
Nix melaju pesat ke arah Petra yang berada di depannya.
"?!"
Dalam sekejap, Nix dengan cepat mendorong Petra yang ada di hadapannya hingga menabrak tembok yang ada di belakangnya.
*Brak! {Suara tembok hancur}
Petra yang sudah terdorong hingga menabrak tembok, berusaha menahan pedang Nix yang terus mendorongnya dengan kaki kirinya yang berada di belakang dan kedua tangannya yang menahan pedangnya.
"H-hebat! ini sangat hebat!" Ucap Petra sambil menahan dorongan Nix.
Nix melanjutkan dengan menendang perut petra menggunakan kaki kanannya, lalu menarik kerah bajunya dan melemparkannya ke langit.
Dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata biasa, Nix melompat dari 1 tembok ke tembok lain sambil terus menyerang Petra menggunakan pedangnya secara beruntun.
*Slash! *Slash! *Slash! *Slash!
Setelah menyerang menggunakan pedangnya secara beruntun, Nix mengakhirinya dengan menebas perut petra hingga ia terpental ke tanah.
*Slash!
*Brak!
Tanah yang dijatuhi oleh Petra hancur akibat tumbrukan keras dari badannya.
"Gah!" Petra menyemburkan darah keluar dari mulutnya.
Nix yang masih berada di langit segera turun ke bawah dengan cepat dan mengarahkan ujung pedangnya pada Petra yang masih tersungkur di tanah.
"Berakhir sudah." Gumam Nix.
Petra yang melihat Nix dari atas turun ke arahnya dengan cepat langsung menyingkir dari tempat di mana ia terjatuh sebelumnya.
*Bum!
Serangan Nix mengenai tanah hingga membuat sekitarnya hancur dan bergetar.
Petra yang melihat serangan luar biasa Nix diarahkan kepadanya merasa takut dalam sekejap.
Namun ketakutan itu segera ia ubah menjadi kesenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Kalau dengan orang ini, sepertinya aku bisa mengeluarkan seluruh kekuatanku." Ucap Petra.
Petra dengan tenang mengatur napasnya, lalu ia menghadap ke arah Nix yang ada di depannya dengan wajah tersenyum.
"Nix, maafkan aku yang telah menahan diri sebelumnya. Mulai sekarang, aku akan menunjukkan padamu kekuatanku yang sesungguhnya." Petra memasang kuda-kuda untuk menyerang.
Kuda-kuda Petra berbentuk seperti singa yang hendak menyerang mangsanya.
Kaki kirinya berada di depan dan kaki kanannya berada di belakang, badannya membungkuk ke depan dan tangan kanannya yang memegang pedang di arahkan ke belakangnya.
Petra yang sudah menyiapkan kuda-kudanya, menghentakkan kakinya dan melaju sangat cepat ke arah Nix yang berada di depannya.
"?!"
Nix yang baru bangun dan mengambil pedangnya yang tertancap di tanah, tiba-tiba dikejutkan dengan Petra yang dalam sekejap berpindah tempat di hadapannya.
*Slash!
Petra menyerang Nix menggunakan pedangnya hingga ia terpental jauh ke tembok di belakangnya.
__ADS_1
*Brak!
"Ugh!" Nix mengeluarkan darah dari mulutnya.
Setelah melihat Nix menabrak tembok, Petra melaju dengan cepat ke arahnya untuk menusuknya menggunakan ujung pedangnya.
Namun Nix yang menyadari itu segera menghindari ujung pedangnya dan menendang Petra mundur ke belakang dengan kaki kanannya.
*Buk!
Petra terpental ke belakang akibat tendangan Nix.
Nix lalu melanjutkannya dengan maju ke depan dan menyerang Petra menggunakan pedangnya.
*Slash!
Petra yang melihat serangan Nix dengan cepat menangkisnya menggunakan pedangnya.
*Tang!
Saat pedang mereka menempel, Nix mendorong Petra ke belakang menggunakan pedangnya dan lanjut menyerangnya secara beruntun menggunakan pedangnya.
Petra juga dengan cepat menangkis setiap serangan Nix yang diarahkan padanya.
*Tang! Tang! Tang!
Suara pedang yang sedang beradu menggema di seluruh ruangan.
Frederica dan Elvia yang melihat pertarungan keduanya dari jauh terkesima melihat pertarungan yang begitu sengit.
