
"Apa yang baru saja kamu lakukan?" Nix menatap tajam ke arah Lilith dari dalam kubus.
Lilith tersenyum melihat ke arah Nix yang terkurung.
"Apa yang kulakukan? yah, itu sangat sederhana. Aku akan mengirimmu ke ujung dunia sekarang." Ucap Lilith.
Nix mengernyitkan matanya mendengar perkataan Lilith.
"Ujung dunia? untuk apa kamu melakukan itu jika kamu bisa membunuhku di sini sekarang?"
Lilith tertawa kecil mendengar perkataan Nix.
"Membunuhmu? ahahahaha, jangan kira aku akan terpancing oleh omonganmu itu." Lilith menunjuk ke arah dengan Axel dengan jari telunjuknya.
Nix mengigit bibirnya melihat Lilith menunjuk ke arah Axel.
"Cih! ketahuan ya?" Nix kesal karena Lilith menyadari rencananya.
Sebelumnya, sesaat sebelum Nix bertarung melawan Lilith, Nix menyisipkan beberapa rencana apabila dirinya kehabisan energi.
Rencana itu adalah penyaluran energi, sebuah teknik dimana 1 orang memberikan energinya kepada orang lain.
Penyaluran energi dapat dilakukan dengan memfokuskan energinya kepada energi orang yang ingin diberikannya.
Itu cukup membutuhkan banyak waktu, sebab seseorang yang akan memberikan energinya harus mengenali energi orang yang akan disalurkannya.
Dan itu tidaklah mudah, sebab merasakan energi seseorang perlu kefokusan yang sangat tinggi.
Itu karena energi seseorang bermacam-macam dan untuk menemukan salah satunya sangatlah sulit.
Axel yang sedari tadi tidak mengikuti pertempuran, tengah berfokus merasakan energi Nix.
Dan ketika Axel sudah mulai merasakannya dan memberi kode pada Nix dari jauh, Nix segera mengeluarkan Energy area pada Lilith untuk menyerangnya.
Energy Nix dalam sekejap habis karena itu, namun karena Axel sudah bersiap untuk menyalurkan energinya, Nix tidak merasa khawatir.
Namun rencana itu ternyata sudah diketahui oleh Lilith dan Lilith memilih untuk mengasingkan Nix daripada membunuhnya.
Sebab Lilith tau bahwa dirinya tidak bisa membunuh Nix jika ia mengaktifkan energy field.
"Jadi karena itu kamu memilih untuk memindahkanku ya..." Gumam Nix pelan.
Axel yang melihat Nix dari kejauhan segera berteriak kearahnya untuk bertanya apa yang sedang terjadi.
"Nix!! kenapa kamu diam saja sedari tadi?! bukankah aku sudah memberikan energi ku padamu?!!" Teriak Axel.
Nix yang mendengarnya sekilas, segera menyalakan kembali bilah pedang cahayanya dan mengarahkannya ke arah kubus biru yang mengurungnya.
*Slash Slash
*Bzztt bzztt
Kubus biru itu tidak menunjukkan adanya kerusakan sedikit pun dari serangan Nix.
"Sepertinya percuma..." Nix memutuskan untuk menghilangkan bilah cahayanya.
Kubus biru yang mengurung Nix semakin bersinar, menandakan bahwa sebentar lagi akan aktif.
Menyadari bahwa waktunya tersisa sedikit sebelum dirinya menghilang, Nix Berteriak ke arah Axel dibelakangnya.
"Ketua!!!! dengarkan aku!" Teriak Nix ke arah Axel yang berada jauh di belakangnya.
Axel yang berada di belakang hanya sekilas mendengar Nix yang berteriak ke arahnya, namun dia tidak bisa mendengar jelas perkataan yang diucapkan Nix.
__ADS_1
Alhasil, Axel hanya melihat bibir Nix yang bergerak sambil menghadap ke arahnya.
"Apa yang kamu katakan Nix?!!" Teriak Axel.
Nix yang melihat Axel seperti orang panik yang memanggilnya, menyadari bahwa suaranya tidak dapat terdengar olehnya.
"Tidak terdengar ya? yah, sepertinya aku tidak bisa mengucapkan salam perpisahan padanya." Ucap Nix pelan.
Nix melihat ke atas dan memejamkan matanya untuk memikirkan rencana kedepannya setelah dipindahkan ke ujung dunia.
Sebab di kehidupan sebelumnya, Nix belum pernah berpetualang sampai ke ujung dunia.
Yang berarti lingkungan di sana masih asing bagi Nix.
Sambil memikirkan itu, cahaya yang menyinari kubus biru itu semakin terang dan mengeluarkan asap.
