
Di suatu tempat di belakang akademi, dimana hanya ada pepohonan dan tidak ada 1 orang pun yang terlihat di sana, seorang bangsawan laki-laki memukuli Nix hingga babak belur.
*Buk Buk!* {Suara pukulan}
"Gara-gara kau! gara-gara kau citraku terlihat buruk di hadapan siswa lain!!" Ucap Bangsawan itu sambil memukul Nix.
Nix hanya terdiam menerima pukulan bangsawan itu.
Nix sama sekali tidak merasa sakit dipukuli olehnya, malahan. Dia ingin urusan ini cepat selesai dan segera kembali ke kamar asramanya untuk berbaring di ranjangnya.
Bangsawan laki-laki itu terus memukuli Nix hingga Nix terjatuh di tanah.
itu sebenarnya hanyalah akting Nix agar semuanya dapat cepat selesai.
Setelah beberapa saat ketika bangsawan laki-laki itu mulai kehabisan nafas, bangsawan laki-laki itu menghentikan pukulannya sebentar dan melanjutkannya dengan menendangkan kakinya ke arah perut Nix.
"Apakah kamu sudah mengerti? Inilah akibatnya seorang rakyat jelata berani melawan bangsawan!!" Ucap laki-laki bangsawan tersebut.
2 Wanita yang berada di belakang bangsawan laki-laki itu melihat Nix yang di tendang dengan tatapan merendahkan.
"Dipukuli begitu saja sudah ambruk, dasar cacing!" Ucap salah satu Bangsawan gadis.
"Sudah kubilang kan? kalau kamu akan menerima akibatnya karena melawan kami!"
Nix sekilas melirik ke arah wanita itu, dan setelah itu dia kembali memejamkan matanya.
Bangsawan laki-laki itu yang masih belum puas menendang Nix. Mengeluarkan sebilah pisau dari bajunya yang pernah ia keluarkan saat di depan gerbang dulu.
"Charles, apakah kamu benar-benar akan melakukannya?" Tanya salah satu gadis bangsawan tidak yakin.
Charles menarik kerah baju Nix untuk mengangkatnya ke batang pohon, dan dia menempelkan bilah pisaunya ke arah leher Nix.
"Apakah kamu sudah paham? Penghinaan yang aku rasakan waktu itu, akan kubalas dengan nyawamu, persiapkan dirimu dasar sampah!" Ucap Charles dengan niat membunuh.
Salah satu wanita bangsawan yang melihat Charles serius akan membunuh Nix, langsung berkata padanya untuk berhenti.
"Charles, bukankah kamu sudah terlalu jauh? jika kamu melanjutkannya lebih dari ini, maka kamu benar-benar bisa terkena masalah loh." Ucap salah satu Gadis itu.
"Aku tidak peduli!! asalkan aku bisa membuat orang ini mati karena telah menghinaku, aku sudah puas dengan itu!" Bentak Charles.
Wanita bangsawan itu tidak lagi bertanya kepada Charles.
Nix yang membuka matanya untuk melihat Charles di depannya, melihat tangannya yang gemetaran ketika memegang pisau.
"Anak ini, apakah dia benar-benar serius ingin membunuhku?" Pikir Nix ketika melihat tangan Charles.
Charles yang memegang pisau dengan tangannya yang gemetar, menjauhkan bilah pisau dari leher Nix dan mengarahkan ujungnya ke arah dada Nix.
__ADS_1
"Hehehe, lihat ini. Aku akan membunuhmu sekarang, gimana? kau takut kan? kau merasa ingin kencing di celana kan?" Ucap Charles sambil mengarahkan pisaunya ke dada Nix.
Nix hanya diam mendengar pertanyaan Charles.
Charles yang kesal karena dari tadi Nix hanya diam, menarik mundur pisaunya dari dada Nix, dan menghunuskannya ke dada Nix untuk menusuknya.
"MATILAH!!!!!" Teriak Charles sambil menghunuskan pisaunya ke arah Nix.
Nix yang melihat itu, langsung menendangkan kakinya ke arah perut Charles.
"Maaf, tetapi aku tidak berniat untuk mati sekarang." Ucap Nix.
Charles terpental ke belakang karena tendangan Nix.
Bangsawan wanita yang melihat itu terkejut.
"A-apa apaan itu barusan?" Ucap salah satu Bangsawan wanita terkejut.
