Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Seorang Perempuan Di Ujung Dunia


__ADS_3

*Srak srak srak {Suara kaki menginjak salju}


Di sebuah tempat di ujung dunia, seorang perempuan yang mengenakan pakaian full jaket berwarna putih berjalan perlahan melewati salju tebal yang ada di bawah kakinya.


Perempuan itu bukan hanya mengenakan jaket, namun ia juga memakai sarung tangan dan kacamata untuk melindunginya dari kabut salju.


Lalu Perempuan itu juga membawa sebuah senapan crossbow di punggungya, yang digunakannya untuk berburu hewan.


*Wush~~Angin kencang berhembus di sekitar perempuan itu.


Perempuan itu sekarang ini sedang mencari makanan, tetapi ia kesusahan karena kabut putih yang terus menutupi pandangannya sedari tadi.


Sudah 2 jam lebih sejak dirinya mencari-cari mangsa di sekitarnya, namun tidak ada yang muncul sama sekali di sekitarnya.


Oleh karena itu, perempuan itu memutuskan untuk menunda perburuannya dulu untuk saat ini


"Sepertinya hari ini harus lewat dulu." Perempuan itu segera memeriksa sekelilingnya sekali lagi sebelum membalikkan badannya dan berjalan ke arah sebaliknya.


Di lingkungan yang berhawa dingin dan berkabut seperti ujung dunia, cukup sulit untuk menemukan buruan yang dapat dijadikan makanan.


itu karena pandangan di sekitar situ cukup terbatas, yang disebabkan oleh kabut putih tebal yang menutupi pandangan di sana.


Perempuan berjaket putih itu adalah salah satu orang yang tinggal di ujung dunia, oleh karena itu bagi dirinya sudah biasa jika ia belum menemukan satupun buruan ketika cuacanya sedang memburuk.


Namun, ketika perempuan itu sedang berjalan pulang, ia menemukan sebuah mayat kawanan serigala yang hampir tertutupi salju


"Eh?" Perempuan itu segera pergi ke arah mayat serigala itu untuk memeriksanya.


Setelah sampai di sana, perempuan itu menghilangkan salju yang menumpuk di atas tubuh serigala itu dan melihat bahwa tubuh mereka telah terbelah menjadi 2.


Perempuan itu segera memeriksa ke mayat serigala lainnya yang tidak jauh darinya.


*Srak srak srak


Setelah memeriksa ke mayat serigala lainnya dan menghilangkan salju yang menutupi tubuh mereka, perempuan itu melihat hal yang sama seperti mayat serigala sebelumnya, yaitu tubuh mereka yang terbelah menjadi 2.


"Siapa yang melakukan ini?" Perempuan itu melihat ke sekitar mayat serigala itu.


Setelah melihat ke sekitarnya lebih teliti, perempuan itu melihat sebuah tumpukan salju besar yang berada dekat dengannya.


Perempuan itu pun segera menuju tumpukan salju itu untuk memeriksanya.


Ssampai di sana, perempuan itu segera membersihkan tumpukan salju itu untuk melihat apa yang tertimbun di bawahnya.


*Srak srak srak


Membelalakkan matanya karena terkejut, perempuan itu melihat seorang manusia yang terbaring lemas di bawah salju.


"Siapa dia?" Perempuan itu segera mengangkat tubuh orang itu untuk memeriksanya.


Manusia itu adalah seorang lelaki muda yang mengenakan pakaian yang asing di mata perempuan itu, namun perempuan itu segara mengerti ketika melihat lambang yang tertempel di saku kanan baju lelaki itu.


(Akademi Sihir Heraklios)


Perempuan itu mengerti apa yang dimaskud dengan akademi sihir, karena itu dia langsung mengenali bahwa lelaki yang ditemukannya itu adalah seorang siswa.


Namun satu hal yang tidak dimengertinya adalah, "kenapa seorang siswa akademi bisa berada di ujung dunia? bukankah mustahil jika siswa lelaki itu tersesat hingga ke ujung dunia?" Itulah yang dipikirkannya sekarang.


Melihat kondisi lelaki itu cukup buruk, perempuan itu memutuskan untuk melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada lelaki itu untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap hangat.

__ADS_1


Setelah itu, perempuan itu melanjutkannya dengan menaruh tubuh lelaki itu di punggungnya untuk menggendongnya pulang.


"Hup!" Lelaki itu diangkat ke atas punggung perempuan itu untuk digendongnya.


Setelah berhasil menggendong tubuh lelaki itu di punggungnya, perempuan itu segera berjalan ke arah rumahnya dan meninggalkan mayat serigala yang nantinya dia akan ambil.


...----------------...


Setelah pingsan akibat pertarungan melawan kawanan serigala tadi, Nix kembali sadar di sebuah tempat hangat di dalam rumah seseorang.


"Hmm? sudah bangun ya?" Ucap seorang perempuan yang berada di sebelah Nix.


Nix segera membuka matanya setelah mendengar suara itu.


"Hmm? dimana aku?" Nix mengusap matanya terkejut karena dirinya berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya.


Nix berada di sebuah ranjang di dalam rumah yang semuanya serba terbuat dari kayu.


Dinding, lantai, meja, kursi, semuanya perabotan di sana hampir terbuat dari kayu.


Mengingatkan Nix akan rumah kerabat yang pernah ia kunjungi di dunia sebelumnya.


"Aku menemukanmu terbaring lemas di salju tadi, maka dari itu aku membawamu ke sini" Ucap perempuan itu.


