Surga Yang Ku Impikan

Surga Yang Ku Impikan
KELUARGA


__ADS_3

Hidup bagaikan sandiwara


Jalan hidup ini tak bisa di tebak


Kita manusia hanya bisa berencana


Tetap tuhan lah yang berkehendak.


Itulah yang di rasakan saat ini oleh keluarga Chandra. Ujian-bagai ujian telah di lewati entah itu berat atau pun tidak, rasanya hidup ini lebih tenang dan damai ketika semua nya ku lepas dengan ikhlas.


...----------------...


Allahu akbar


Allahu akbar


Suara adzan subuh terdengar merdu memanggil semua umat untuk menjalankan sholatnya,begitu juga yang di lakukan keluarga Chandra yang sekarang hidup nya penuh ketenangan dan kedamaian.


Rizky, menjalankan sholatnya berjamaah bersama Aisyah, istri tercinta , begitu pun juga Chandra, dengan kedua istri nya Anita, dan Isabel. Keluarga yang dulu jauh dengan tuhan nya sampai tidak pernah lagi mengingat tuhan nya sendiri kini lebih mendekat, kan diri dengan tuhan nya .


Keluarga yang rukun, harmonis, damai, tenang itulah keluarga bahagia barulah terasa surga di dalam nya surga yang di impikan semua orang.


"Mas" panggil Aisyah, pada Rizky, yang sedang duduk di balkon kamarnya


"Iya" sahut Rizky


"Pagi-pagi sudah melamun," ujar Aisyah, yang menghampiri Rizky.


"Bagaimana rasanya punya kakak?" tanya Aisyah, tersenyum manis


"Cukup mengejutkan, punya kakak saat usia sudah mulai tua," ujar Rizky, di akhiri tawa Aisyah, pun ikut tertawa


"Setidaknya ada teman di masa tua" ujar Aisyah, dengan senyum manisnya. "Beginilah hidup, sulit di tebak banyak sekali kejutan," ujar Aisyah, yang melihat pemandangan alam di pagi hari.


"Ya ... begitulah hidup," ujar Rizky sambil menghela nafasnya panjang.


"Jadi, tante Isabel akan tinggal di sini? " tanya Aisyah


"Tidak tahu pasti, tapi semalam tante Isabel bilang akan kembali ke london karna Nico, punya perjalanan bisnis di sana tapi tidak tahu kapan juga, " ujar Rizky.


"Oh," ucap Aisyah .


" Apa kamu akan ke kantor hari ini? " tanya Aisyah


"Iya, ada meeting penting dan papa sudah mempertanggung jawabkan semuanya pada ku untuk mengelola perusahaan jadi ... aku tidak bisa bermalas-malasan." ujar Rizky, menatap manja Aisyah


"Baiklah, kalau begitu aku ke bawah dulu mau menyiapkan sarapan kamu cepat mandi pak direktur tidak boleh terlambat , ujar Aisyah menggoda suami nya


"Baik istriku," ujar Rizky yang memeluk Aisyah .


Pagi ini ada yang berbeda lagi di keluarga Chandra , sarapan pagi ini benar benar lengkap


dengan kehadiran Isabel juga Nico.


"Papa sangat senang kita bisa berkumpul bersama di pagi ini" ucap Chandra, tenang

__ADS_1


"Terimakasih untuk kalian , yang sudah melengkapi hidup ku," ujar Chandra lagi


"Bagaimana kalau kita berlibur , untuk merayakannya " ujar Chandra tersenyum .


"Papa benar, kita harus merayakannya," ucap Aisyah yang begitu bahagia hari ini


"Bagaimana Isabel, Nico?" tanya Chandra


"Terserah aku ikut saja," jawab Isabel .


"Gimana kalau besok, tapi berlibur kemana!" ujar Chandra yang sedang berpikir


"Tidak perlu mewah Pa, yang penting kebersamaannya" ujar Aisyah memberikan usul


"Gimana kalau ke Villa papa yang di bandung, lagian Aisyah juga kangen sama mbok darmi," ucap Aisyah .


"Boleh juga, besok kita akan pergi kesana," ujar chandra. setelah itu tidak ada percakapan apapun diantara mereka kini semua fokus pada sarapannya masing masing .


...----------------...


Di apartemennya Amyra, terlihat berkemas semua barangnya ia masukan kedalam koper milik nya setelah itu Amyra duduk di atas bibir ranjang tempat tidur nya sambil sesekali memainkan ponsel nya , sepertinya Amyra ingin menghubungi seseorang tapi dia ragu dan mengurungkan niat nya .


Amyra berdiam diri sejenak lalu melangkah pergi keluar dari kamar nya membawa koper yang sudah dia siapkan


Drt..drt.. drt..


Tiba tiba saja ponsel nya berdering menghentikan langkahnya.


"Hallo," ucap Amyra pada sambungan telepon


"Jangan, aku tidak ada di rumah hari ini," ucap Amyra sepertinya akan ada seseorang menemui nya tapi Amyra menolaknya .


Setelah beberapa menit bercakap Amyra pun menutup telepon nya lalu kembali melangkah dan pergi meninggalkan apartemen sesampai nya di lobby Amyra menaiki taksi yang dia pesan tidak lupa juga dengan koper yang dia bawa.


Entah kemana Amyra akan pergi sampai membawa barang-barang nya, dari dalam mobil Amyra terlihat gelisah seraya melihat jalanan kota di balik kaca mobil tak lama kemudian taksi yang Amyra tumpangi pun berhenti


" Nona sudah sampai " ucap sang sopir yang mengejutkan lamunan nya Amyra .


