
rizky sangat terkejut dengan kabar yang di beritahukan ken untuk Nico dia tidak mempermasalahkan nya tapi untuk amyra dia menghkawatirkan nya tapi.. dia pun tidak bisa melakukan apa pun .
rizky pun tidak bisa berkosentrasi pada kerjaan nya dia ingin bertemu amyra ingin melihat keadaannya
tetapi wartawan wartawan di luar sana masih memantau kegiatan nya dia tidak ingin menambah masalah dia tidak bisa menemui amyra sekarang
di kantor pun dia tidak bisa kosentrasi lebih baik dia pulang saja . rizky pun memutuskan untuk pergi
****
tok..tok..tok..
" masuk ..
seorang lelaki bertubuh kekar memakai baju serba hitam dengan topi dan masker di wajah nya .
dia masuk ke dalam ruang kerja pak chandra
" bagaimana ? apa berhasil ? " pak chandra bertanya kepada lelaki itu .
" saya sudah menemukan nya , selama ini yang selalu mengikuti anak anda kemana pun dia pergi adalah seorang lelaki dia juga orang yang sudah mengambil potret di cafe saat itu . yang dia potret hanya mereka berdua dan orang itu sudah kami tangkap sekarang saya membawa nya ke sebuah gudang .
lalu apa yang harus saya lakukan ?
" apa benar dia orang yang sudah mata matain anak saya ?
" yah pak. kami sudah menyelidiki nya tapi seperti nya dia di suruh seseorang sayangnya dia tidak mau jujur siapa yang menyuruh nya
" kalau begitu laporkan dia ke polisi dan cari tahu lebih siapa yang ada di balik semua ini
" baik pak ,
__ADS_1
" kamu boleh pergi
lelaki itu pun membungkuk memberikan salam hormat nya setelah itu pergi
setelah memutuskan untuk pergi dari kantor rizky langsung menuju parkir mobilnya dia langsung menancapkan gas nya melajukan mobilnya dengan cepat
di pertengahan jalan dia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah saat ini
dia pergi menuju apartemen amyra dan benar saja setelah sampai di apartemen nya dia melihat begitu banyak orang menunggu di lobby mereka adalah wartawan yang ingin menggali informasi dari amyra
tidak mungkin untuk nya turun dan menemui amyra di saat seperti ini dia pun memutuskan untuk pergi
rizky mampir ke sebuah kedai kopi di dekat apartemen amyra saat hendak memasuki kedai dia melihat ada orang berkerumun setelah di lihat lihat itu adalah amyra wanita itu di hina dan caci maki oleh para hetter
mereka menganggap amyra murahan dan penggoda suami orang kata kata kasar pun terlontar di mulut mereka membuat amyra menangis dan hanya pasrah menerima perlakuan itu .
rizky yang melihat itu tidak tinggal diam dia mengambil masker di mobil nya dan memakai nya juga mengenakan kaca mata hitam agar dirinya tidak di lihat oleh orang lain rizky membuka jas nya melebarkan di atas bahunya lalu masuk ke dalam kerumunan itu dan membawa amyra pergi dari sana
rizky pergi membawa amyra ke dalam cafe dia membawa amyra ke atas gedung cafe menjauhkan dari keramaian
setelah sampai di tempat sepi dia membuka masker dan kaca mata hitam nya
amyra pun terkejut rizky datang menyelamatkan nya ternyata dia masih peduli pada nya amyra pun langsung memeluk rizky tidak menyangka akan kedatangan nya
amyra menangis dan berkata " kamu datang untuk ku ? " amyra terus memeluk nya rizky pun membalas pelukan itu
" tenang lah jangan menangis mereka sudah pergi tidak ada yang mengganggu mu lagi "
amyra hanya menatap rizky dengan mata kosong
" duduk lah aku akan membelikan mu minum" amyra pun duduk di sebuah kursi yang ada di sana rizky kembali ke bawah untuk membelikan minum dia membeli 2 gelas kopi dan membawanya ke atas gedung
__ADS_1
" ini minum lah " amyra pun meraih gelas itu dan meminum nya
mereka duduk berdua rizky masih menemani amyra
" maaf kan aku " rizky memulai pembicaraan
" untuk apa ?
" karna berita itu kau menjadi begini , di bully , di hina , dan kau juga di pecat sebagai ambasador di perusahaan .maaf kan aku
" apa kau kasihan pada ku ? itu sebabnya kau menyelamatkan ku tadi
" aku mengkhawatirkan mu
" apa aku juga seburuk itu di mata mu ? sebagai wanita penggoda ? aku harap kau mengerti riz kenapa aku melakukan itu "
amyra menatap rizky dengan tatapan kosong " aku mencintai mu riz " amyra pun mendekatkan wajah nya dengan wajah rizky dia ingin mencium nya tapi itu di hentikan oleh rizky dia menempelkan telapak tangannya di bibir amyra
" berhenti amyra jangan lakukan itu lagi
" kenapa ? kau jijik pada ku ?
" sudah lah ayo kita pergi " rizky menarik tangan amyra tapi di tepis nya
" untuk apa kau menolong ku hanya karna rasa iba dan kasihan aku tidak butuh bantuan mu
" amyra " teriak rizky
" kau pikir aku baik baik saja setelah mengalami ini semua ? aku hancur hati ku , popularitas ku bahkan keluarga ku juga tidak menerima ku dan setelah semua yang terjadi kau datang pada ku hanya karna kasihan kau tidak mengerti perasaan ku riz, kau egois " amyra terus menangis " aku tidak sanggup lagi lebih baik aku mati .
rizky mencoba menenangkan amyra dia merengkuh tubuh nya " amyra stop ,, jangan bicara seperti itu hidup mu tidak hancur semua akan baik baik saja " rizky memeluk amyra dan menenangkan nya
__ADS_1