Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Ujian Kenaikan Peringkat


__ADS_3

"Semuanya, hari ini telah ditetapkan oleh Akademi sebagai ujian kenaikkan peringkat pertama kalian di bulan pertama kalian memasuki Akademi."


"Oleh sebab itu, kalian akan diarahkan menuju Stadium yang merupakan tempat dimana ujian berlangsung."


"Perlu diingat, bahwa sistem pemilihan lawan adalah acak, dan semua orang diharapkan untuk membawa senjatanya masing-masing untuk digunakan pada ujian."


"Apabila kalian tidak mempunyai senjata, maka panitia ujian sudah menyediakannya di stadium. sekian dari informasi saya, Terima kasih."


Semua murid segera dibubarkan untuk mengambil senjata mereka masing-masing dan pergi ke stadium.


...----------------...


Setelah semua murid mengambil senjata mereka masing-masing dan pergi ke stadium, ujian kenaikkan peringkat segera dimulai.


Di tengah-tengah stadium, terdapat sebuah arena kecil yang terdiri dari 20 arena.


Masing-masing arena diisi oleh 2 siswa yang bertarung, dengan total 20 siswa setiap pertarungan, siswa Akademi yang berjumlah total 1000 siswa akan cepat mendapat giliran hingga ujian selesai.


"Baiklah, mari kita mulai ujian kenaikkan peringkatnya!!" Ucap komentator ujian


Semua siswa yang hadir di stadium bergumuruh semangat.


Tetapi Nix yang berada di tengah-tengah mereka, hanya terdiam sambil melihat ke arah arena.


Di sana, Nix melihat 20 orang yang sudah dipanggil secara acak untuk bertarung.


Karena Nix masih belum mendapat gilirannya. Nix memutuskan untuk melihat bagaimana pertandingan di arena berlangsung.


20 Orang yang dipanggil sudah mengeluarkan senjata mereka masing-masing untuk bertarung.


"Semuanya Siap!" Ucap wasit arena.


Setelah semua murid telah bersiap untuk bertarung, pertandingan langsung dimulai.


"Ujian Kenaikkan peringkat, dimulai!"


Semua siswa yang ada di arena mulai mendekati lawan mereka masing-masing untuk menyerang.


Kurang Dari 5 menit, dari 20 pertandingan yang berlangsung, beberapa pertandingan telah selesai dengan cepat.


Nix berfokus melihat salah satu arena dimana pertarungannya diikuti oleh seorang wanita yang terus menghindari serangan lawannya.


Di pertarungan tersebut, seorang lelaki yang terlihat menggunakan pedang terus menyerang lawannya secara membabi buta.


Tetapi serangannya tidak ada yang mengenai wanita itu, dan wanita itu juga tidak menyerangnya.


Wanita itu berambut hitam, memiliki tubuh dengan tinggi sekitar 171 Cm, dan tubuh yang terlihat ideal. Omong-omong, tinggi badan Nix sekitar 177 Cm.


Wanita itu masih belum mengeluarkan pedangnya dari sarung.


Di lihat dari mata Nix, wanita itu sama sekali tidak mengeluarkan hawa membunuh. Malahan, wanita itu terlihat sangat tenang dan santai dalam menghadapi lawannya yang terus menyerangnya secara membabi buta.

__ADS_1


Nix terus memperhatikan wanita itu menghindari serangan lawannya, dia sedikit terpesona dengan bagaimana wanita itu terus menghindari serangan lawannya dengan indah.


Setelah 10 menit, semua pertandingan pertama telah selesai dan hanya menyisakan 1 pertandingan.


Pertandingan itu adalah pertandingan yang dilihat Nix sejak awal, pertandingan yang dimana seorang siswa perempuan terus menghindari serangan lawannya tanpa membalasnya.


Semua murid akademi yang berada di stadium terfokus melihat 1 pertandingan terakhir yang masih berlangsung.


Di sana terlihat seorang siswa laki-laki yang sudah kelelahan akibat terus menyerang lawannya yang mengindari serangannya berkali-kali.


Para siswa yang melihat itu pun bertanya-tanya mengenai identitas perempuan yang selalu menghindari serangan lawannya dengan lincah.


"Oi-oi, adakah yang kenal dengan gadis itu?


"Apakah dia bangsawan?"


"Dia pasti seorang ahli pedang."


Semua Penonton terkesima melihat wanita itu terus menghindari serangan lawannya dengan sempurna.


