
Point of Academy
Adalah sebuah sistem penilaian kepada setiap akademi sihir yang ada di dunia.
Penilaian ini dihitung berdasarkan point, semakin besar point yang dimilki maka semakin baik kualitas pendidikan maupun fasilitas yang terdapat di akademi.
Point juga dihitung berdasarkan prestasi yang didapatkan Akademi, tidak terkecuali kepengurusan organisasi yang bagus dan tertib.
Point hanya bisa diurus melalui Organisasi wajib Akademi bernama OSIS.
Setiap OSIS yang mengurus akademi wajib mengatur bagaimana caranya agar point yang dimiliki oleh akademi tidak turun dan selalu naik.
Dengan menjaga ketertiban siswa, kesejahteraan siswa, kepengurusan esktrakulikuler, dan lain-lainnya, OSIS dapat menaikkan point Akademi secara signifikan.
Jika point yang dimiliki oleh Akademi cukup tinggi hingga mencapai 2000, maka akademi berhak meminta penghargaan berupa peningkatan fasilitas pada negara yang bertanggung jawab.
Itu sudah diatur sejak 200 tahun lalu, dimana Akademi sihir yang dimiliki negara harus diurus oleh negara dan tidak boleh digantikan.
Seperti Akademi Heraklios tempat Nix berada yang berasal dari negara Heraklios. Yang berarti negara Heraklios yang harus bertanggung jawab.
Karena itu, demi meningkatkan fasilitas akademi dan membuat kesejahteraan siswa meningkat, OSIS perlu menjaga point agar tidak mengalami penurunan dan terus mengalami kenaikkan.
Namun itu tidaklah mudah, banyak akademi lain yang ingin membuat akademi sihir dengan point tinggi untuk mengalami penurunan.
Itu disebabkan Akademi sihir dengan point tinggi kebanyakan selalu mendominasi peringkat dan tidak memberi kesempatan kepada Akademi dengan poin rendah untuk mendapat penghargaan.
Akibatnya, akademi dengan point yang rendah tidak pernah mendapat peningkatan fasilitas dan mengalami penurunan siswa setiap tahunnya.
Hal itu membuat Akademi dengan point rendah mulai menyerang Akademi dengan point tinggi setiap harinya.
Dengan membuat fasilitas akademi rusak, membuat terror, mengotori tembok, dan lain-lannya yang dapat menurunkan reputasi akademi.
Oleh karena itu kepengurusan OSIS di akademi yang memiliki point tinggi haruslah kuat
Akademi Heraklios adalah Akademi dengan point 1764 dan termasuk dalam peringkat 8 di seluruh dunia.
Dengan poin yang cukup tinggi, banyak Akademi di sekitar negara Heraklios yang suka menyerang Akademi Heraklios untuk membuat point turun.
Seperti layaknya Akademi Timur Lumina, yang berasal dari kekaisaran Lumina di sebelah barat kerajaan Heraklios yang menyerang Akademi tadi malam..
Itu tidaklah hanya 1 kali, melainkan berkali-kali.
Dan Nix yang sekarang telah bergabung dalam kepengurusan OSIS dan masuk dalam seksi keamanan akademi haruslah mengawasi setiap pergerakan siswa dari akademi tersebut maupun akademi lainnya.
Dengan privilige akan mendapatkan kelulusan yang terjamin setelah 3 tahun dan tidak perlu mengikuti ujian kenaikkan peringkat, Nix harus berusaha keras untuk menjaga point akademi ini agar tetap naik dan stabil.
Itulah penjelasan singkat mengenai situasi Nix dan Sistem Point of Academy.
...----------------...
"Nix, aku dengar kamu kemarin menumbangkan 5 siswa dari Akademi Timur Lumina ya?" Ucap Frederica.
"Mereka tidak pernah tau kapan waktunya untuk menyerah bukan?" Ucap Nix.
"Ahahaha, kau benar, lagipula kita memang mempunyai banyak poin. Jadi mau bagaimana lagi bukan?" Frederica tertawa kecil.
4 hari berturut-turut, siswa dari Akademi Timur Lumina terus menerus melancarkan serangannya ke Akademi Heraklios.
__ADS_1
Namun mirisnya mereka selalu berakhir gagal dan semakin menurunkan reputasi mereka.
Itu dikarenakan penjagaan dari seksi keamanan akademi yang tidak pernah lengah sedikitpun setiap harinya.
Dan 79% dari penjagaan itu dilakukan oleh Nix yang selalu bersiap setiap saat.
Sejak Nix dimasukkan ke dalam seksi keamanan 2 bulan lalu, Nix sudah menunjukkan kontribusi yang cukup bagus terhadap OSIS.
Terutama ketika ia menggagalkan aksi siswa akademi lain yang terus menerus menyerang akademi.
Berkat kontribusi Nix yang paling besar dalam penjagaan Akademi, Nix dipastikan akan menduduki jabatan ketua seksi keamanan akademi bulan ini.
Namun sebenarnya Nix tidak peduli dengan posisi itu, malahan sebenarnya Nix ingin menghindarinya karena ia tidak ingin menambah tugas lagi.
