Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Tantangan Berduel


__ADS_3

Singkat cerita setelah Petra mengatakan sarkasme itu, semua bangsawan yang berada di Akademi berakhir membencinya.


Semua bangsawan yang tidak senang dengannya, mulai mencaci maki dirinya setiap waktu, bahkan melemparinya dengan sampah ketika berpapasan dengannya.


Tetapi Petra, yang sama sekali tidak terpengaruh dengan hinaan dan cacian yang dilontarkan kepadanya, hanya membalas dengan satu kalimat ketika seorang bangsawan menghinanya.


"Bisakah kamu membuktikannya lewat duel?"


Duel adalah sebuah tantangan pada siswa lain untuk bertarung 1vs1, duel bisa dilakukan di mana saja kecuali gedung Akademi.


Di aturan Akademi, tidak ada aturan yang melarang adanya duel antar murid. Namun, dilarang keras untuk melukai murid apabila tidak termasuk dalam duel.


Itu artinya, selama pihak lain menerima ajakan untuk berduel, setiap siswa dapat dengan leluasa melukai murid lain asalkan tidak melibatkan pihak lain dan membunuh lawannya.


Teorine Petra yang memprovokasi setiap bangsawan dengan mengajak mereka berduel, telah berhasil menarik beberapa dari mereka dan membuat mereka kalah di hadapan publik.


Reputasi dan kharisma setiap bangsawan menjadi menurun akibat duel itu.


Akibatnya, hampir setiap bangsawan di Akademi berniat untuk mengembalikan kehormatan mereka dengan mengalahkan Petra dihadapan publik.


Tetapi hingga saat ini, belum ada satupun bangsawan yang mampu menghadapinya, hingga reputasi mereka menjadi terus menurun akibat terus kalah melawan Petra.


Dan saat ini, tepatnya 1 hari setelah penghargaan lencana diberikan, sebuah pertengkaran terjadi di kafetaria Akademi.


Dimana sekelompok bangsawan mendatangi Petra yang sedang makan dan mencaci makinya dihadapan publik.


"Oi rakyat jelata, bisakah kamu pergi dari sini? kamu membuat makanan enak di sini menjadi bau tau."


"Sebaiknya kamu makan saja di tempat sampah, aku yakin itu tempat yang paling cocok denganmu."


Petra menghadap ke sekelompok bangsawan itu sambil mengunyah makanannya.


"Apa? apakah kalian ingin menurunkan reputasi kalian lagi? bukankah sudah cukup? mau berapa kali kalian menghinaku dengan mulut busuk kalian, kalian hanya akan mempermalukan diri kalian sendiri." Ucap Petra.


Sekelompok bangsawan itu memasang wajah kesal mendengar perkataan Petra.


"Oi-oi, kamu pasti menggunakan semacam trik untuk mendapat penghargaan kan? tidak mungkin seorang rakyat jelata kotoran sepertimu bisa menjadi siswa terbaik." Ucap seorang bangsawan lelaki.


"Iya-iya, pasti dia melakukan sesuatu di balik layar agar bisa menang, perbuatan itu memang cocok dengan rakyat jelata sepertinya."


"Hahahaha, dasar bodoh, Kamu kira kita tidak tau bahwa kamu melakukan kecurangan? kita akan melaporkannya pada Akademi setelah ini."


Petra tersenyum mendengar perkataan mereka.


"Heh, curang? menarik sekali. Kalau begitu, bagaimana kalau kita buktikan saja dengan duel?"


Semua murid yang sedang makan di kafetaria serentak menghadap ke arah Petra dan sekelompok bangsawan yang ada di depannya.


Sekelompok bangsawan itu yang melihat semua murid menghadap ke arah mereka, memasang wajah berani dan menerima ajakan Petra.


"Heh, siapa takut? ayo kita lakukan sekarang, dasar kotoran." Ucap salah satu lelaki bangsawan.


Petra tersenyum mendengar jawabannya, ia langsung melanjutkan dengan menanyai mereka mengenai tempat duelnya.


"Baiklah, kalau begitu, kalian ingin dimana? aku akan mengikuti kalian" Ucap Petra.


Sekelompok bangsawan itu memasang senyuman licik di wajah mereka


"Kalau begitu..."


...----------------...


Di depan asrama laki-laki, banyak siswa Akademi yang berkumpul untuk melihat duel antara Bangsawan dan Petra.


Di tengah-tengah asrama, terlihat Petra dan seorang bangsawan yang menjadi lawannya.


Petra terdiam di tempatnya selagi melihat bangsawan itu berbicang dengan temannya dan kelompoknya.


"Oi, apakah kau sudah selesai? ayo cepat selesaikan ini, aku ingin tidur." Ucap Petra.

__ADS_1


Sekelompok bangsawan yang mendengar Petra langsung segera membubarkan diri dan pergi ke dalam kerumunan siswa.


Lawan Petra yang berdiri di hadapan Petra, dengan cepat mengeluarkan pedang dari sarungnya dan menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang.


"Apakah kamu sudah siap kalah? dasar kotoran Babi."


Petra hanya berdiri dengan santai sambil mengamati lawannya.


"Sebelum pertarungan dimulai, bolehkah aku bertanya namamu?" Ucap Petra.


Bangsawan itu memasang wajah jijik mendengar pertanyaan Petra.