Nix segera menghadap ke asal suara yang menanyainya dan melihat seorang perempuan berambut merah yang mengenakan pakaian kasual.


Berpikir sejenak untuk mengingat kejadian sebelum ia pingsan, Nix yang telah mengingatnya langsung berkata kepada perempuan itu.


"Ah, maafkan aku. Kamu pasti orang yang repot-repot membawaku ke sini ketika aku pingsan." Nix menundukkan kepalanya.


Wanita itu segera menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Nix.


Nix mengangkat kepalanya perlahan setelah mendengar perkataan perempuan itu.


Namun sebelum Nix sempat berbicara, perempuan itu lanjut bertanya kepada Nix.


"Dari yang kulihat di sekitar tubuhmu ketika kamu pingsan, sepertinya kamu diserang oleh sekelompok serigala ya?" Perempuan itu memastikan


Nix menganggukkan kepalanya mendengar perkataan gadis itu.


"Ya, aku memang di serang mereka, jumlahya 5 serigala." Ucap Nix.


"Dan apakah kamu mengalahkan mereka semua?" Tanya lagi perempuan itu


"Ya, aku membelah mereka menjadi 2."


"Begitu ya.."


Perempuan itu diam sejenak sambil memikirkan sesuatu di kepalanya.


Lalu setelah beberapa saat, perempuan itu kembali bertanya kepada Nix.


"Dari yang kulihat dari bajumu, sepertinya kamu seorang siswa akademi ya? tepatnya Akademi Heraklios."


"? ah, ya. aku memanglah dari sana."


"Lalu kenapa kamu bisa sampai di tempat seperti ujung dunia saat ini? dari yang kulihat di peta, sepertinya Kerajaan Heraklios berjarak sangat jauh dari sini, dan kamu tidak mungkin tersesat sampai ke sini kan?" Ucap perempuan itu.


Nix langsung teringat dengan pertarungannya melawan Jenderal Iblis Lilith sebelum sampai di ujung dunia saat ini.

__ADS_1


Alasan kenapa Nix bisa berada di Ujung dunia sekarang, Itu dikarenakan sihir tingkat tinggi bernama World Teleport End.


Nix tau tentang itu, namun ia tidak mungkin menceritakan tentang ia yang melawan seorang Jenderal Iblis dan berhasil dilemparkan ke ujung dunia pada perempuan di sebelahnya.


Itu karena sudah pasti perempuan itu tidak akan percaya dan mungkin akan menganggap Nix gila.


Tetapi Nix tidak bisa memikirkan alasan lain yang bisa dibuatnya untuk membuat perempuan di dekatnya percaya.


Jadi Nix memutuskan untuk diam sebentar agar bisa memikirkan alasannya.


Perempuan itu yang melihat Nix terdiam setelah mendengar pertanyaaanya, memutuskan untuk ke dapur yang berada tepat di depannya dan mengambil sop hangat yang sudah dimasaknya tadi.


"Ini, makanlah dulu." Perempuan itu menyodorkan 1 buah mangkuk berisi sop hangat ke arah Nix.


Nix yang melihat itu langsung merasakan perutnya berbunyi, dan dengan perlahan memutuskan untuk menerimanya


"Emm, terima kasih." Ucap Nix


Setelah berterima kasih, Nix langsung mengambil sendok yang disiapkan olehnya dan menyendokkan beberapa daging yang direbus ke arah mulutnya.


*Hap! Nix memakan sop itu.


Setelah mengunyah dan menelannya, Nix merasakan sebuah kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Enak!" Ucap Nix


Perempuan itu tersenyum melihat Nix menikmati sopnya.


"Apakah kamu tau? daging yang kugunakan untuk membuat sop itu, adalah daging dari serigala yang kamu bunuh sebelumnya."


Nix sejenak menghentikan makanannya ketika mendengar itu.


"Eh? benarkah?" Nix melihat sekilas ke arah sop yang ia makan.


Namun karena Nix tidak peduli dengan apa yang dia makan selama itu enak dan membuat dia kenyang, Nix melanjutkan makannya dengan lahap.


Perempuan itu hanya melihat Nix yang makan dengan lahap dari sampingnya.


Setelah kurang dari 2 menit, Nix sudah menghabiskan sop yang diberikan padanya.


"Ah keyangnya~~terima kasih umm..."


"Lina, kamu bisa memanggilku Lina." Ucap Lina.


"T-terima kasih Lina.." Ucap Nix gugup.


Lina hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah dapur sambil membawa mangkuk sop yang telah dimakan Nix sebelumnya.


Setelah Nix makan, Nix memikirkan sejenak mengenai alasan yang dipikirkan ia sebelumnya yaitu tentang dirinya yang bisa sampai ke ujung dunia.


Dia memikirkan bahwa sebaiknya sekarang dia berbicara jujur apa adanya kepada Lina, karena dia belum bisa memikirkan alasan yang bagus selain itu sekarang.


Oleh karena itu, Nix memutuskan untuk memberitahu Lina yang sebenarnya.


"Baiklah, aku akan memberitahunya." Nix berjalan ke arah dapur untuk menemui Lina.


Setelah berada di belakang Lina yang sedang mencuci, Nix langsung menjelaskan tentang bagaimana ia bisa sampai di ujung dunia.


"Lina, sebenarnya aku.." Nix dengan gugup langsung menjelaskan tentang dia yang melawan Jenderal Iblis bernama Lilith dari awal hingga dirinya yang berakhir ke ujung dunia.

__ADS_1


__ADS_2