Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Pertempuran Melawan Hob-Goblin


__ADS_3

Nix dipentalkan ke langit karena dorongan Hob-Goblin menggunakan pedangnya.


Nix melakukan salto ke belakang dan mendarat mulus di tanah


Nix berlari lagi ke arah Hob-Goblin.


Hob-Goblin mengangkat pedangnya ke langit, dan membantingnya ke tanah hingga tanah bergetar dan menyebabkan gempa kecil.


Nix melompat ke langit untuk menghindari getaran itu.


Namun Hob-Goblin juga melompat ke langit untuk menyerang Nix.


Nix yang tidak bisa menghindar di langit terkena serangan telak dari pedang Hob-Goblin.


"Bwaa!!!!" Hob-Goblin mengayunkan pedangnya.


Nix terpental ke atas karena serangan itu.


*Duar! {Suara tembok hancur}


"Kuh!!!" Nix mengeluarkan darah dari mulutnya.


Nix yang terpental ke tembok atas, segera jatuh ke bawah karena gravitasi yang menariknya.


Hob-Goblin yang sudah mendarat di tanah, sekali lagi melompat ke atas untuk menyerang Nix.


Nix yang masih dalam posisi tidak bisa menghindar, sekali lagi terkena serangan telak dari Hob-Goblin.


"Bwawa!!!" Hob-Goblin menggunakan punggung tangan kirinya untuk memukul Nix.


Nix terkena pukulan Hob-Goblin hingga terpental jauh ke bawah dan menabrak tembok.


*Duar! {Suara tembok hancur}


"Nix!!" Teriak Elvia dan Frederica.


Elvia dan Frederica mengkhawatirkan Nix yang terkena serangan telak 2 kali dari Hob-Goblin.


Namun Nix segera memperlihatkan dirinya dan berkata bahwa dirinya baik-baik saja.


"Tenang saja, aku baik-baik saja." Nix mengusap darah di pipinya.


Elvia dan Frederica menghela napas lega melihat Nix baik-baik saja.


Nix kembali melihat ke arah Hob-Goblin yang sudah mendarat di tanah.


"Cih, jika seandainya sekarang aku tidak menahan diri karena Frederica dan Elvia, mungkin aku sudah memenggal kepalanya dari tadi." Keluh Nix dalam pikirannya.


Nix menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang Hob-Goblin sekali lagi.


"Demi pengalaman mereka berdua, aku harus menahannya sedikit lama lag-"


Tepat ketika Nix ingin maju untuk menyerang Hob-Goblin, tiba-tiba Hob-Goblin menghilang dari pandangan Nix.


"Kyaa!!!"


"?!" Nix mengarahkan pandangannya pada teriakan itu.


Hob-Goblin yang sedari tadi berada di depan Nix, tiba-tiba sudah berpindah tempat ke tempat dimana Elvia sedang berdiri.


"Elvia!!" Nix segera berlari cepat ke arah Elvia.


Dengan kecepatan yang lebih cepat dari biasanya, Nix berhasil sampai di depan Elvia tepat waktu dan memblokir serangan yang dilakukan oleh Hob-Goblin.


*Tang!


Nix menahan serangan pedang Hob-Goblin dengan memegang pedangnya menggunakan kedua tangannya.


"N-nix.." Elvia terkejut karena Nix bisa menolongnya tepat waktu.


"Elvia, tetap fokus pada rencana!" Ucap Nix sambil menahan pedang Hob-Goblin.


Elvia yang mendengar itu segera menganggukkan kepalanya dan berdiri untuk berlari ke arah Frederica yang berada di belakang Hob-Goblin.

__ADS_1


Hob-Goblin yang melihat Elvia berlari di sampingnya berniat untuk menyerangnya.


Namun Nix dengan cepat mengalihkan perhatiannya dengan memantulkan pedang Hob-Goblin ke atas dan melakukan tebasan kecil dari pedangnya untuk melukai kaki kiri Hob-Goblin.


