Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Kerja sama Tim


__ADS_3

Nix berlari ke arah monster yang ada dihadapannya.


Monster itu adalah Tyrant, seekor monster berbadan manusia dengan kepala ular yang memiliki kemampuan untuk menyemburkan racun dari mulutnya.


3 Ekor Tyrant yang berada di hadapan Nix menyemburkan racun dari mulut mereka.


Nix melompat untuk menghindarinya.


Setelah menghindarinya dan mendarat tepat dibelakang mereka, Nix memenggal kepala mereka sekaligus dengan pedangnya.


*Slash!


Kepala Tyrant yang terpenggal tergulling di tanah


"Elvia! berikan aku dukungan!" Ucap Nix


"B-baik!"


Elvia memberikan buff kecepatan pada Nix.


Nix yang merasa bahwa dia bisa berlari lebih cepat dari sebelumnya, berlari ke arah kawanan Tyrant yang berkumpul di depannya.


10 Tyrant yang melihat Nix berlari ke arah mereka langsung membuka mulut mereka untuk menyemburkan racun.


Namun Nix yang bergerak lebih cepat karena mendapat buff tambahan dari Elvia, memenggal semua Tyrant yang ada di hadapannya sebelum mereka menyemburkan racunnya.


Kepala Tyrant berjatuhan di sekitar Nix.


"H-hebat....siapa sebenarnya dia?"


"Aku belum pernah melihat seseorang yang bisa bergerak seperti itu sebelumnya."


Kelompok party lain yang melihat Nix membantai semua kawanan Tyrant seorang diri terpukau dengan kemampuannya dalam bertarung.


"Eeehh?? aku baru saja membunuh 2 loh." Ucap Frederica.


Frederica yang sedari tadi masih berada dibelakang melihat ke arah Nix dengan tatapan sedih.


"Ah, maaf-maaf, sepertinya aku terlalu bersemangat." Nix menggaruk kepalanya.


Elvia dan Frederica yang berada di belakang segera berlari ke arah Nix.


"Sepertinya kamu sudah terbiasa bertarung Nix." Ucap Elvia.


"D-dulu ayahku sering bertarung denganku, jadinya aku sudah terbiasa." Nix mencari alasan.


"Heeh.. tetapi dari yang kulihat tadi, sepertinya itu bukan kemampuan dari seseorang yang belum pernah ke dungeon sama sekali." Ucap Frederica.


Nix lupa bahwa seharusnya dia menahan dirinya sedikit agar tidak membuat teman partynya curiga.


Itu disebabkan oleh dirinya yang mungkin dapat mengalahkan banyak monster sekaligus tanpa bantuan dari timnya sama sekali.


Namun jika dia terlalu banyak dalam membantu mereka mengalahkan monster, mereka tidak akan mendapat pengalaman yang cukup, dan mungkin akan bergantung pada Nix.


Karena itu, Nix perlu menahan dirinya sedikit di pertarungan mendatang.


"D-dari pada membicarakan itu, ayo kita segera lanjutkan." Nix berusaha untuk mengalihkan topik.


Frederica masih berniat untuk bertanya kepadanya tentang kemampuan bertarungnya dalam mengalahkan sekelompok Tyrant sekaligus seorang diri. Namun, mengingat tujuan dia ikut di ujian ini, Frederica mengurungkan niatnya dan menghela napas pasrah


"Baiklah, kalau begitu ayo cepat, kita harus menemukan kunci labirin itu sebelum yang lain." Ucap Frederica.


"Kau betul." Elvia membalas.


Setelah percakapan singkat, Nix dan partynya melanjutkan perjalanan mereka ke dalam labirin.

__ADS_1


...----------------...


Setelah melewati berbagai lorong yang ada di labirin, Nix dan partynya telah sepenuhnya terpisah dari party siswa lain.


Sekarang, Nix dan partynya sedang mencari sebuah ruangan bos labirin yang kemungkinan besar di dalamnya terdapat sebuah peti harta karun yang menyimpan kunci labirin.


Ruangan bos labirin adalah ruangan yang sedikit berbeda dari ruangan monster biasa.


Jika dibandingkan, Ruangan bos labirin biasanya memiliki sebuah pintu besar yang dijaga oleh beberapa monster yang berada di sekitarnya, sedangkan ruangan monster biasa adalah ruangan besar tanpa pintu yang memiliki propabilitas kecil dalam menemukan sebuah peti harta.


Namun ruangan bos labirin sangatlah sulit ditemukan, biasanya mereka ditemukan di dalam kedalaman yang cukup jauh di labirin


Tetapi semakin dalam memasuki labirin, maka semakin kuat monster yang dilawan. Dan siswa yang tidak bisa bertarung kemungkinan agar gugur dan terpaksa mundur dari ujian.


Nix berniat untuk lebih masuk ke dalam labirin, namun ia khawatir pada partynya yang sepertinya belum mempunyai kemampuan yang cukup.


Karena itu, Nix memutuskan untuk mencari ruangan sub-bos dibandingkan bos labirin.


Sub-bos adalah versi 1 tingkat dibawahnya bos labirin, itu memiliki ruang dengan pintu yang sama dengan ruangan bos labirin. Tetapi perbedaannya adalah tingkat kekuatan mereka yang jauh berbeda.


Karena itu, Nix yakin jika partynya akan lebih siap menghadapi sub-bos dibandingkan bos labirin.


"Frederica, disampingmu!" Ucap Nix.


"Oke!" Frederica mengayunkan pendangnya


*Slash!


