Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Nix Vs Alex


__ADS_3

Keesokan harinya tepatnya jam 12 siang, terlihat 2 laki-laki yang saling menatap satu sama lain di sebuah lapangan kosong yang tidak terlihat apapun di sekitarnya.


Lapangan kosong itu berjarak 20km dari Ibukota, yang hanya berisi tanah tanpa adanya rumput ataupun pepohonan di sekelilingnya.


Dan Kedua laki-laki yang berada di lapangan itu adalah Nix dan Ketua OSIS.


Kemarin, Ketua OSIS meminta sebuah permintaan kepada Nix untuk bertarung melawannya.


Nix yang merasa tidak bisa menolak akhirnya menerima permintaanya


Lalu keesokan harinya, Nix dan Ketua OSIS menaiki kuda untuk menuju ke sebuah lapangan kosong yang berada di luar Ibukota.


Itu agar pertarungan yang akan dilakukan Nix dan Ketua OSIS tidak menganggu siswa lain atau merusak benda yang ada di sekitar mereka.


Dan itu juga agar Ketua OSIS bisa bertarung dengan leluasa melawan Nix.


Nama Asli Ketua OSIS adalah Quintessons Axel. Dia adalah seorang bangsawan berperingkat tinggi yang mempunyai kemampuan tinggi dalam berpedang.


Maka dari itu, Ia ingin melawan Nix yang merupakan pengguna pedang juga.


Axel mengatakan kepada Nix untuk mengerahkan semua kekuatannya ketika melawannya, sebab Axel ingin melihat seberapa jauh kekuatan Nix sebenarnya.


Dan Axel juga memperingati bahwa Nix mungkin akan terluka apabila ia menahan diri, sebab Axel mengatakan bahwa ia akan serius melawan Nix.


Nix percaya bahwa kekuatan Axel memang cukup kuat, namun dia tetap berpikir bahwa sebaiknya dia menahan diri sedikit.


Nix khawatir jika dia benar-benar mengeluarkan kekuatan penuhnya, mungkin dia akan berakhir membunuh Axel.


Axel adalah seorang pengguna pedang katana, yang mempunyai panjang melebihi rata-rata pedang biasa.


Katana juga mempunyai ketajaman yang luar biasa, bahkan bisa membelah batu besar menjadi 2.


Namun itu tetap bergantung pada kemampuan seseorang dalam menggunakan itu dan kekuatan yang dimilikinya.


Dan Axel yang merupakan Ketua OSIS Heraklios pastilah mempunyai kekuatan yang cukup besar dibandingkan rata-rata siswa lainnya.


Di suasana yang sunyi di lapangan kosong, Axel memulai pembicaraan dengan bertanya kepada Nix yang berada di hadapannya.


"Gimana? bukankah lapangan ini bagus untuk bertarung?" Tanya Axel.


Nix sedikit melihat ke sekitar sebelum membalas.


"Ya, kau benar, tidak ada bangunan, orang, hewan, bahkan rumput aja tidak ada. Tempat yang sangat cocok untuk bertarung." Balas Nix


"Ini adalah tanah yang dulu pernah digunakan sebagai medan perang, itulah yang membuat tanah ini terlihat tandus." Ucap Axel


"Benarkah? tidak aneh jika tidak ada rumput yang tumbuh di sini, mungkin karena dulu ada sesuatu yang membakarnya."


"Ya, mungkin kamu benar."

__ADS_1


Tiupan angin memasuki telinga Nix, Nix merasakan kenyamanan dari angin yang terus berhembus di lapangan kosong sambil menutup matanya.


Sudah lama sejak Nix merasakan udara sejuk dari luar, tinggal lama di Universitas ternyata telah membuatnya rindu akan sensasi lama yang jarang ia rasakan.


Sambil terus menikmati angin dengan mata tertutup, Axel yang berada di depan Nix bertanya kepadanya.


"Sudah kubilang sebelumnya, tapi janganlah menahan diri oke? sebab aku ingin melihat seberapa besar kekuatanmu yang sebenarnya." Ucap Axel


Nix membuka matanya dan tersenyum kecil mendengar perkataan Axel.


"Aku akan megusahakannya." Balas Nix.


Axel tersenyum mendengar perkataan Nix.


Lalu ia segera menyiapkan kuda-kuda dan menaruh tangan kanannya di gagang pedangnya.


