Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
OSIS


__ADS_3

Singkat cerita setelah pertarungan antara Nix dan Petra, Nix dan kelompoknya berhasil kembali ke titik awal labirin dan menyerahkan kunci labirin itu kepada panitia ujian.


Alhasil Nix dan kelompoknya telah resmi lulus dalam ujian pemilihan.


Nix dan kelompoknya diminta untuk menunggu sampai semua kunci labirin sudah dikumpulkan.


Dan itu berlangsung hingga 3 hari sampai ujian pemilihan berakhir.


Ternyata, labirin yang digunakan untuk ujian pemilihan ini adalah labirin buatan yang dibuat oleh anggota OSIS itu sendiri.


Labirin buatan adalah labirin yang dibuat menggunakan sihir berskala besar yang digabungkan dengan sihir perangkap dan sihir summon.


Dengan menggabungkan berbagai sihir yang ada, sebuah kelompok ataupun orang dapat membuat labirin sendiri asalkan mereka mempunyai kekuatan yang cukup.


Hadiah dan kedalaman labirin juga bisa mereka tentukan sendiri, dan mereka sebagai orang yang membuat juga bisa menaklukan dungeon mereka sendiri.


Nix dan kelompoknya diberitahu itu ketika mereka sudah menyerahkan kunci labirin itu kepada panitia.


Walau sebenarnya Nix sudah menduga bahwa ini memang dungeon buatan sendiri karena level monsternya yang sudah disesuaikan dengan kemampuan rata-rata siswa.


Setelah berlangsung selama 3 hari hingga Ujian sudah selesai, Nix dan kelompoknya diminta untuk berkumpul di ruangan OSIS tepatnya di dalam gedung utama Akademi.


Nix dan kelompoknya pun sampai di sana dalam waktu kurang dari 10 menit.


Di sana, Nix dan kelompoknya diberitahu lebih jelas mengenai tujuan OSIS, visi misi OSIS, fungsi OSIS, kewenangan OSIS, dan lain-lain yang berkaitan dengan kepengurusan OSIS.


Namun karena Nix tidak berniat untuk bergabung dengan OSIS, dia mengabaikan semua penjelasan yang diberikan.


Nix berniat untuk menolak penghargaan yang akan diberikan olehnya sesaat sebelum pelantikan akan dimulai sehingga dia tidak akan menjadi OSIS dan hanya menjadi siswa biasa.


Ya, Nix memang berencana begitu, namun itu semua hancur ketika dia mendengar keuntungan yang dia dapatkan ketika menjadi seorang OSIS.


"Hah? bisakah kau jelaskan lagi?" Tanya Nix.


Semua siswa yang berada dalam ruangan OSIS melihat ke arah Nix yang kebingungan.


"Seperti yang kukatakan, semua siswa yang termasuk dalam keorganisasian OSIS tidak akan mengikuti Ujian pemilihan lagi dan akan diluluskan secara otomatis ketika sudah 3 tahun." Ucap salah satu pengurus OSIS.


"Eh?" Nix menatap pengurus OSIS yang ada di depannya dengan tatapan kosong.


"Dan itu bukan tanpa alasan, kalian akan diberikan tugas khusus yang berbeda dibandingkan siswa lainnya, itu bahkan akan berhubungan dengan luar akademi, penjelasan rincinya akan diberikan nanti."


Nix yang mendengar penjelasan itu seketika mengurungkan niat awalnya.


Itu dikarenakan Nix dapat otomatis lulus dalam 3 tahun dan tidak perlu mengikuti ujian pemilihan lagi, selain itu dia juga dapat mengeksplor lebih luas di luar akademi dan mungkin ada keuntungan lainnya yang belum dijelaskan.


Nix merasa sangat bersemangat dalam hatinya.

__ADS_1


Itu karena Nix belum tau masa depan seperti apa yang akan menantinya ketika ia memutuskan untuk bergabung dengan OSIS.


...----------------...


2 bulan sudah berlalu sejak Nix, Frederica, dan Elvia bergabung dalam OSIS.


Nix sudah memahami sepenuhnya keuntungan yang ia dapat dengan bergabung ke dalam OSIS dan segala hal yang berkaitan dengan tujuan, fungsi, dan kepengurusan mereka.


Nix yang awalnya berpikir jika ia bergabung dengan OSIS maka ia akan lebih diuntungkan, disadarkan oleh kenyataan pahit ketika ia sudah berada di dalamnya selama 2 bulan.


Ya, kenyataan pahit dimana organisasi OSIS ternyata bukanlah semata-mata organisasi biasa yang hanya mengurus kegiatan siswa saja, namun lebih dari itu.


