Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Panggilan


__ADS_3

Pagi hari setelah pertempuran antara Nix melawan Riel, Nix dipanggil oleh Ketua OSIS ke ruangannya.


"Jangan sungkan untuk minum tehnya, silahkan." Ucap Ketua OSIS.


"Ah, terima kasih." Nix mengambil teh yang disiapkan untuknya dan meminumnya pelan-pelan.


Ruangan ketua OSIS adalah ruangan yang berada di dalam gedung utama Akademi tepatnya di sebelah Ruang OSIS.


Ruangan ini memiliki rata-rata luas seperti kelas biasa pada umumnya..


Ruangan Ketua OSIS yang ditempati oleh Nix sekarang adalah ruangan bernuansa sederhana yang diselimuti oleh dinding berwarna coklat dan karpet merah serta sebuah pemandangan lapangan akademi luas yang bisa dilihat dari kaca besar yang berada persis di belakang meja kerja Ketua OSIS.


Nix duduk berhadapan dengan Ketua OSIS menggunakan kursi kecil yang ada di tengah-tengah ruangan dengan meja bundar yang berada di tengah-tengah mereka.


Saat ini, Nix masih belum tau apa sebenarnya tujuan ia dipanggil kemari.


Namun Nix sudah menebak, bahwa alasannya berkaitan dengan kejadian malam kemarin.


Yaitu ketika ia bertarung melawan Riel yang mengakui dirinya sebagai Ketua OSIS dari Akademi Timur Lumina.


Mungkin ini berkaitan dengan fasilitas akademi yang rusak akibat pertempuran kemarin, atau mungkin tentang Nix yang berhasil mengalahkan Ketua OSIS dari akademi lain, tidak ada yang tau pasti alasannya.


Riel yang kemarin sudah mengaku kalah melawan Nix, telah ditahan diruangan OSIS saat ini, di dalam kamar khusus yang sudah disediakan olehnya.


Dia sempat ditanyakan dengan beberapa pertanyaan dari anggota OSIS lain, namun Riel sama sekali tidak menjawab pertanyaan mereka.


Mata Riel yang penuh dengan rasa penasaran ketika Nix baru pertama kali menemuinya, sekarang telah berubah menjadi mata tanpa cahaya yang penuh dengan keputusasaan.


Mengingatkan Nix pada dirinya yang saat itu juga pernah berputus asa.


Mencoba tidak mengingat kejadian itu, Nix kembali menaruh cangkir teh nya di meja dan bertanya kepada Ketua OSIS yang berada di hadapannya.


"Kalau begitu, apakah saya boleh bertanya tentang alasan spesifik sampai-sampai Ketua sendiri yang memanggil saya ke sini pagi ini?" Tanya Nix dengan sopan.


Ketua OSIS yang mendengar pertanyaan Nix mengeluarkan senyuman kecil dari wajahnya.


"Tidak perlu terlalu formal, aku lebih suka suasana yang santai ketika mengobrol." Ucap Ketua OSIS.


"Eh? begitu ya? kalau begitu, aku akan memakai bahasa normalku ketika berbicara dengan ketua. Apakah tidak apa-apa?" Tanya Nix.

__ADS_1


"Tidak apa-apa." Balas Ketua OSIS.


Nix mengangguk sebagai tanggapan setelah mendengar persetujuan Ketua OSIS.


Ketua OSIS yang melihat itu langsung melanjutkan perkataanya.


"Tentang pertanyaan yang kamu tanyakan barusan, aku akan menjawabnya sekarang. Alasan aku memanggilmu ke sini adalah karena kejadian kemarin, seharusnya kamu juga bisa menebaknya kan?"


"Tentu saja, aku sudah memikirkannya juga sebelumnya. Bahwa tidak mungkin jika kejadian dimana seorang Ketua OSIS melawan seorang murid biasa akan menjadi kejadian yang biasa saja." Ucap Nix


"Kamu benar, selama aku menjabat dari Ketua OSIS, aku belum pernah mendengar kabar mengenai Ketua OSIS dari Akademi lain yang datang langsung ke sini untuk menyerang."


"Mendengar laporan kemarin bahwa Ketua OSIS Timur Lumina datang ke sini untuk menyerang dan kamu berhasil menghentikannya, aku lansgung memutuskan untuk memanggilmu ke sini."


"Jadi bisa kusimpulkan bahwa ketua ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepadaku?"


"Ya itu betul, terutama mengenai kekuatanmu itu."


"Kekuatanku?"