Charles yang barusan terpental, berdiri sambil memegang perutnya karena kesakitan dan menatap tajam ke arah Nix.
"Kamu!!! beraninya!!"
Nix merasakan hawa membunuh dari tatapan itu.
Aslinya, Nix tidak berniat untuk melawan ketika dia dipukuli, tetapi ketika dia tau bahwa dia benar-benar akan dibunuh, dia tidak punya pilihan lain selain melawan.
Charles yang melihat Nix dengan tatapan membunuh, maju ke arah Nix dengan memegang pisau lurus di depan dadanya untuk menusuk Nix.
Nix yang melihat itu menggeser tubuhnya kesamping itu menghindari pisaunya.
"?!"
Charles yang tidak menduga bahwa Nix akan menggeser tubuhnya ke samping, memutar badannya untuk menebas Nix.
*Slash
Tebasan itu tidak mengenai Nix.
Charles melanjutkannya dengan menusukkan pisaunya lurus ke arah wajah Nix.
Nix menghindarinya dengan menggeser mukanya ke samping, lalu menangkap tangan Charles yang memegang pisau, dan menendang salah satu kakinya hingga membuat Charles kehilangan keseimbangan.
"?!"
Ketika Charles terjatuh, Nix memukul tengkuknya sesaat sebelum dia menyentuh tanah untuk membuatnya pingsan.
*Bruk!
__ADS_1
Charles kehilangan kesadarannya ketika terjatuh di tanah.
Gadis Bangsawan yang melihat kejadian itu tidak jauh dari tempat Nix berada, merasa ketakutan ketika melihat Nix menatap ke arah mereka.
"Bawa pria ini untuk dirawat, dan bilang padanya, lain kali aku tidak akan menahan diri apabila dia datang padaku lagi, ingatkan baik-baik itu di kepalanya." Ucap Nix pada Gadis bangsawan itu.
Setelah mengatakan itu, Nix menarik bagian belakang baju Charles dan melemparkannya ke arah para gadis.
2 Gadis bangsawan yang melihat itu segera membopong Charles dengan meletakkan tangannya di belakang punggung mereka masing-masing.
Setelah itu, mereka pergi meninggalkan Nix yang masih berada di sana.
"Akhirnya selesai juga.." Ucap Nix menghela nafas.
...----------------...
Setelah kejadian itu, Nix kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Dia langsung melemparkan tubuhnya ke kasurnya seperti saat pertama kali dia masuk ke kamarnya.
"Enaknya..." Ucap Nix.
Sambil berbaring, Nix memikirkan apa yang akan terjadi padanya karena dia membuat seorang bangsawan pingsan.
"Mungkin aku akan diancam, atau juga dikirimi pembunuh seperti saat itu." Pikir Nix dalam hati.
Nix terpaksa melawan Charles karena dia benar-benar akan dibunuh olehnya jika ia tidak melawannya saat itu.
Untungnya, saat itu tidak ada orang lain yang melihat, jadi itu juga termasuk menguntungkan karena tidak ada saksi yang akan melaporkan kejadian itu kepada Akademi sekarang.
"Tetapi, apakah pria yang bernama Charles itu akan melaporkannya setelah ia bangun? Yah, 2 bangsawan wanita itu juga bisa melaporkannya sih." Cemas Nix.
Setelah Charles bangun dari pingsannya, kemungkinan besar dia akan kembali datang ke Nix untuk membalasnya dengan lebih parah dari sebelumnya, walau sebenarnya Nix tidak akan kalah dengan orang seperti mereka.
"Yah, karena sudah terjadi, maka biarlah terjadi." Ucap Nix dengan pasrah.
Ketika memikirkan itu, sebuah suara pegumuman yang terdengar seperti suara perempuan terdengar di telinga Nix.
"Perhatian kepada seluruh Siswa Akademi, sekali lagi, mohon perhatiannya kepada seluruh siswa Akademi.
Suara itu berasal dari sebuah megaphone yang terpasang di setiap gedung di Akademi.
Karena jumlahnya yang cukup banyak dan suaranya yang keras, suara itu sampai masuk ke dalam kamar asrama Pria.
"Kepada seluruh siswa Akademi, ujian kenaikan peringkat akan segera dilaksanakan hari ini."
"Sekali lagi, ujian kenaikan peringkat akan segera dilaksanakan hari ini. Oleh karena itu, diharapkan kepada semua siswa Akademi untuk segera berkumpul di aula Akademi sekarang."
__ADS_1