Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Pertempuran Nix Melawan Riel


__ADS_3

*Zap!


Pedang Nix berhenti ketika sudah hampir mengenai badan Riel.


Itu dikarenakan ada sebuah perisai tak kasat mata yang melindungi tubuhnya.


Riel yang melihat Nix tidak bergerak langsung memanfaatkan itu untuk mengucapkan mantra lagi.


"Shockwave." Sebuah angin besar keluar dari kaki Riel dan menghempaskan tubuh Nix ke belakang.


Nix melakukan salto kebelakang dan menahan kaki kirinya ke tanah untuk menghentikan dirinya yang terus terdorong ke belakang.


Setelah berhasil berhenti, Nix terkejut dengan beberapa kilatan cahaya yang tiba-tiba datang dari depannya dan menempel di tubuhnya.


Riel yang melihat cahaya itu telah menempel di tubuh Nix, tersenyum dan mengucapkan sepatah kata.


"Meledaklah."


*Duar! {Suara Ledakan}


Tidak membiarkan serangannya selesai, Riel melanjutkannya dengan mengucapkan mantra lain untuk menyerang Nix.


"Light blast." Cahaya kekuningan menyala dari ujung tongkat Riel.


Sebuah proyektil cahaya berbentuk bola dengan cepat melaju ke arah Nix dan meledakkannya secara bertubi-tubi.


*Duar Duar Duar


Riel lalu melanjutkan dengan mengucapkan satu mantra lagi untuk mengakhirinya.


"Iron fist." Cahaya abu-abu menyala dari ujung tongkat Riel.


Di tempat dimana Nix diledakkan, sebuah portal muncul di atasnya dan mengeluarkan sebuah tangan besi berukuran besar yang menghantam tanah di bawahnya hingga bergetar.


*Bum!


Setelah tangan besi dan asap itu hilang, Riel memutuskan untuk melihat tubuh Nix yang mungkin sudah hancur.


"Aku penasaran apakah dia sudah hancur sampai tidak tersisa." Ucap Riel


Riel berjalan mendekat ke tempat Nix.


Setelah sudah sampai di dekatnya, Riel terkejut karena ia tidak melihat adanya tubuh Nix di sana.


"?! Dimana dia?!" Riel melihat ke sekitarnya.


Setelah menengok beberapa kali ke sekitarnya, Riel merasakan sebuah tebasan menggoresi perisai tak kasat mata yang melindunginya.


*Zzttt


"Apa?" Riel bingung karena ia tidak melihat siapapun di sekitarnya.


Mencoba untuk memeriksa sekitarnya sekali lagi, kali ini sebuah tebasan yang tidak hanya sekali kembali menggores perisai Riel berkali-kali.

__ADS_1


*Zztt Zzzttt zzzttt


"Dimana sebenarnya dia?!" Ucap Riel kesal.


Tidak dapat mengetahui Nix berada dimana, Riel memutuskan untuk mundur kebelakang.


Namun tebasan itu tetap saja muncul mengikuti Riel yang terus bergerak.


*Ztttt ztttt ztttt


Riel yang kesal karena tebasan itu terus menggores perisai miliknya, memutuskan untuk mengeluarkan mantra.


"Shockwave!" Sebuah angin besar keluar dari kaki Riel.


Namun tidak ada siapapun yang terkena angin tersebut.


Setelah tebasan itu berhenti sebentar, tebasan itu kembali mengenai perisai Riel namun dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya.


*Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt Ztttt


Perlahan-lahan tebasan itu semakin cepat setiap saat, hingga membuat Riel yang terkena itu tidak dapat bergerak dari tempatnya.


"Sialan, jika terus begini, maka perisaiku akan hancur!" Riel melihat ke perisainya yang sudah memperlihatkan retakan kecil.


Menghindari kemungkinan itu, Riel mengeluarkan sebuah mantra yang mungkin dapat menghentikan tebasan itu.


"Teleport." Cahaya keunguan muncul dari ujung tongkat Riel.


Sebuah lingkaran sihir berwarna ungu muncul di tanah ditempat di mana Riel berdiri lalu mengeluarkan listrik berwarna ungu yang terus menutupi tubuhnya.


Namun tepat ketika Riel berpikir dia akan segera berpindah tempat, tanah ditempat dia berdiri hancur dan menghilangkan lingkaran sihir teleportasi yang ia buat.


"Apa?!"