*Slash!


"Guaaaaa!!!!" Hob-Goblin memegang kaki kirinya kesakitan.


Nix lalu melompat dan memutar tubuhnya 360° kedepan untuk menendang dagu Hob-Goblin menggunakan kaki kanannya.


"Guh!!" Kepala Hob goblin terpental ke atas.


Setelah Nix mendarat di tanah, Nix segera melompat kembali ke atas dan melanjutkannya dengan memutar tubuhnya ke samping untuk menendang pipi kiri Hob-Goblin menggunakan kaki kanannya.


"Guh!!" Hob-Goblin terpental jauh ke kiri hingga menabrak tembok akibat tendangan Nix.


*Duar! {Suara tembok hancur}


Setelah melakukan tendangan itu, Nix mendarat kembali di tanah.


Melihat Hob-Goblin yang masih terjatuh, Nix menggunakan kesempatan itu untuk menanyakan situasi Elvia dan Frederica yang berada di depannya.


"Elvia, bagaimana kondisinya?" Tanya Nix.


Elvia menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Nix.


"Hanya tinggal sebentar lagi... 2 menit, apakah kamu bisa menahannya?" Tanya Elvia.


Nix menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Elvia.


"Tentu saja, serahkan padaku." Nix kembali menghadap ke arah tembok di mana Hob-Goblin terpental karena tendangannya.


Di sana, Nix melihat Hob-Goblin yang sudah mulai bangun dari serangannya dan mengambil pedangnya yang jatuh.


"Hanya tinggal 2 menit saja, aku hanya perlu menahannya sedikit lagi." Ucap Nix dalam pikirannya.


Nix menyiapkan kuda-kudanya sebelum berlari ke arah Hob-Goblin.


Hob-Goblin yang sudah berdiri dan memegang pedangnya lagi di tangan kanannya, melihat ke arah Nix yang ada di depannya.


Nix tersenyum pahit melihat teriakan keras Hob-Goblin yang ada di hadapannya.


"Jadi dia sudah mengamuk ya." Ucap Nix sambil tersenyum pahit.


Sebuah Bos atau Sub-bos dapat mengamuk jika mereka sudah sekarat atau merasa situasinya kurang menguntungkan bagi mereka.


Dengan mengamuk/berserk, mereka dapat memperoleh kekuatan yang jauh lebih besar dan bergerak lebih cepat dari biasanya.


Nix yang sebelumnya menendang Hob-Goblin hingga terpental ke tembok, telah membuat Hob-Goblin terancam hingga ia mengamuk.


"Padahal aku sudah menahan diri." Nix menghela napasnya.


Setelah mengetahui bahwa Hob-Goblin sudah mengamuk, agar tidak mengincar Elvia seperti kejadian tadi, Nix dengan cepat meningkatkan kekuatannya sedikit dan berlari ke arah Hob-Goblin.


"Ayo-ayo, bermainlah sedikit lagi denganku Hob-Goblin!!" Nix berlari ke arah Hob-Goblin.


Hob-Goblin juga berlari ke arah Nix.


"GUWAAAA!!!!" Teriak Hob-Goblin.


Ketika keduanya sudah saling mendekat, mereka mengayunkan pedangnya secara bersamaan.


*TANG!


Suara pedang menggema ke seluruh ruangan Sub-bos.


Setelah mengenai pedang Hob-Goblin, Nix dengan cepat mendorong pedangnya ke depan untuk memantulkan dirinya ke belakang.


Hob-Goblin yang melihat itu mengayunkan pedangnya ke arah Nix.


*Slash!


Nix dengan cepat berlari ke depan, dan meluncur menggunakan kedua kakinya ke tanah sambil memundurkan kepalanya 90° ke bawah untuk menghindari pedang besar Hob-Goblin.

__ADS_1


"BUA?!"