"Namaku? jangan harap aku akan memberitahunya pada rakyat jelata sepertimu."


Setelah mengatakan itu, bangsawan itu tersenyum melihat ke arah Petra.


"Tetapi tidak apa-apa, karena nantinya juga aku akan mengalahkanmu, jadi aku akan memberitahumu. Namaku adalah William Morgans, seseorang yang akan mengalahkanmu di sini, ingatlah nama itu baik-baik." Ucap William.


Petra tersenyum mendengar perkataan Wiliam.


"Heh, begitu ya? William, akan kuingat nama itu sebagai salah satu orang bodoh yang telah menantangku" Kata Petra dengan tersenyum.


William yang terprovokasi karena perkataan Petra, langsung maju ke depan untuk menyerangnya.


"DASAR KOTORAN!!!"


Petra yang melihat Wiliam itu datang ke arahnya, dengan tenang memegang sarung pedang dengan tangan kirinya dan menggunakan jempolnya untuk mengeluarkan pedangnya sedikit.


"Ini akan berakhir dengan cepat." Gumam Petra tersenyum.


Setelah jarak William sudah cukup dekat dengannya, Petra maju ke arahnya untuk mendekat dan menggunakan tangan kanannya untuk mengeluarkan pedangnya sekaligus menyerangnya.


*Slash


"?!"


Para murid yang melihat itu bersorak kepada Petra.


"Cih, jangan besar kepala!" Ucap William


Setelah terpental karena serangan Petra, William kembali berdiri dan menyiapkan posisi bertarung.


Petra tersenyum melihat wajah William yang kesal.


"Eh? apakah kemampuan hanya segitu? sangat mudah seperti melawan anak kecil." Ejek Petra.


Muka William memerah mendengar perkataan Petra.


"K-kau!!"


William berlari ke arah Petra.


Wiliam menebaskan pedangnya secara vertikal ke arah Petra dengan kedua tangannya.


Petra menghindari serangan itu dengan menggeser tubuh bagian kirinya ke kanan.


William yang melihat serangannya berhasil dihindari, langsung menyerang Petra dengan pedangnya secara membabi buta.


Petra dengan mudah menghindari semua serangannya


Setelah itu, Petra menyandung salah satu kaki William.


"?!"


William terjatuh karena sandungan itu.


Petra melanjutkannya dengan menginjak dada William hingga menabrak tanah


*Bugh

__ADS_1


Petra menatap William yang terjatuh dengan tatapan merendahkan.


"Lemah." Ucap Petra.


"!!"


William mendorong Petra menjauh untuk bangkit berdiri dan berniat untuk menyerang Petra lagi.


Namun, Petra menendang dada William hingga ia terdorong jauh.


"Ugh!" Rintih William sakit.


William berguling akibat tendangan Petra.


"S-SIALAN!!!"


William hendak mendekati Petra untuk menyerangnya lagi.


Namun, William mengurungkan niatnya ketika mendengar seseorang memanggil namanya dari arah kerumunan siswa.


"William!!" Panggil salah satu temannya.


"?!"


Setelah mendengar seseorang memanggilnya, William tiba-tiba berhenti dan tidak bergerak.


"?"


Petra sedikit bingung melihat William yang tiba-tiba berhenti.


"Oi, kenapa tiba-tiba berhenti? apakah kamu terlalu takut sampai-sampai kencing di celana?" Ejek Petra.


William yang sedari tadi hanya diam dengan kepala tertunduk, tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menunjukkan wajahnya yang tersenyum.


"Hei Petra, mungkin kamu bisa mengalahkanku jika aku seorang diri, tetapi apabila ada 10 orang, apakah kamu bisa mengalahkan kita semua?" Kata William dengan tersenyum.


"?"


Petra tidak mengerti apa yang dimaksud oleh William


"10 orang? apa maksudmu?" Tanya Petra.


William yang melihat bahwa Petra tidak mengetahui apa niatnya, tertawa sambil menutup mulutnya.


"Kukuku, dasar rakyat jelata bodoh, apakah kamu tidak menyadarinya? seperti yang diduga dari seseorang yang hanya bisa bertarung dan tidak mempunyai otak." Ejek William.


Petra masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh William.


Namun setelah beberapa saat, Petra melihat beberapa murid bangsawan muncul ke depan dari kerumunan siswa dan mengeluarkan pedang mereka dari sarung.


"?!"


Petra langsung mengerti apa yang dimaksud oleh William tadi.


"Hoooh, begitu ya. Aku mengerti." Ucap Petra menyeringai.


Semua murid akademi yang sedari tadi melihat duel bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Hei, siapa orang-orang yang maju kedepan itu? bukankah ini adalah duel?"


"Aku yakin mereka adalah sekelompok bangsawan yang mencoba untuk menjebak Petra."


"Bukankah itu melanggar peraturan?"


Suasana di sekitar murid mulai ricuh akibat beberapa bangsawan yang masuk ke dalam duel Petra dengan membawa pedang bersama mereka.


Namun Petra yang berada di tengah-tengah mereka, hanya tersenyum pahit sambil melihat ke arah bangsawan yang ada disekitarnya


"Menarik sekali, apa yang kalian tunggu? ayo cepat maju dan serang aku, dasar kumpulan bangsawan bodoh." Ucap Petra sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2