Surga Yang Ku Impikan

Surga Yang Ku Impikan
menerima


__ADS_3

" kenapa kemarin ada di apotik ? " tanya aisyah lagi rizky masih terdiam tidak menjawab


" em.. kamu tahu dari mana saya pergi ke apotek ?" tanya rizky


" husna yang memberitahuku dia lihat kamu saat di apotek " ujar aisyah


" katanya kamu membeli obat penenang ? untuk siapa ?" aisyah kembali bertanya


" aduh,, gimana ini kok bisa ada yang lihat aku di apotek " gumam rizky


" mas ? kenapa kok gak jawab " tanya aisyah


" oh, itu ya kemarin saya beli obat penenang untuk saya kemarin banyak kerjaan, ada meeting kalau lagi gugup atau banyak pikiran suka gak tenang gitu jadi biasa saya suka minum obat itu biar tenang aja " ujar rizky berbohong.


awalnya aisyah tidak percaya tapi dia tidak ingin menaruh curiga kepada suaminya " yaudah aku percaya mas" ucap aisyah


" kamu kenapa ? gak usah berpikir yang tidak tidak nya " ucap rizky sambil mengelus pundak aisyah lembut


" kalau gitu mas mandi dulu nya " ucap rizky sambil melangkah pergi ke kamar mandi.


...----------------...


10 menit berlalu rizky setelah selsai mandi lalu berganti pakaian aisyah dan rizky menuju bawah untuk bersantai .


" siapa dia ? kenapa ada disini ? " tanya rizky kepada aisyah yang melihat issabel di bawah sedang duduk santai menonton tv .


" itu maksud ku kemarin keadaan rumah yang tidak baik " jawab aisyah

__ADS_1


" pasti papa yang membawa nya bukan ?" ujar rizky sambil melangkah menuruni tangga


" iya , " ujar aisyah " kok mas rizky tahu papa yang bawa " gumam aisyah


rizky menghampiri issabel yang sedang duduk santai di sofa .


" kiki.. bisa bawa kan cemilan " teriak issabel memanggil kiki


" iya.. nyonya " jawab kiki yang menghampiri issabel


" siapa yang sebut kamu nyonya " ujar rizky yang mengagetkan kiki. kiki hanya diam sambil menunduk


" jangan layani dia , lebih baik kamu pergi ke kamar mama lihat keadaan mama " ujar rizky tegas. kiki pun menuruti perintah rizky menuju ke kamar anita .


issabel langsung berdiri menengok ke arah rizky " kau sama sekali tidak sopan dengan ibu mu " ucap issabel sinis.


membuat hati issabel sakit .


" kau .. " ujar issabel menggepalkan tangan


" mas, kamu apa apaan jangan buat masalah " ujar aisyah yang melihat perdebatan diantara rizky dan issabel .


" kau wanita murahan , tidak pantas ada di rumah ini " ucap rizky kembali menusuk issabel.


" yang pantas di sebut murahan itu ibu mu bukan aku , dia yang merebut suami ku " ucap issabel tidak mau kalah, rizky mulai geram dia menahan amarah nya dengan mengepalkan tangan nya


" sudahlah lebih baik kita lupakan masalalu aku pun sudah melupakan nya lebih baik kita berdamai untuk keluarga yang lebih baik , ya.. mungkin ibu mu belum bisa menerima ku " ujar issabel santai dan tenang

__ADS_1


" aku tidak akan membiarkan mama tersakiti aku juga tidak akan menerima mu begitu saja " ujar rizky dengan tatapan mata yang tajam menahan amarah nya


" lalu, bagaimana dengan istri mu apa dia bisa menerima mu saat tau kenyataan nya nanti " ujar issabel yang membuat amrah rizky reda dan membuat bingung aisyah


" apa maksud nya " gumam aisyah


" apa istri mu akan menerima amyra nanti , pasti tidak mudah bukan setelah di bohongi bisa menerima kenyataan begitu saja , " bisik issabel kepada rizky yang membuat rizky terdiam .


" belajarlah menerima kenyataan dari sekarang " gumam issabel tesenyum sinis menepuk nepuk pundak rizky .


" maaf sudah membuat mu tidak nyaman " ujar issabel sambil melirik aisyah


" kau wanita baik kau juga harus bisa menerima kenyataan " gumam issabel lirih kepada aisyah yang melangkah pergi .


" apa maksud nya " batin aisyah


" mas, kamu baik baik saja " tanya aisyah yang melihat rizky diam mematung .


" benar kata wanita itu apa aisyah bisa menerima amyra " batin rizky yang tidak melihat kehadiran aisyah dari tadi di dekatnya.


" mas,, mas " ujar aisyah mengagetkan rizky


" eh.. aisyah


" kamu baik baik saja " tanya aisyah


" iya aku baik baik saja tidak usah khawatir ." ujar rizky

__ADS_1


__ADS_2