"Ayo kita segera mulai." Ucap Axel.


Nix yang melihat Axel sudah bersiap segera mengikutinya dengan memasang kuda-kuda juga.


"Ya, ayo kita mulai." Nix memegang gagang pedang yang ada di pinggul kirinya menggunakan tangan kanannya.


Nix dan Axel saling menatap tajam satu sama lain, dan ketika hembusan angin sudah mulai berhenti, Axel yang berada di depan Nix tiba-tiba berpindah ke tepat di hadapan Nix dengan cepat.


Nix terkejut karena tiba-tiba Axel berada tepat di hadapannya.


Axel melanjutkannya dengan menebaskan katanya ke arah Nix.


*Slash!


Setelah melompat mundur, Nix merasakan sensasi panas disertai rasa sakit di dadanya.


Dan ketika dia memeriksanya, Nix melihat bajunya yang robek disertai goresan kecil yang ada di dadanya.


Nix merasa bahwa tadi dia benar-benar sudah menghindari tebasan katana itu.


Namun entah kenapa dia tetap terkena tebasannya walau sudah yakin bahwa jaraknya jauh.


Setelah memikirkan itu sejenak, Nix merasakan hawa kehadiran yang tiba-tiba mendekat dari belakangnya.


*Tang!


Di waktu yang tepat, Nix memblokir serangan yang diarahkan dari belakangnya menggunakan pedang nya.


Serangan itu berasal dari Axel yang berpindah ke belakangnya dengan cepat.


Setelah memblokir serangan itu, Axel yang berada di belakangnya menghilang dan kembali ke depan Nix.


Namun, setelah Axel pindah ke tempatnya, beberapa goresan muncul di sekujur tubuh Nix.

__ADS_1


*Srat Srat Srat Srat.


Kakinya, tangannya, pipinya, dan badannya mengeluarkan goresan kecil.


Nix bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya saat ini.


Saat tengah memikirkan penyebabnya, Axel yang berjarak lumayan jauh dari Nix menebaskan katana nya kearah Nix.


*Slash!


Setelah menebaskan pedangnya, sebuah angin besar muncul dari tebasan itu dan menghempaskan Nix ke belakang.


"Ugh!" Nix terpental ke akibat tebasan itu.


Bersamaan dengan terpental nya tubuh Nix, Nix mendapat goresan kecil di seluruh tubuhnya.


*Srat Srat Srat


Axel yang melihat Nix terpental ke belakang langsung berpindah tempat ke belakang Nix dan memutar tubuhnya sambil mengayunkan pedangnya.


*Wush! Sebuah angin kencang muncul dari bawah tanah dan mendorong tubuh Nix ke atas langit sambil menggoresi sekujur tubuhnya


Axel yang melihat Nix terpental ke atas lalu melanjutkannya dengan menebaskan pedangnya ke arah Nix.


*Slash Slash Slash


Sebuah bilah angin muncul dari tebasan Axel dan menuju ke arah Nix dengan kecepatan tinggi.


Nix yang berada di udara tidak bisa menghindari bilah angin tersebut.


Sehingga tubuhnya terluka karena terkena bilah angin itu.


Axel terus mengeluarkan bilah anginnya dari bawah secara berturut turut.


Bilah angin tersebut tidak hanya melukai tubuh Nix tetapi juga sekaligus mendorong tubuhnya ke atas.


Sehingga Nix terus berada di langit dan terkena tebasan itu.


"Kenapa Nix? apakah kemampuanmu hanyalah segitu?" Teriak Axel dari bawah.


Nix yang mendengar ucapan Axel akhirnya menanggapinya dengan mengangkat pedangnya ke atas dan menebaskannya ke arah Axel.


Lalu sama seperti Axel dia mengeluarkan semacam bilah angin dengan kecepatan tinggi kearahnya.


"!" Axel melompat ke belakang untuk menghindari bilah angin tersebut.


*Duar! Bilah angin Nix menabrak tanah.


Setelah menghindari tersebut, Nix yang telah berhenti menerima serangan Axel kembali mendarat di tanah.

__ADS_1


"Wah-wah-wah, tidak kusangka kamu juga bisa mengeluarkan energi charge." Ucap Axel.


Nix hanya tersenyum sedikit mendengar ucapan Axel.


__ADS_2