
Energy charge adalah salah satu teknik dimana seseorang memfokuskan energinya dalam pedangnya dan mengeluarkannya ketika sudah terisi.
Energy charge dapat berbentuk macam-macam tergantung dari penggunannya.
Seperti yang dilemparkan oleh Nix dan Axel yang mengeluarkan sebuah bilah angin yang tajam.
Nix bisa menggunakan energy charge karena ia pernah mempelajarinya di dunia yang ia tinggali sebelumnya.
Sekarang ini, Axel yang berada di hadapan Nix terkejut karena Nix bisa mengeluarkan energy charge sepertinya.
Itu karena energy charge adalah salah satu teknik yang sulit dipelajari.
Energi pada dasarnya berbeda dengan mana.
Mana adalah suatu aliran dalam manusia yang digunakan untuk mengeluarkan sihir.
Energi adalah suatu aliran dalam tubuh manusia yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tertentu, contohnya saja ketika bertarung.
Namun Energi tidak bisa digunakan untuk mengeluarkan sihir.
Seseorang ditentukan besar atau tidaknya komposisi mana mereka ketika lahir, bahkan bisa tidak mempunyai sama sekali.
Namun Energi selalu dimiliki oleh semua orang, hanya saja tidak banyak orang yang tau cara menggunakannya.
Nix yang dulunya adalah seorang petualang peringkat Z, sudah mengetahui dan menguasai penggunaan energi hingga tingkat yang paling tinggi.
Tetapi ia belum pernah menggunakannya sejak ia lahir di dunia ini, karena baginya itu masih belum terlalu diperlukan.
Namun sekarang, situasi dimana Axel bisa menggunakan energy charge pada Nix, Membuktikan bahwa Nix juga harus menggunakan energinya untuk melawannya.
Sebab jarak kekuatan antara orang yang menggunakan energi dan tidak akan cukup sulit walaupun itu untuk Nix.
Menyiapkan energinya, Nix menghela napas sedikit sebelum mengeluarkan energi dari tubuhnya.
...----------------...
Nix memejamkan matanya untuk berfokus pada energi di dalam tubuhnya.
Lalu tidak lama kemudian, Cahaya keemasan muncul dan mengelilingi sekujur tubuh Nix mulai dari kakinya.
Cahaya itu mengalir tenang seperti air
"i-itukan.." Axel membelalakkan matanya melihat cahaya keemasan itu.
Sebab itu adalah salah satu dari teknik tinggi dalam penggunaan energi.
Teknik itu bernama Energi Field, teknik yang memfokuskan energi untuk mengelilingi sekujur tubuh untuk memperkuat sekaligus melindungi tubuh penggunanya.
Untuk melakukan itu, diperlukan latihan yang rutin dalam menguasai penggunaan energi setiap harinya.
"Heh, menarik sekali." Axel tersenyum melihat Nix yang sudah sepenuhnya tertutup oleh energi.
Melihat Nix menggunakan energy field, Axel memejamkan matanya untuk memfokuskan energinya.
Lalu setelah beberapa saat, sebuah cahaya kebiruan muncul secara perlahan dari sekujur badan Axel.
Axel juga menggunakan energy field pada tubuhnya.
"Hoooh, tidak kusangka ketua bisa menggunakan energy field juga..baiklah, sepertinya kali ini aku akan serius." Ucap Nix.
"Jika kamu terlalu meremehkanku, kamu akan kalah loh, persiapkan dirimu." Axel menyusun kuda-kuda nya.
Nix juga segera menyusun kuda-kuda nya mengikuti Axel.
Lalu setelah terdiam beberapa saat sambil saling menatap, suara pedang yang saling bertabrakan muncul di tengah-tengah lapangan.
...----------------...
__ADS_1
*Tang! Tang! Tang!
Nix dan Axel saling beradu pedang hingga membuat tanah di sekitarnya bergetar.
Bahkan ada tanah yang hancur akibat pertarungan mereka.
Nix dengan cepat menyelimuti pedangnya dengan energi dan menyerang Axel menggunakan pedangnya.
*Bztttttt
Pedang Nix yang menyentuh Energy Field Axel membuat semacam percikan listrik yang keluar.
Axel terpental ke belakang akibat serangan Nix.
Lalu Nix dengan cepat melaju ke arah Axel yang terpental kebelakang dan menyerang Axel menggunakan pedangnya.
Axel dengan cepat melompat ke atas untuk menghindari serangan Nix.
Nix melompat ke langit untuk mengejar Axel.
Lalu ketika jarak mereka sudah dekat Nix dan Axel saling mengayunkan pedang mereka hingga bertabrakan.
*Tang!
Namun Axel dengan cepat menggunakan pedangnya untuk mendorong Nix ke bawah.
Setelah Nix terdorong ke bawah, Axel dengan cepat menggunakan energy charge untuk menyerang Nix dari atas.
*Slash Slash Slash
Berbeda dari sebelumnya, kali ini Bilah berbentuk bulan sabit berwarna kuning melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Nix.
Nix yang melihatnya berusaha memblokirnya menggunakan energy chargenya juga.