Setelah beberapa menit, lelaki yang menyerang wanita itu terdiam karena kelelahan.


Wanita itu yang melihat lawannya sudah berhenti menyerang, mulai mendekat ke arah lawannya perlahan


Lawannya yang melihat wanita itu perlahan mendekat ke arahnya, sedikit demi sedikit berjalan mundur menjauhinya.


Setelah beberapa saat, laki-laki itu yang terus mundur hingga batas arena, tidak bisa lagi mundur lebih jauh lagi.


Lawannya yang masih kelelahan, mencoba untuk menyerang lagi wanita itu dengan pedangnya, Tetapi wanita itu terus menghindari serangannya.


Dan ketika lawannya berhenti menyerang, wanita itu menyandung salah satu kakinya, dan mendorong tubuhnya ke luar dari arena.


Dengan itu, pertandingan telah selesai dimenangkan oleh wanita itu


Semua penonton yang melihat pertarungan itu hanya terdiam karena menganggap pertarungan tadi tidak terlihat seperti pertarungan yang sebenarnya.


"Apakah itu bisa disebut pertarungan?"


"Kasihan sekali, wanita itu mempermainkan lawannya."


"Seriusan? tanpa mengeluarkan pedangnya sama sekali?


Semua penonton sibuk berkomentar tentang pertandingan yang barusan mereka lihat.


Dan dengan pertandingan itu selesai, ujian kenaikan peringkat pada babak pertama telah sepenuhnya selesai.


...----------------...


Setelah menunggu selama 3 jam, tepatnya pada babak ke 21, nama Nix akhirnya dipanggil untuk bertarung di arena.


Nix segera turun ke bawah arena untuk bertarung.

__ADS_1


Di sana, Nix diarahkan untuk memasuki Arena 3 yang terletak di tengah.


Ketika sudah sampai di arena 3, Nix melihat lawannya yang berada di arah berlawanan dengannya.


Lawannya mengenakan pedang seperti lawan pada umumnya.


Omong-omong, Nix juga mengenakan pedang, walau sebenarnya dia merupakan pengguna aliran pedang ganda.


"Semuanya Siap!" Ucap wasit arena.


Nix segera menyiapkan ancang-ancang untuk menyerang.


Tangannya diletakkan di gagang pedangnya yang berada di pinggul kirinya, bersiap untuk mencabutnya ketika pertarungan dimulai.


"Ujian Kenaikkan peringkat, dimulai!"


Nix langsung mencabut pedangnya dan berlari menuju lawannya.


Lawannya juga berlari ke arahnya.


Nix melakukan lari zig-zag untuk mengelabui lawannya.


Lawannya yang terkecoh oleh bayangan dari larinya, menebas ke salah satu bayangan Nix yang merupakan pengecoh.


Nix dengan cepat berpindah ke belakang lawannya.


Lawannya yang terkejut, tidak sempat untuk melakukan posisi bertahan, ditebas oleh Nix dengan pedangnya.


*Slash


Lawannya yang ditebas terpental hingga keluar arena.


Nix yang telah mengeluarkan lawannya dari arena, memperoleh kemenangan secara otomatis.


"Pertandingan telah dimenangkan oleh Nix!" Ucap wasit mengakhiri pertandingan.


"Sangat mudah." Kata Nix sambil memasukkan pedangnya ke sarungnya.


Dengan begitu, pertarungan ujian kenaikan peringkat pertama Nix telah dimenangkan olehnya.


...----------------...


5 Jam setelah pertandingan Nix, Ujian kenaikan peringkat telah sepenuhnya selesai.


500 dari 1000 siswa yang telah memenangkan pertandingan, diberitahu untuk segera berkumpul di aula untuk menerima penghargaan beserta lencana perak.


Para OSIS dan Guru yang termasuk dalam panitia ujian, berdiri di belakang podium sambil melihat ke arah murid yang berdiri di bawah panggung.


Salah satu dari guru tersebut, yang merupakan seorang laki-laki muda berumur sekitar 20 tahunan dengan rambut pirang, maju ke depan podium untuk memberikan Pidato.


"Para murid Akademi sihir yang saya banggakan, perkenalkan, nama saya adalah Revedios D Roma, pemimpin sekaligus perancang dalam ujian kenaikan peringkat Akademi sihir."

__ADS_1


"Saya harap untuk kedepannya saya bisa lebih mengenal kalian selama saya berada di Akademi ini." Ucap Revedios dengan tersenyum.


__ADS_2