"Nix, seseorang terlihat di belakang gedung olahraga, bisakah kamu mengurus mereka?" Ucap Elvia.


"Lagi? dari akademi mana mereka?" Tanya Nix.


"Sepertinya dari Akademi Timur Lumena."


"Lumena? mereka benar-benar tidak tau kapan waktunya untuk menyerah ya." Nix menghela napas.


Di atas gedung akademi, tepatnya malam hari jam 12 malam, terlihat seorang lelaki yang mengenakan seragam berjubah yang melihat ke arah gedung olahraga di bawahnya sambil berkomunikasi menggunakan pikirannya.


Lelaki itu adalah Nix, seseorang yang ditunjuk oleh Ketua OSIS sebagai salah satu dari seksi keamanan akademi sekarang.


"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Nix melompat menuju atap gedung olahraga yang ada di bawahnya.


"Hati-hati, sepertinya mereka kali ini mengerahkan 5 orang, salah satu dari mereka adalah support, kamu harus mengurusnya terlebih dahulu." Ucap Elvia.


Dengan langkah yang tidak bersuara, Nix mendekati bagian belakang gedung olahraga dan menengok ke bawah dari atap


Dari sana, terlihat 5 siswa berpakaian kemeja berwarna putih dengan 4 orang yang memegang pedang dan 1 orang memegang tongkat


Nix fokus melihat ke arah siswa yang memegang tongkat.


Sebab sudah pasti yang memegang tongkat itu adalah support.


"Aku sudah menemukan supportnya, jadi aku akan menyerang sekarang." Ucap Nix melalui transmisi pikiran.


"Ya, berhati-hatilah." Balas Elvia.


"Oke!" Nix melompat dan meluncur ke bawah dari atap gedung olahraga.


Melihat kelima siswa yang belum menyadarinya, Nix memutuskan untuk memanggil mereka.


"Oi!!!" Panggil Nix.


"?!"

__ADS_1


Kelima siswa yang ada di bawah terkejut melihat Nix yang memanggil mereka dari atas.


Nix segera mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.


Lalu ia membanting pedangnya ketika ia mendarat di tanah dan membuat kelima siswa yang berkumpul di sekitarnya terpental.


Setelah itu Nix berlari ke arah siswa yang memegang tongkat dan memukul perutnya dengan gagang pedangnya hingga ia pingsan.


"Support sudah tumbang, kalau begitu.."


Nix dengan cepat berpindah tempat ke siswa lain yang masih terkapar di tanah dan membuat mereka pingsan dengan cara yang sama.


Namun salah satu dari siswa itu berhasil kembali berdiri dengan cepat dan mengambil pedangnya untuk menyerang Nix.


"SIALAN KAU!!"


Nix yang menyadarinya segera menendangkan kakinya ke arah siswa itu hingga ia terpental ke belakang.


"Kuh!!" Siswa itu jatuh dan terguling di tanah.


Melihat siswa lain sudah tumbang kecuali siswa itu, Nix berjalan ke arahnya secara perlahan.


"Oi-oi, beritahu aku dong, kenapa kalian para Lumena sangat berambisi menyerang kami? apakah kalian ada dendam?" Tanya Nix.


Siswa Lumena yang marah karena mendengar itu seketika mengambil pedangnya yang terjatuh dan menyerang Nix lagi.


*Slash! Slash!


Namun karena serangan itu tidak terlatih, Nix dengan mudah menghindari serangan itu setiap kali siswa itu mengayunkannya.


"Ck-ck-ck, apakah para siswa Lumena tidak pernah diajarkan cara mengayunkan pedangnya dengan benar?" Ejek Nix.


"!!"


Siswa Lumena yang sudah kehilangan kendali karena marah menjadi lebih agresif menyerang Nix dengan pedangnya.


Namun Nix yang kasian melihatnya segera berpindah tempat ke belakang siswa itu dan memukul tengkuk punggungnya hingga membuat ia pingsan.


*Bruk!


Siswa itu terjatuh setelah menerima pukulan Nix.


Nix menyarungkan kembali pedangnya ke sarungnya.


"Elvia, aku sudah selesai." Ucap Nix melalui transmisi pikiran.


"Hmm? sudah ya?  kalau begitu, kamu bisa kembali ke posmu sekarang." Ucap Elvia.

__ADS_1


"Oke!" Balas Nix.


Setelah membereskan para siswa Lumina, Nix segera melompat ke atas gedung olahraga dan meninggalkan mereka.


__ADS_2