Sudah Berhenti

Sudah Berhenti
cerita masa lalu ayah suji


__ADS_3

"Enak nya padahal buah abadi adalah barang langka, seandai nya aku tau itu buah abadi saat memungutnya pasti aku akan memakan nya,tapi entah knapa buah abadi masih ada seharus nya sudah punah " kakek itu sedikit menyesal dan bingung lalu tersenyum "yak anggap saja itu hadia membantu aku dan anak ku " kakek itu menempuk pundak miyu.


"eh anak? ,siapa? "miyu heran dengan kata kata kakek.


"mereka "kakek menunjuk suji dan haiyu.


"jangan bilang kau ayah nya " miyu memukul meja karena terkejut mendengar kakek itu adalah ayah nya suji dan haiyu.


Kakek itu tertawa kecil "knapa dia ngajak aku bercerita mutar mutar kan udah aku bilang dia anak ku " batin kakek lalu menghembuskan napas nya.


"kan kuceritakan dari awal sampai akhir bagaimana bisa saya pergi dan bagaimna istri saya adalah beruang yang kuat seperti kerasukan setan. "


Miyu mengangukkan kepalanya bersiap mendengarkan memasang wajah serius dengan hati yang senang kakek itu tertawa kecil "wajah yang lucu " kakek gemes ingin mememiliki anak seperti miyu


Tak dapat menahan diri kakek itu mengangkat tangan lalu mencubit pipi tembem miyu "anak yang imut " kakek itu memutar mutar membuat kepala miyu mengikuti gerakan nya.


Miyu bingung keheranan"kenapa sih kakek ini " batin miyu wajah nya merah.


Melihat perlakuan kakek itu semua orang tertawa terlebih lagi dengan wajah miyu


Hanya yuni yang tak tertawa dia pasti berpikir kalo miyu adalah orang yang kejam walaupun sebenarnya begitu di dunianya yang dulu.


Setelah puas mencubit cubit pipi miyu dan tertawa akhirnya dia menjelaskan nya.


" sebelum itu aku ingin memperkenalkan diriku namaku taro walaupun penampilan ku begini tua kumis dan janggot yang panjang sebenarnya umurku masih 40 dia


Adalah jen "menunjuk wanita sebelah nya wanita yang bertarung bersaman nya ketika melawan miyu,

__ADS_1


Miyu menganggukan kepalanya


"setelah istri pertama ku meninggal karena digigit oleh beruang aku begitu desperesi aku mabuk mabuan walau begitu anak tetap setia menjaga ku .


Aku menemukan itri kedua ku yaitu yang sekarang di penampilan nya aku tidak manaruh curiga pada nya.


Aku merasa kalau dia adalah istri yang baik tanpa mengetahui yang sebenarnya walaupun aku melihat bekas lembam di wajah anak ku


atau pun luka di tubuh nya aku hanya mengira dia jatuh atau berkelahi dengan teman nya


Nyampek anak ku besar ,tidak ada gejala gejala hamil pada diri nya aku curiga apa yang terjadi pada nya, malam itu aku berniat mengikuti nya aku sengaja libur dari kerjaan ketika aku menikah dengan nya aku menjadi semangat hidup kembali bekerja walaupun haya sebatas bercukupan.


Suatu hari aku mengikuti nya mencari tahu ada apa dengan nya knapa dia selalu pergi dan knapa dia tidak hamil hamil terlebih lagi dia seperti benci dengan anak anak ku aku harus menuntaskan nya malam ini.


Sembunyi di balik tiang berpura pura menjadi orang lain tetap mengikuti nya walaupun perjalan nya sungguh melelahkan aku terus mengikuti nya cukup lama hingga kami berakhir tepat di kumpulan surga peria dan neraka para istri yaitu tempat kumpulan pel*cur


Aku menahan hati ku yang sedang memebara panas menyeliputiku membuat darah ku naik ke otak ku berubah menjadi emosi cukup lama aku menahan nya aku menhebuskan napasku meraba mengusap dadaku aku menganti penampilan agar tidak mirip dengan ku aku juga tidak lupa membeli semacam alat tacam.


Aku masuk membayar beberapa koin kepada penjaga lalu masuk mengikuti istri ku itu aku melihat sekeliling banyak gadis tel*anjang dengan pria mabuk aku kembali mengingat masa kelam ku mabuk mabukan.


Aku terus mengikuti nya sesampai di lorongam agak sedikit orang dia menggantu baju nya menjadi sek*si memamerkan paha hanya dengan celana dalam serta penutup payuudaranya.


Aku begitu geram banyak orang melihat dirinya tergoda ,sebagai suami aku begitu kesal siapapun suami di mna pun pasti tidak ingin melihat istrinya telanjang di depan orang .


Dia mengeluarkan parfum nya mengoleskan tepat di yang sering mengeluarkan bauk tak sedap


Dia beranjak pergi aku berpura pura membaca koran menutupi wajahku di kertas yang bertulisan berita itu.

__ADS_1


Dia berhenti wajah ku menjadi banjir keringat berpikir ke mana mana takut ke tauan aku juga sempat berdoa


Dia melihatku cukup lama lalu pergi


Aku mengintip dari balik korang lalu mengikutinya.


Dia beraksi merayu laki laki dia memang cukup cantik menalklukan laki laki aku juga begitu pertama kali aku bertemu denganya tergoda oleh kencantikan serta badan yang seksi.


Laki laki mabuk itu tergoda memeluk istriku itu dengan lengan nya di leher ,aku begitu geram aku tidak sadar meninju dinding hingga jebol segera aku mengikuti mereka berdua melewati orang mabuk ke ruangan tersisa mereka menutup pintu.


Aku tidak dapat melihat nya ,dari kamar sebelah mungkin bisa jika aku memakai ini senjata tajam aku segera berlari menuju petugas memberi nya sejumlah uang menyewa kamar di samping ruangan istriku.


Aku masuk ,pertama tama aku mendengarkan suara mereka , mereka tampak bersenang senang sekali lagi aku harus mengusap dadaku segera aku naik ke kursi membolongi dinding paling atas dengan pelan agar tidak ketauan.


Di situ aku melihat mereka bersenang senang mememuaskan nafsu, opps.. seharus nya aku tidak bicara seperti ini dengan mu soal nya kau masih anak anak"taro menggaruk kepalanya sungkan berbicara dengan anak di bawah umur.


"tenang lah aku sudah tau cerita mu bukan bermaksud ke situ ceritakan saja " miyu memepersilah kan dengan tangan nya.


Taro memegang dagunya tidak yakin dan akhirnya dia menghebuskan napas "uss baiklah ,setelah selesai memuaskan nafsu aku melihat istri ku tersenyum licik lalu memukul leher laki laki itu hingga pingsan


dalam sekejap dia berubah menjadi beruang memakan laki laki itu menjilat darah agar tidak katauan oleh orang lain di situ aku terkejut aku mual melihat bagai mna cara nya makan menjijikan.


Aku segera keluar sebelum dia menunggu di rumah aku langsung mengambil bumbu yang di bungkus lalu meletakan nya di dalam teh bumbu itu adalah racun mematikan jika kau bertahan hidup lama lama badan mu akan semakin lemah dan mati.


Aku segera menyiapkan dua teh ,teh satu nya bercun dan satunya lagi tidak aku meletakan di meja menunggu ia pulang


teh yang panas menjadi hangat.

__ADS_1


terimakasi untuk dukungan nya


__ADS_2