" terimakasih pak ini , ambil saja kembalian nya " ujar Amyra sambil memberikan beberapa lembar uang pada pak sopir lalu turun dari mobil pak sopir pun membantu menurunkan koper nya setelah itu kembali masuk ke dalam mobil nya dan pergi.


Amyra berdiri di depan sebuah bangunan besar banyak orang berlalu lalang dan tempat itu pun sangat ramai . Ada begitu banyak pesawat berjajar di mana lagi kalau bukan bandara . Setelah lama berdiri Amyra pun masuk membawa koper nya


Amyra...


Seseorang berteriak memanggil nya dari jauh karena merasa nama nya di panggil Amyra pun menoleh ke sumber suara perlahan lahan Amyra membalikan tubuh nya mata nya tertuju ke pada seorang pria yang sedang berlari ke arah nya


Nico...


Ya, orang itu adalah Nico , Nico berhenti tepat di depan Amyra dengan nafas yang tak beraturan Amyra masih berdiam diri menatap Nico yang sedang mengatur nafas nya


" Kau mau kemana ? " tanya Nico yang kini sudah berdiri tegak di depan Amyra


" kenapa kamu ada disini ?" Amyra berbalik nanya


flasback on

__ADS_1


saat Amyra keluar dari apartemen nya lalu menaiki taksi dan pergi meninggalkan apartemen nya ternyata Nico sudah berada di depan lobby sebelum nya dan melihat kepergian Amyra " Mau kemana Amyra , kenapa membawa koper " ujar Nico yang langsung melajukan mobil nya dan mengikuti taksi yang di tumpangi Amyra hingga sampai di bandara .


" Apa Amyra akan pergi jauh " ujar Nico yang menyadari keberadaan nya di bandara tak berpikir panjang Nico pun langsung turun dari mobil nya dan berlari menyusul Amyra .


flasback off.


" Apa kau akan pergi " tanya Nico yang menatap lekat mata coklat Amyra .


" ternyata kamu sudah tahu , aku sengaja tak memberitahu mu " ujar Amyra datar


" Kenapa kamu seperti ini , apa harus pergi ? tidak bisa kah tetap tinggal " ujar Nico penuh harap


" Ayah ku sakit jadi aku harus segera menjenguk nya " ujar Amyra yang memberi alasan kepergian nya


" Apa kau akan kembali ? " ujar Nico , Amyra hanya menggeleng kepala


" Belum tahu , aku berencana menetap di sana aku akan tinggal bersama keluarga ku mungkin dalam waktu yang lama " ujar Amyra


" Nico aku harus pergi " ujar Amyra yang membalikan badan nya


" Amyra .. " ujar Nico yang mencekal tangan amyra


" Aku tidak akan melupakan mu , kau adalah teman terbaik ku terimakasih karena selalu ada untuk ku jangan khawatirkan aku " ujar Amyra yang melepas cekalan Nico


" Tapi.. " Nico seakan tidak merelakan kepergian Amyra .


" Aku akan menghubungi mu setelah sampai disana " ujar Amyra yang melangkah pergi meninggalkan Nico .


Sebenar nya ada yang ingin Nico sampaikan mengenai hati nya tapi ternyata tak semudah itu mengungkapkan isi hati nya bagaimana pun juga sekarang sudah terlambat Amyra pun sudah pergi mungkin rasa ini akan tersimpan dalam hati. " selamat jalan Amyra " ujar Nico yang melihat pesawat terbang .


1 minggu kemudian ...


Hari ke hari telah berlalu semua terlihat baik baik saja masalah pun sudah terlupakan


kini yang dilakukan tetaplah tersenyum menjalani hari hari selanjut nya , di tengah tengah puncak yang tinggi dan luas menatap indah nya semesta alam pohon pohon tinggi, perkebunan teh yang luas dan hijau semua sangat terlihat jelas disini .


" Apa yang kau pikirkan " ujar Rizky yang melihat Nico berdiam diri menatap pemandangan puncak .


" Tidak ada , hanya melihat pemandangan saja lihatlah semua nya indah bukan , terasa sejuk dan tenang " ujar Nico .


" Ingatlah jodoh tidak akan kemana , suatu hari nanti kau akan di pertemukan kembali " ujar Rizky memeluk Nico dengan tangan kiri nya . mungkin Rizky tahu apa yang Nico pikirkan .


"Mungkin aku harus belajar banyak dari adik ku ini " ujar Nico yang tersenyum ke arah Rizky


kini kedua nya tertawa bersama sungguh terlihat akrab bukan .


" Mas.. " sahut Aisyah dari arah villa ." Jangan berdiri disitu kemarilah kita makan bersama ajak Nico juga " ujar Aisyah lalu kembali masuk ke dalam Villa .


" Ratu ku sudah memanggil , ayok kita masuk lupakan masalah sejenak kita bersenang senang hari ini , masih ada keluarga kita yang menunggu " ujar Rizky yang tersenyum ke arah Nico lalu pergi melangkah ke dalam villa .


" ya, aku berharap kita akan di pertemukan lagi " gumam Nico yang menatap ke arah langit orange yang akan berganti malam .lalu Nico pun menyusul Rizky dan masuk ke dalam Villa.


Di dalam sana semua nya sudah berkumpul untuk makan malam , saling bercanda ria, kini keluarga ini terlihat baik dan bahagia .


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2