Ketua OSIS menyilangkan tangannya sebelum melanjutkan.


"Kamu tau, jika posisi Ketua OSIS adalah posisi spesial yang tidak bisa diberikan ke sembarang orang di suatu akademi, orang yang menjadi ketua OSIS haruslah kuat secara fisik dan mental."


Kemarin ketika Nix baru pertama kali bertemu dengan Riel, Nix juga menyadari bahwa mana yang ada di tubuh Riel terbilang cukup besar.


Dan ketika Nix bertarung dengannya, Riel sempat menyerang Nix menggunakan sihirnya berkali-kali, namun Riel sama sekali tidak terlihat kelelahan setelah itu.


Jika orang biasa yang menggunakan mantra berturut-turut seperti itu, maka sudah dipastikan jika dia akan tumbang. Perisai yang melindungi Riel juga bukanlah perisai biasa, itu pasti membutuhkan mana yang banyak untuk menjaganya tetap aktif.


Lalu tongkat yang digunakan Riel bukanlah sekedar tongkat biasa.


Untuk mengeluarkan beberapa mantra berat, diperlukan spesifikasi khusus yang ada pada tongkat untuk menahan aliran mana yang cukup besar di intinya.


Apabila Inti tongkat itu tidak kuat menahan mana yang disalurkan, maka inti itu akan pecah dan tidak bisa megeluarkan sihir lagi.


Dari yang dilihat Nix, sepertinya tongkat yang digunakan oleh Riel adalah tongkat yang didapat dari labirin. Karena dari bentuknya saja sudah terlihat seperti artefak kuno.


Jika itu benar, itu berarti Ketua OSIS yang ia lawan kemarin memanglah cukup mengerikan jika dipertimbangkan.

__ADS_1


Ketika mulai memikirkan hal itu lebih dalam, Ketua OSIS yang berada di hadapan Nix melanjutkan perkataanya.


"Nix, apakah kamu mungkin adalah seseorang yang cukup berpengalaman dalam bertarung?" Tanya Ketua OSIS.


Nix sontak terkejut karena tiba-tiba diberi pertanyaan itu.


Nix memanglah seseorang yang cukup berpengalaman dalam pertarungan, jika dihitung dari waktu ketika ia berada di dunianya sebelumnya, Nix sudah melewati hingga puluhan ribuan pertempuran dalam kehidupannya.


Namun Nix tidak ingin memamerkan kemampuan itu di kehidupannya sekarang, karena dia tidak ingin terlihat mencolok di mata orang.


Itu karena Nix tidak ingin banyak orang yang menjauhinya karena kekuatannya yang cukup besar.


Berkebalikan dengan sifatnya dulu, Nix ingin membuat teman yang akan membantunya ketika ia bertarung lagi melawan Raja Iblis. Untuk itu, Nix harus menahan kekuatannya untuk memberi kesempatan kepada temannya agar bisa mengasah kemampuannya dalam bertarung.


Sebab jika Nix tidak menahan diri, ia mungkin akan menebas musuh dihadapannya dengan 1 kali tebasan.


Dan itu membuat teman partynya tidak akan mendapat kontribusi sama sekali.


Untuk itulah alasan Nix menahan dirinya sekarang.


Berpikir sebentar untuk menjawab pertanyaan Ketua OSIS, Nix kembali menghadap ke depan ketika sudah siap.


"Ya, saya mungkin memang cukup berpengalaman dalam pertempuran." Jawab Nix.


"Hoooh, apakah itu berarti kamu sering bertarung ketika kamu belum menjadi siswa dulu?"


"Ya, ayah saya sering mengajak saya ke berbagai dungeon untuk melawan monster, dan dia juga sering melatih saya berpedang. Mungkin karena itulah saya sudah cukup biasa dalam bertempur." Nix berpikir bahwa jawaban ini sudah cukup.


Ketua OSIS terdiam sejenak mendengar penjelasan Nix.


Setelah beberapa saat, Ketua OSIS kembali melanjutkan.


"Nix, apakah kamu keberatan jika aku meminta sesuatu darimu? " Tanya Ketua OSIS.


"Tentu saja, tapi permintaan apa?" Balas Nix bertanya.


Ketua OSIS mengubah wajahnya yang tadinya santai menjadi serius sebelum menjawab pertanyaan Nix.


"Aku ingin kamu bertarung denganku besok." Ucap Ketua OSIS.

__ADS_1


"Eh?"


Nix dalam sekejap membeku ketika mendengar permintaan Ketua OSIS.


__ADS_2