*Slash Slash Slash
Nix mengeluarkan bilah yang sama dengan Axel dan mengarahkannya pada bilah Axel untuk meledakkannya.
Bilah yang menuju ke arah Nix sudah sepenuhnya ditiadakan dengan bilah yang dilemparkan oleh Nix.
Axel kembali mendarat di tanah.
"Boleh juga, namun.." Nix berlari ke arah Axel yang sudah mendarat di tanah.
Axel yang melihat Nix berlari ke arahnya langsung menyelimuti pedangnya dengan energi dan membantingnya ke tanah.
*Krak! Tanah didepan Axel bergetar dan terbelah menjadi dua.
Nix lalu menghindari retakan itu dan menendangkan kakinya ke tanah untuk melesat maju menuju Axel.
Setelah dekat dengannya, Nix mengayunkan pedangnya ke arah Axel.
Axel yang melihat itu langsung membuat posisi bertahan menggunakan pedangnya.
Namun sebelum pedang Nix mengenai Axel, Nix tiba-tiba menghilang dari depan Axel.
"?!" Axel terkejut karena Nix tiba-tiba menghilang.
Lalu setelah beberapa saat, Nix kembali muncul di belakang Axel dan Axel yang telat menyadarinya terkena tebasan dari pedang Nix di punggungnya.
*Slash!
"Ugh!" Rintih Axel kesakitan.
Axel segera mundur menjauh dari Nix yang berada di belakangnya.
Namun Nix segera mengejar Axel yang menjauh darinya.
__ADS_1
Alhasil Nix bertabrakan dengan Axel hingga menabrak tanah.
*Bum
Nix dan Axel terguling ke tanah akibat tabrakan itu.
Lalu setelah kembali berdiri, Nix langsung menyerang Axel yang masih terbaring menggunakan pedangnya.
*Slash!
Axel segera menghindar sehingga serangan itu tidak mengenainya namun mengenai tanah.
*Krak!
Melihat bahwa serangannya berhasil dihindari, Nix langsung melanjutkannya dengan berpindah tempat ke belakang Axel.
Axel yang telah kembali berdiri dikejutkan dengan Nix yang dalam sekejap berpindah ke belakangnya.
"Kena kamu." Nix menyerang Axel menggunakan pedangnya.
Axel yang melihatnya langsung mengarahkan pedangnya ke belakang punggungnya untuk menahan pedang Nix.
*Tang!
"Maaf, tapi aku tidak akan terkena serangan yang sama untuk kedua kalinya." Axel memutar badannya ke belakang dan menendang perut Nix.
Nix yang terkena tendangan Axel terdorong ke belakang dan Axel melanjutkannya dengan menarik kerah baju Nix dan melemparkannya ke atas langit.
Lalu setelah Nix terlempar ke atas, Axel melompat ke atas dengan cepat hingga menghancurkan tanah yang diinjaknya.
"Terima ini!" Axel mengarahkan ujung pedangnya ke arah Nix.
Nix yang tidak bisa menghindari serangan itu karena berada di langit, memutuskan untuk menahan serangan Axel menggunakan pedangnya.
*Prang!
Namun bilah pedang Nix hancur setelah menerima serangan Axel.
Axel yang melihat bahwa pedang Nix sudah hancur mengira bahwa pertandingan sudah berakhir.
Namun Nix yang masih berada di langit mengarahkan gagang pedangnya yang tersisa ke atas dan memejamkan matanya untuk berfokus.
"?!"
Tiba-tiba, bilah pedang Nix yang tadinya hancur mengeluarkan sebuah cahaya yang menutup bagian bilah pedangnya yang pecah
"A-apa?!" Ucap Axel
Setelah bilah pedang Nix dipulihkan, bilah cahaya itu memanjang hingga menembus awan di atas Nix.
Nix lalu membuka matanya, dan melihat ke arah Axel yang berada tidak jauh dibawahnya.
Axel yang terkesima melihat bilah cahaya itu sambil melayang di udara secara tidak langsung membuang pedangnya karena menyadari dirinya sudah kalah.
"Begitu ya, aku sudah kalah." Ucap Axel sambil melihat ke arah bilah cahaya di atasnya.
Axel sudah mengaku kalah karena dirinya yang berada di udara tidak akan bisa menghindari bilah cahaya yang akan diarahkan padanya.
Dan bilah cahaya yang besar dan panjang itu pasti akan membuat orang yang terkena nya terbunuh dalam sekejap.
Namun beruntung karena Axel bisa menggunakan Energy Field, dia mungkin hanya akan pingsan setelah menerima serangan itu.
Menyadari itu, Axel menikmati saat-saat dia dengan melihat Bilah cahaya di atasnya.
Nix yang melihat Axel sudah membuang pedangnya langsung mengarahkan pedangnya ke arah Axel yang ada di bawahnya.
Bilah cahaya itu dengan cepat menuju ke arah Axel yang ada di bawah Nix.
__ADS_1
Dan setelah beberapa saat, Bilah cahaya itu sampai pada tubuh Axel hingga membuatnya terdorong ke bawah dan mementalkan tubuhnya ke tanah.
*Duar!