Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Penghargaan


__ADS_3

"Para siswa akademi yang saya banggakan, dengan berhasilnya kalian mengikuti ujian kenaikan peringkat kali ini, status peringkat kalian telah naik menjadi perak."


"Tetapi janganlah cepat merasa senang, sebab perjalanan kalian masih panjang, dan masih banyak lawan kuat yang belum kalian lawan."


"Oleh sebab itu, berusahalah untuk menaikkan peringkat kalian lebih tinggi lagi kedepannya." Kata Revedios pada siswa.


Para siswa hanya diam mendengarkan Revedios.


"Untuk Ujian kenaikan peringkat berikutnya, kalian akan diberitahu di bulan selanjutnya. karena itu, kalian bisa bersantai dahulu dan mengikuti jadwal pelajaran akademi seperti biasa."


"Jadwal pembelajaran akan dikirimkan bersamaan dengan lencana perak di kamar kalian masing-masing. Sekian pemberitahuan dari saya."


Setelah pemberitahuan dari Revedios. Seorang siswa OSIS maju ke podium menggantikan Revedios.


"Perkenalkan, nama saya adalah Liana Lebrouch, salah satu dari perwakilan OSIS yang akan memberitahu kalian mengenai penghargaan yang akan diberikan pada murid terbaik dalam ujian peringkat kali ini."


"Liana Lebrouch adalah siswa perempuan dengan rambut pirang, kulit berwarna putih, mata biru, dan tubuh langsing."


"Dia juga mengenakan berbagai aksesoris seperti anting dan gelang emas di tangan kanannya."


Semua siswa yang melihat ke arahnya seketika terpesona dengan kecantikannya.


Nix yang juga merupakan seorang lelaki, juga sedikit tertarik ketika melihatnya.


"Penghargaan ini adalah penghargaan yang diberikan kepada siswa terbaik yang berhasil memenangkan pertandingan dalam kurun waktu singkat dan kualitas kemampuan bertarung yang bagus. Sekarang, saya minta kalian untuk tetap tenang selagi saya membacakannya." Minta Liana.


Semua siswa yang sedari tadi mengobrol mengenai kecantikan Liana, terdiam ketika Liana memintanya.


Liana yang melihat suasana sudah menjadi kondusif, langsung melanjutkan pidatonya.


"Dari 500 siswa yang berhasil lolos ke peringkat perak, 3 siswa telah dikategorikan sebagai 3 siswa terbaik dalam ujian peringkat kali ini. Kategori terbaiknya ada 3."


"Yaitu siswa dengan kemenangan tercepat, siswa dengan kemampuan bertarung terbaik, dan siswa dengan kemampuan bertahan terbaik."


"Untuk nama siswa yang akan dipanggil, harap segera maju kedepan panggung untuk menerima penghargaan."


Setelah Liana selesai memberi penjelasan, dia mengeluarkan sepucuk kertas dari sakunya.


Kertas itu adalah daftar dari siswa terbaik yang lolos di ujian peringkat bulan ini.


"Baiklah, mari kita mulai dengan kategori siswa dengan kemenangan tercepat, siswa dengan kemenangan tercepat di ujian peringkat kali ini adalah..."


Semua siswa penasaran dengan nama siswa yang akan disebut.


Nix melihat pertarungan di arena sampai gilirannya dipanggil, dan selama ia melihat pertarungan sampai babak 21, tidak ada orang yang mampu memenangkan pertandingan dengan begitu cepatnya, Rata-ratanya adalah sekitar 5 menit.


Namun dalam kasus Nix, dia memenangkannya dalam 10 detik.


Karena itu, Nix yakin bahwa dirinyalah yang akan dipanggil oleh Liana.

__ADS_1


"Hey, bukannya itu pasti orang itu? yang bertarung di babak 43?


"Iya bukan? yang mengalahkan lawannya sebelum 3 detik itu."


"Lawannya bahkan tidak bisa mendekat."


Beberapa siswa mulai berkomentar mengenai siswa yang disebut-sebut sebagai siswa tercepat dalam mengalahkan lawannya yang tidak lebih dari 3 detik.


Nix tidak tau siapa orang itu, dan ia juga tidak melihatnya. Sebab Nix hanya melihat di stadium sampai gilirannya dipanggil, setelah itu ia keluar dan kembali ke kamar asramanya untuk berbaring.


Nix penasaran dengan orang yang disebut-sebut sebagai tercepat ini.


Setelah para murid ribut membicarakan siapa yang merupakan tercepat, Liana yang berada di podium langsung mengatakan nama siswa yang merupakan siswa tercepat dalam ujian peringkat bulan ini.


"Namanya adalah Teroine Petra!!"


Semua siswa yang mendengar itu sontak menengok ke sekitar mereka, mencoba untuk mencari orang yang bernama Teorine Petra.


Dan ketika suasana menjadi ricuh, sebuah siswa dengan rambut biru dan pedang merah di pinggangnya, maju ke depan dan menaiki panggung untuk menjawab panggilan.


Semua orang yang melihat ke arah siswa itu langsung mengenal siapa dia.