Sebuah kepala monster jatuh tergulling di bawah kaki Frederica.


"Masih tersisa 20 Ymor, apakah kamu masih kuat?" Tanya Nix


"Tentu saja, bahkan 100 ymor aku bisa!" Ucap Frederica bersemangat.


Sekarang ini, Nix dan partynya berada di sebuah ruangan monster yang berada tepat di depan ruangan sub-bos.


Ymor adalah sebuah monster dengan perpaduan antara landak dan beruang, mereka dapat menyerang sekaligus bertahan dengan menggunakan duri dipunggung mereka.


Ymor termasuk salah satu lawan yang sulit dihadapi jika tidak berhati-hati, karena durinya yang beracun dapat membuat seseorang yang terkenanya mengalami lumpuh seketika.


Ymor juga dapat menyebarkan duri di punggungnya, sehingga diperlukan refleks menghindar yang cepat.


Namun Frederica yang memiliki reflek menghindar yang sangat baik, dapat dengan mudah menghindari duri yang ditembakkan.


"Frederica, bisakah kamu memancing mereka?" Minta Nix.


"Tentu saja." Frederica berlari menuju sekelompok Ymor di depannya.


Ymor yang melihat Frederica berlari mendekat ke arah mereka langsung menyebarkan duri mereka ke sekitar.


Frederica dengan cepat menghindari duri itu selagi berlari.


Nix yang melihat Ymor terfokus pada Frederica, langsung berlari menyusul di belakangnya dan melompat ke depan.


"Elvia!" Panggil Nix.


"B-baik!" Elvia memberikan sihir dukungan pada Nix.


Nix yang sudah mendarat di tengah-tengah kerumunan Ymor, dengan cepat memutar badannya sekaligus menyerang ke sekitar menggunakan pedangnya.


*Slash!


Tubuh Ymor yang berada di sekitar Nix terbelah menjadi dua dalam sekejap.


"Frederica, aku akan melakukannya sekarang!" Ucap Nix

__ADS_1


"Oke!"


Nix lalu melanjutkannya dengan mengangkat pedangnya ke langit dan membanting pedangnya ke tanah.


*Duar!


Seperti terjadi gempa, tanah di sekitar Nix bergetar, mengakibatkan Ymor yang berada di depannya kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.


Alasan Nix bisa melakukan itu adalah karena ia mendapatkan support buff yang bernama (Impact) dari Elvia.


Impact adalah sebuah buff yang meningkatkan penetrasi serangan sekaligus kekuatan destruktif yang besar selama 5 detik.


Nix bisa dengan mudah membelah tubuh Ymor menjadi dua juga karena buff (impact) yang ia terima.


Sebelumnya, Nix, Frederica, dan Elvia telah menyusun rencana untuk menghabisi Ymor yang ada di depan mereka.


Pertama-tama, ketika mereka sudah membunuh Ymor yang berada di barisan depan, mereka akan melanjutkannya ke kerumunan Ymor yang berada di belakang dengan menggunakan Frederica sebagai umpan agar mereka terfokus padanya.


Dan ketika Ymor sudah terfokus pada Frederica, Nix dengan cepat akan berlari ke arah kerumunan dan melompat ke tengah-tengah mereka sambil memberi sinyal pada Elvia yang berada di belakang untuk memberikannya support buff berupa Impact.


Nix yang nantinya akan membunuh Ymor di sekitarnya dalam sekejap, akan melanjutkannya dengan membuat sebuah gempa yang akan membuat keseimbangan Ymor yang masih tersisa terjatuh.


Dan setelah gempa itu terjadi, tugas terakhir Frederica untuk menghabisi mereka sekaligus.


"Aku maju!" Frederica berlari ke arah Ymor yang terjatuh karena kehilangan keseimbangan.


Dengan larinya yang akurat dan lincah, Frederica dapat mempertahankan keseimbangannya walau terjadi getaran di tanah.


*Slash! *Slash! *Slash!


Dalam sekejap, Frederica langsung membelah tiga tubuh Ymor menjadi dua.


"Ini akan selesai dengan cepat." Frederica melanjutkan serangannya ke 4 Ymor yang masih tersisa.


*Slash! *Slash! *Slash! *Slash!


Tidak lebih dari 15 detik, semua Ymor telah dihabis oleh Frederica.


Getaran yang terjadi di gempa juga sudah berhenti.


Nix dan Elvia yang berada di belakang langsung menyusul ke arah Frederica yang berada di depan.


"Woahhh, itu tadi cepat sekali Frederica!!" Ucap Elvia.


"Hehe, hebat kan? terus puji aku dong."


"Kerja bagus Frederica, itu tadi gerakan yang indah." Ucap Nix.


Frederica mengalihkan wajahnya dari Nix dengan cemberut


"Aku tau kamu bisa melakukan lebih dari ini, jadi jangan sombong!"


"i-itu tidak benar kok, kamu benar-benar melakukan serangan yang baik tadi." Nix mencoba meyakinkan Frederica.


Frederica kembali mengarahkan wajahnya ke arah Nix dan tersenyum.


"Terima kasih." Frederica tersenyum.


Nix mengacungkan jempol kanannya ke arah Frederica.


Setelah pembicaraan singkat, Nix dan kelompoknya mengalihkan pandangannya menuju pintu besar yang ada di hadapan mereka.


"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan." Ucap Nix.


Elvia dan Frederica mengangguk semangat sebagai tanggapan.

__ADS_1


Dengan satu sentuhan tangan di pintu labirin, ruangan sub-bos terbuka...


__ADS_2