"H-hebat.." Gumam Frederica
Nix dan Petra terus beradu pedang sampai 3 menit lamanya.
"Kuh!" Pandangan Petra mulai kabur akibat kehilangan banyak darah.
Nix yang menyadari itu segera menyerang tangan kanan Petra yang memegang pedang.
*Ting!
Pedang Petra terpental akibat serangan Nix
"S-siala-"
Melihat Petra sudah tidak mempunyai pedang, Nix menyerang Petra dengan lebih agresif menggunakan pedangnya.
*Slash! *Slash! *Slash!
Petra yang sudah terkena tebasan di sebagian besar tubuhnya, diakhiri dengan tendangan lurus ke arah perutnya oleh kaki kanan Nix.
*Buk!
Petra terpental jauh dan terguling di tanah setelah terkena tendangan Nix.
Nix yang melihat Petra sudah tidak bisa berdiri lagi, berjalan ke arahnya perlahan.
"Akh!" Petra merintih kesakitan.
Ketika Nix sudah sampai di depan Petra yang tersungkur di tanah, Nix mengarahkan pedangnya ke arah leher Petra.
"?!"
__ADS_1
"Kamu sudah kalah Petra." Ucap Nix
Petra tertawa pahit melihat Nix mengarahkan pedang ke lehernya dari atas.
"Kukuku, kau benar, aku sudah kalah." Ucap Petra.
Setelah mendengar ucapan Petra, Nix segera menyarungkan kembali pedangnya ke sarungnya.
"Itu tadi pertarungan yang bagus, aku sedikit terkesan dengan caramu berpedang." Ucap Nix.
Petra memejamkan matanya setelah mendengar perkataan Nix.
"Itu masihlah rendah dibandingkan denganmu tadi, bahkan kamu tadi belum serius kan?" Ucap Petra.
"?!"
Nix terkejut bahwa Petra tau dirinya daritadi masih menahan diri.
"Kukuku...kau kira aku tidak menyadarinya ya? dasar monster." Petra tersenyum kecil.
Setelah mendengar perkataan Petra, Nix segera berbalik untuk menghampiri Frederica dan Elvia yang masih melihat dari kejauhan
"Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Nix.
Petra hanya terdiam sambil mendengar langkah kaki Nix yang terus menjauh dari telinganya.
"Aku yakin suatu saat kita akan bertarung lagi....Nixerick Xiphos."
...----------------...
Setelah bertarung melawan Petra, Nix segera menghampiri Frederica dan Elvia yang berada di dekat pintu ruangan.
"Nix!" Frederica dan Elvia berlari ke arah Nix.
Nix melambaikan tangannya pada mereka berdua.
"Gimana? aku sudah bilang bahwa aku akan menang kan?" Ucap Nix.
Frederica dan Elvia tersenyum pahit melihat Nix yang baik-baik saja.
"Iya, namun aku tidak menyangka bahwa kamu bisa dibuat kewalahan olehnya." Ucap Frederica.
"Yah...dia juga kuat sih." Nix tersenyum pahit
"Kamu tidak menahan diri kan tadi?" Ucap Elvia.
"Eh? sudah jelas tidak bukan? aku saja sampai dibuat kewalahan olehnya." Nix beralasan
Jika Nix serius melawannya dari awal, Nix sudah bisa mengalahkannya dalam 1 kali tebasan di leherya.
Namun karena Nix ingin melihat seberapa kuat Petra sebenarnya, dan menghindari membunuhnya, Nix memutuskan untuk menahan diri.
"Daripada membicarakan itu, ayo kita segera pergi dari sini sebelum siswa lain datang." Ajak Petra.
Getaran dan gempa yang di sebabkan oleh pertarungan Nix tadi pasti akan mengundang siswa lain yang penasaran untuk ke datang tempatnya.
Karena itu, untuk menghindari keributan yang tidak perlu, Nix memutuskan untuk mengajak kelompoknya segera pergi dari situ.
"Kau benar, aku tidak ingin siswa lain yang mempunyai kekuatan seperti Petra tiba-tiba muncul lagi." Ucap Elvia.
"Kau betul." Frederica mengangguk setuju mendengar perkataan Elvia.
__ADS_1
Setelah pembicaraan singkat, Nix dan kelompoknya segera pergi dari ruangan sub-bos, meninggalkan Petra dan kelompoknya yang masih ada di sana.