Ya, dia adalah nama siswa yang disebut sebagai tercepat di ujian peringkat kali ini, Teorine Petra.


Setelah menaiki panggung, Teorine Petra berjalan ke arah samping podium dan berdiri di sana sambil melihat ke arah siswa.


Liana yang melihat Teorine Petra sudah berdiri di panggung, langsung segera melanjutkan pidatonya.


"Jika kalian melihat pertandingan di babak pertama, seharusnya kalian sudah tau orangnya. Ya, orang itu adalah...."


Nix sudah tau siapa orangnya.


"Frederica Nobel!!"


Nix tersenyum mendengar prediksinya benar.


"Jadi itu namanya ya..." Ucap Nix dalam hati


Setelah melihat babak pertama, Nix sempat mencari tau mengenai siswa perempuan yang dia lihat, sebab ia tertarik dengan gaya bertarungnya.


Ia sempat mencari tau dengan mendatangi ruang tunggu untuk menunggu perempuan itu keluar.


Tetapi sebelum Nix datang ke sana, seorang panitia mengatakan bahwa perempuan itu sudah keluar sebelum ia datang.


Karena itu Nix menyerah untuk mencarinya, sebab hanya membuang-buang waktu jika ia mencarinya di wilayah akademi yang begitu luas.


"Orang dengan nama Frederica Nobel diharapkan untuk maju ke atas panggung." Ucap Liana dari podium.


Tidak lama setelah itu, seorang siswa perempuan maju ke depan barisan siswa dan menaiki panggung untuk menjawab panggilan Liana.

__ADS_1


Siswa itu adalah Frederica Nobel.


Frederica Nobel mengambil tempat persis disebelah Teorine Petra yang merupakan siswa tercepat.


Setelah melihat Frederica Nobel sudah naik, Liana segera melanjutkan pidatonya untuk memanggil nama siswa terakhir.


"Dan terakhir, yang merupakan kategori siswa dengan kemampuan menyerang terbaik, diberikan pada siswa dengan nama..."


Semua siswa beramsumsi bahwa siswa dengan kemampuan menyerang terbaik adalah Teorine Petra yang merupakan siswa tercepat dalam mengalahkan lawannya.


Namun, gagasan itu segera dibantah oleh nama yang disebutkan oleh Liana.


"Nama itu adalah Nixerick Xiphos!!"


Semua siswa yang mendengar nama Nix mulai mencari ke sekitar untuk melihat wajahnya.


Itu sebab mereka tau wajah Nix dari kejadian yang dimana Nix dirundung oleh sekelompok bangsawan di gerbang masuk akademi.


Nix yang mendengar namanya dipanggil, langsung berjalan perlahan ke depan barisan siswa dan naik ke atas panggung.


Sama seperti Frederica Nobel, ia mengambil tempat persis disebelah Frederica yang berada di sebelah Teorine.


Setelah Liana selesai menyebutkan semua nama siswa, Liana kembali melanjutkan pidatonya.


"Mari kita bertepuk tangan terhadap 3 siswa yang berhasil meraih kategori siswa terbaik di ujian peringkat bulan ini."


*Prok Prok Prok Prok


Semua siswa yang berada di aula bertepuk tangan menanggapi permintaan Liana.


"Kalau begitu, untuk 3 siswa dengan kategori terbaik bulan ini, akan mendapat keistimewaan khusus berupa pemberian lencana langsung dari akademi serta mendapatkan lencana perak yang telah dilapisi oleh lapisan emas disekitarnya."


Liana memberikan isyarat kepada anggota OSIS yang berdiri dibelakangnya untuk memberikan 3 Lencana kepada 3 siswa terbaik.


Anggota OSIS itu dengan beurutan mulai memakaikan lencana perak itu pada ketiga siswa terbaik termasuk Nix.


Setelah selesai memakaikan lencana, Liana meminta semua murid untuk kembali bertepuk tangan.


"Kalau begitu, semua acara pada ujian peringkat bulan ini telah selesai, untuk yang belum mendapatkan penghargaan, saya berharap agar kelak bisa mendapatkannya dilain kesempatan."


"Sekian dari pidato saya, saya ucapkan terimakasih, para murid Akademi bisa kembali ke asrama kalian sekarang."


Setelah mendengar bahwa Liana telah membubarkan siswa dan turun dari podium, salah satu dari 3 murid terbaik, Teorine Petra, dengan cepat naik ke podium dan mengatakan sesuatu lewat pengeras suara.


"Semua orang bangsawan yang ada di akademi sihir ini, adalah orang gagal yang tidak akan pernah meraih peringkat Emerald, karena mereka semua adalah sampah." Ucap Petra.


Para murid yang mulai keluar dari Aula, berhenti berjalan untuk melihat ke asal suara yang ada di podium.


"Apa katamu barusan?!" Teriak salah satu siswa bangsawan.

__ADS_1


Petra tersenyum melihat bangsawan tersebut marah.


"Apakah kalian tuli? sudah kubilang bahwa semua bangsawan yang ada di Akademi ini adalah SAMPAH."


__ADS_2