hmm...
seperti rembo pada umum nya ya, eh rembo tunggu dulu jika saja satu peluru bisa menghancurkan desa bagai mna jika dengan kecepatan seperti rembo "miyu membayang betap dashat nya senjata ini dia melanjutkan lagi membaca
"peluru lebih dari satu tergantung kekuatan pemakai ,demek ledakan akan semakun besar dapat menghancurkan lebih dari dua gunung dalam sekali tembakan,dapat mengobati dengan menyerap organ hewan atau moster, oh jadi ya yang terjadi di situasi aku " miyu. Menganggukan. Kepalanya dia cukup senang dengan senjata keren nya dia ingin segera memerkan nya kepada kakek zui.
kak makasi ya atas dukunganya aku sangat senang sekali lagi terimakasi
__ADS_1