Riel yang terkejut karena tiba-tiba tanah dibawahnya hancur, menyadari penyebabnya ketika ia melihat kebelakang.


"?!" Riel terkejut karena melihat Nix berada di belakangnya


Di tanah tempat Nix berdiri, terlihat sebuah retakan yang terus menyambung hingga tempat di mana Riel sedang berdiri.


Yang membuat Riel sadar bahwa Nix membanting pedangnya ke tanah dan mengarahkan retakan itu menuju tempat Riel berada.


"T-tapi- bagaimana kamu?!" Riel tidak percaya Nix bisa berpikir seperti itu.


Itu karena artinya Nix tau cara membatalkan teleportasi, yang menurut Riel mustahil untuk diketahui oleh seorang murid biasa.


Dan juga Nix tau bahwa perisai yang melindungi Riel hanya melindungi bagian tubuh depan dan belakangnya kecuali bagian bawahnya.


Manyadari bahwa orang yang di depannya memiliki kemampuan bertarung dan pikiran yang cukup tinggi, membuat Riel yang melihatnya mulai merasa ketakutan.


"A-aku harus segera pergi dari sini." Ucap Riel dengan wajah berkeringat.


Riel langsung menggunakan instan transmisi untuk berpindah tempat ke atap gedung akademi yang tidak berada jauh darinya.

__ADS_1


Lalu ia terus melakukan itu untuk berpindah dari 1 gedung ke gedung lain dan menjauhkan dirinya dari Nix.


Tebasan yang daritadi terus menggoresi perisainya pun sudah berhenti.


"A-apakah dia sudah berhenti?" Gumam Riel.


Memutuskan untuk memeriksa, Riel menoleh ke belakang untuk memastikan.


Riel tidak melihat ada Nix di belakanngnya.


Riel menghela napas menganggap bahwa dia mungkin sudah lepas dari Nix.


Namun tidak lama setelah dia berpikir seperti itu, tiba-tiba sebuah bilah angin tak terlihat mengenai perisai Riel dari depan dan menghempaskan tubuhnya ke belakang.


"Ugh!" Riel terjatuh dan terguling di lantai.


Menyadari bahwa Nix masih ada di dekatnya, Riel langsung melihat ke gedung selanjutnya dan berniat untuk mengaktifkan instan tramisinya lagi.


"I-instan transmis-"


*Tang!


"?!"


Riel terkejut karena tongkat yang dipegang di tangan kanannya terpental akibat bilah angin yang mengenainya.


Riel dengan panik langsung berjalan ke arah tongkatnya yang berada di tanah untuk mengambilnya.


Namun ketika ia sudah hampir mengambilnya, Nix melompat ke atas gedung dan menebaskan pedangnya ke arahnya yang membuat suatu bilah angin yang menghempaskan tubuh Riel ke belakang.


*Slash!


"Ugh!" Riel terpental ke belakang dan tidak berhasil mengambil tongkatnya.


Riel yang melihat bahwa sekarang dirinya sudah sepenuhnya dipojokkan, mencoba untuk lari namun tidak bisa karena dia sekarang berada di atas gedung akademi.


Satu-satunya harapan yang bisa membuat dia hidup lebih lama adalah perisainya yang masih bertahan.


Dengan tekadnya, Nix Memanfaatkan perisainya itu untuk berlari lagi ke arah tongkatnya untuk mengambilnya


Namun Nix yang melihat itu menggunakan pedangnya untuk melempar tongkat Riel dari atap gedung.


"Ah!" Riel terdiam merentangkan tangannya sambil melihat tongkatnya yang sudah dipempar dari atas gedung.


Melihat Riel yang sudah tidak mempunyai senjatanya, Nix mengarahkan ujung pedangnya ke leher Riel.


Riel yang Melihat bahwa sekarang dia sudah sepenuhnya kalah, dengan putus asa berlutut di tanah sambil menghadap ke bawah.


"Aku.... kalah." Ucap Riel dengan pelan.


Nix yang melihat Riel sudah mengakui bahwa dirinya kalah, menyarungkan pedangnya kembali ke sarungnya.


"Lumayan, kamu berhasil membuat bajuku rusak" Nix memperlihatkan bajunya yang sobek akibat serangan yang dilakukan Riel tadi.

__ADS_1


Riel hanya terdiam di tanah sambil menghadapi ke bawah dengan putus asa.


__ADS_2