"Manusia, bolehkah aku tau namamu sebelum kamu menghilang?" Tanya Lilith.
Nix tersenyum mendengar pertanyaan Lilith.
"Nixerick Xiphos, orang-orang biasa memanggilku Nix."
"Begitu ya, Nix. Aku akan mengingatnya." Ucap Lilitih
Setelah Lilith mengatakan itu, kubus biru yang mengurung Nix semakin bersinar terang hingga mengeluarkan listrik.
Hingga Nix yang berada di dalamnya tidak bisa melihat Lilith yang berada di luarnya.
Tidak lama setelah itu, kubus biru itu bergetar, dan sebelum Nix menyadarinya, dirinya sudah dipindahkan ke ujung dunia.
*Zap!
...----------------...
[Tahun 3020, Ujung Dunia]
Setelah berpindah ke ujung dunia, Nix diperlihatkan dengan pemandangan gunung es dan kabut putih yang menutupi pandangannya.
"Ini... ujung dunia?" Nix melihat ke sekitarnya untuk memeriksa.
Namun di sekitarnya, tidak ada apapun yang bisa dilihat karena tertutup oleh abu putih.
Nix memutuskan untuk berdiri, dan melihat ke matahari untuk mengetahui mata angin.
Namun seperti yang diduga, Nix bahkan tidak bisa melihat ke arah matahari karena tertutup oleh abu putih.
karena itu, Nix dengan pasrah hanya berjalan lurus tanpa tujuan melewati gunung es dan salju.
...----------------...
*Srak srak {Suara salju yang diinjak}
Sudah 1 jam sejak Nix berjalan lurus tanpa beristirahat.
Dan Nix belum menemukan sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.
Abu putih kencang yang terus bertiup hingga menutupi pandangan Nix, membuat Nix kesusahan dalam memeriksa sekitarnya.
"Dinginnya.." Ucap Nix sambil terus berjalan tanpa arah.
Karena Nix masih belum menemukan apa-apa hingga sekarang, Nix berhenti sejenak untuk beristirahat.
"Sebenarnya ke arah mana aku berjalan?" Ucap Nix bingung.
__ADS_1
Nix berdiri diam untuk menajamkan instingnya, karena barangkali dia bisa menemukan sesuatu dari itu.
"Fokus.... fokus.." Nix menghembuskan napas perlahan.
Setelah beberapa saat menajamkan instingnya, Nix merasakan ada beberapa tanda kehidupan yang datang ke arahnya.
"Kanan? tidak, kiri ya?" Nix melihat ke arah kirinya
Tanda kehidupan itu terus mendekat ke arah Nix, dan itu bukan hanya 1, namun ada 5.
Nix segera menyiapkan pedangnya dan menyalurkannya dengan energi.
Namun ketika dia menyalurkannya, Nix merasakan pandangannya mulai kabur dari matanya.
"Ugh." Nix memegang kepalanya karena pusing.
Itu dikarenakan tubuhnya yang sudah kelelahan akibat terus bertarung sebelumnya.
Tidak lama setelah itu, suara serigala terdengar di Nix.
*Grrrrr!!
Nix segera menghadap ke asal suara itu.
"Heh, 5 serigala ya?" Nix melihat ke kawanan serigala yang berada di depannya.
Nix segera menahan rasa pusing yang terus dia rasakan di kepalanya, dan mencoba untuk berfokus pada lawannya di sekarang.
*Groarr!!
Salah satu dari serigala itu melompat untuk menyerang Nix.
Nix langsung menebaskan pedangnya ke arah serigala itu
*Slash
Tubuh serigala itu terbelah menjadi 2.
*Grrrr groarrr!!!
Setelah membunuh 1 serigala itu, 4 serigala lainnya langsung melompat ke arah Nix secara bersamaan.
Nix langsung menebaskan pedangnya ke arah kawanan serigala itu.
*Slash Slash Slash
3 dari serigala itu berhasil dibelah dengan pedang Nix.
Namun satu dari serigala itu berhasil menghindar dan mengigit bahu Nix.
"Ukh!" Nix langsung memegang badan serigala itu dan menusukkannya menggunakan pedangnya.
*Slash
Serigala itu langsung melepaskan gigitannya setelah ditusuk oleh Nix dan terjatuh ke salju.
Nix mengalami pendarahan karena gigitan itu
"Ugh!" Nix merasakan pusingnya semakin parah.
Nix yang sudah tidak kuat dengan kepalanya yang semakin pusing akhirnya terjatuh.
*Buk
__ADS_1
Pandangan Nix semakin lama semakin kabur.
Hingga akhirnya, Nix yang tidak kuat pingsan di bawah salju yang terasa dingin.