Setelah menghindari serangannya, Nix melanjutkan dengan berlari memutari kaki Hob-Goblin sambil menyerang kakinya secara beruntun.


*Slash! Slash! Slash! Slash!


"BWAAA!!!!" Hob-Goblin merintih kesakitan.


Nix terus menerus menyerang kaki Hob-Goblin hingga ia terjatuh dan tidak bisa bergerak.


*BRUK!


Hob-Goblin terjatuh dengan posisi berlutut di tanah.


Setelah membuatnya berlutut, Nix memanggil Frederica dan Elvia yang berada di belakangnya.


"OI!! APAKAH KALIAN SUDAH SIAP?" Teriak Nix.


Elvia dan Frederica yang mendengar pertanyaan Nix menjawab pertanyaannya secara bersamaan.


"YA!! KAMI SUDAH SELESAI!!" Ucap Frederica dan Elvia bersamaan.


Setelah mendengar itu, Nix melompat mundur menjauhi Hob-goblin yang masih jatuh berlutut.


"KALAU BEGITU LAKUKAN FREDERICA!!"


Frederica yang mendengar Nix segera mengarahkan pandangannya ke arah Hob-Goblin sambil memegang gagang pedangnya dengan tangan kanannya.


"Kalau begitu, aku mulai!" Frederica berlari ke arah Hob-Goblin.


"GUWAAAAA!!!!"


Hob-Goblin yang melihat Frederica berlari ke arahnya berniat untuk menyerangnya, namun ia tidak bisa melakukannya karena kakinya sudah sepenuhnya lumpuh akibat serangan Nix.


Frederica terus berlari ke arah Hob-Goblin dengan aura kebiruan yang mengelilingi tubuh dan pedangnya.


Sambil terus mendengar teriakan Hob-Goblin di telinganya, Frederica yang sudah dekat dengan Hob-Goblin perlahan mengeluarkan pedangnya sedikit dari sarungnya.


Aura biru yang mengelilingi tubuh Frederica dan pedangnya perlahan membesar seiring ia membuka pedangnya dari sarungnya.


Dan ketika Frederica sudah berada tepat di hadapan Hob-Goblin yang berlutut, Frederica melompat ke arah kepala Hob-Goblin dan mengeluarkan seluruh pedangnya dari sarungnya.


"TERIMALAH.... INI!!!"


*Slash!


Dengan kecepatan luar biasa, Frederica yang berada tepat dihadapan kepala Hob-Goblin dalam sekejap berpindah tempat ke belakangnya dan membelah lehernya.


*Crosh!!!


Darah Hob-Goblin menyembur keluar dari badannya, diikuti oleh kepala Hob-Goblin yang terjatuh di tanah.


Frederica yang telah membelah Hob-Goblin mendarat di tanah dan memasukkan pedangnya perlahan ke dalam sarungnya.


"Sudah... selesai."


Setelah mengucapkan kalimat itu, Frederica berjalan perlahan memutari badan tanpa kepala Hob-goblin yang masih berlutut untuk melihat Nix dan Elvia yang berada di depannya.


"Kamu berhasil Frederica!!" Elvia berlari ke arah Frederica.


"Ya, Terima kasih atas dukunganmu Elvia!" Ucap Frederica.


Nix juga menghampiri Frederica yang berada tidak jauh darinya.


"Gimana? rasanya membelah kepala sub-bos dalam 1 kali tebasan?" Tanya Nix


Frederica tertawa kecil mendengar pertanyaan Nix.


"Seperti yang kau bilang, rasanya sangat memuaskan." Frederica tersenyum ke arah Nix.


Nix mengacungkan jempol tangan kanannya ke arah Frederica.


"Kerja bagus Frederica." Ucap Nix

__ADS_1


"Ya, kau juga Nix." balas Frederica.


Di balik kesenangan Nix dan party nya setelah membunuh Sub-Bos, terlihat bayangan seseorang yang mengawasi mereka dari jauh.


__ADS_2