Tapi itu tetap tidak bisa ia hindari, sebab peningkatan jabatan karena prestasi yang bagus adalah hal yang alami terjadi.
"Tetapi aku tidak menyangka, ketika aku memasuki OSIS ini, kukira aku akan lebih santai dibandingkan menjadi seorang siswa biasa." Ucap Frederica.
"Kau benar, itu dikarenakan aku terlalu naif mendengar privilige ketika memasuki OSIS."
"Kalau aku sih sebenarnya sudah tau, karena aku memanglah ingin masuk ke sini."
"Ah aku ingat, saat itu kamu mengatakan bahwa kamu memasuki OSIS karena ada tujuan tertentu bukan? Dan kamu bilang jika aku membantumu memasuki OSIS kau akan memberikan segalanya yang kamu punya." Ingat Nix.
"E-eh? ah, i-iya, aku sedikit lupa bahwa aku memang pernah mengatakan itu." Frederica menggaruk pipinya.
"itu berarti, apakah kamu akan selalu mendengar ucapanku sekarang?" Ucap Nix.
"T-tentu saja, seorang bangsawan sejati tidak akan mengingkari janjinya...t-tetapi kalau bisa tolong jangan yang aneh-aneh."
"Hmmm...aku juga tidak akan meminta yang aneh-aneh sih..."
Nix memikirkan sebentar mengenai permintaan yang akan ia minta.
Mulai saat ini, Frederica akan menuruti segala ucapan yang akan diminta oleh Nix.
Itu dikarenakan janjinya yang mengatakan bahwa dia akan memberikan segalanya yang ia punya, yang berarti termasuk nyawanya.
Namun Nix tidak mungkin akan menyuruhnya membunuh dirinya sendiri.
Nix dapat memintanya agar ia memberitahu tujuan dia ingin masuk ke OSIS, namun Nix merasa bahwa itu kurang tepat.
Jadi dia memikirkan sesuatu yang lebih layak untuk dimintanya, sesuatu yang mungkin berguna untuk Nix kedepannya.
"...."
Setelah memikirkan itu selama 3 menit, Nix akhirnya menemukan jawabannya
Nix segera memanggil Frederica yang ada di hadapannya.
"Frederica." Panggil Nix
"I-ya?"
"Aku sudah memikirkannya, dan aku sudah menentukan apa yang ingin kuminta darimu sekarang."
"B-begitukah? l-lalu apa itu?"
__ADS_1
Nix menatap tajam ke arah mata Frederica.
Frederica yang melihat Nix menatap ke arahnya merasa wajahnya menjadi panas.
Nix yang sudah melihat Frederica fokus ke arahnya segera mengatakan keinginannya.
"Aku ingin kamu menjadi temanku." Ucap Nix.
"....Eh?"
Frederica terkejut dengan permintaan Nix.
Dia mengira bahwa Nix akan mengatakan sesuatu yang mungkin berkaitan dengan perasaanya ataupun lainnya.
Namun Nix malah memintanya untuk menjadi temannya.
"T-tunggu sebentar, bukankah kita memang sudah menjadi teman?" Ucap Frederica.
"Sebenarnya lebih tepatnya aku ingin kamu menjadi teman partyku ketika aku berpetualang."
"Berpetualang?" Tanya Frederica
"Ya, suatu saat nanti, mungkin ketika lulus dari akademi ini. Aku akan berpetualang mengelilingi dunia, dan saat itu tiba, maukah kamu menemaniku?" Kata Nix menjelaskan.
Frederica akhirnya menyadari maksud dari Nix.
Dia kira Nix mengatakan sesuatu seperti menjadi temannya itu karena dia menganggap Frederica belum menganggapnya sebagai teman. Namun itu ternyata sesuatu yang berbeda.
Intinya, Nix ingin Frederica menemaninya ketika ia berpetulang.
Frederica yang menyadari hal itupun tersenyum pahit.
"Tentu saja, jika itu memang kemauanmu, maka aku akan ikut denganmu." Ucap Frederica.
Nix tersenyum lebar mendengar jawaban Frederica.
"Benarkah?"
"Ya, tentu saja. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan menuruti ucapanmu?" Ucap Frederica.
Mendengar ucapan Frederica, Nix merasa sangat senang di dalam hatinya.
Itu karena artinya dia tidak akan berpetualang sendiri lagi seperti di kehidupan sebelumnya.
Dengan ini, Nix sudah mendapat 1 teman yang akan menemaninya berpetualang, dan teman itu adalah Frederica.
Dengan kegembiraan yang ia rasakan di hatinya, Nix secara otomatis mengucapkan terima kasihnya pada Frederica.
"Terima kasih." Ucap Nix dengan tersenyum.
Frederica sedikit terkejut melihat wajah Nix yang tersenyum.
Itu karena dia baru pertama kali melihat Nix tersenyum.
Dan senyumannya itu murni tanpa paksaaan ataupun buatan sama sekali.
Sehingga Frederica yang melihat itu merasa hangat, dan dia dengan tenang membalas ucapan terima kasih Nix.
__ADS_1
"Aku juga, terima kasih juga Nix." Frederica tersenyum.
Dengan itu, 1 teman yang akan menemani Nix berpetualang sudah ia temukan, yaitu Frederica.