Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Pembantaian White Ursus


__ADS_3

Setelah berjalan selama 10 menit, akhirnya Nix sampai di tempat di mana Lina berada.


Dari tempatnya, Nix melihat Lina yang sedang bertarung melawan sekelompok White Ursus.


"Lina, disampingmu!" Ucap salah satu orang dari kelompok Lina.


"?!" Lina mengarahkan pandangannya ke sampingnya.


Di samping Lina, sebuah White Ursus meloncat ke arahnya dari balik kabut putih yang tebal.


Lina langsung melompat mundur untuk menghindari White Ursus itu.


*Bum* White Ursus mendarat di salju yang tebal.


*Groarrr!!!! White Ursus itu berlari ke arah Lina.


Lina memasukkan panahnya ke dalam Crossbownya, dan menembakkannya ke arah mata kiri White Ursus itu.


*Ctak! {Suara panah dilepaskan}


*Zap! Panah Lina mengenai mata White Ursus.


*Groarrr!!! White Ursus itu berhenti mengejar Lina karena kesakitan.


Lina langsung mengambil kesempatan itu untuk memasuki panahnya sekali lagi dan membidik mata kanan White Ursus.


Namun seolah tidak memberi kesempatan, White Ursus itu langsung berlari ke arah Lina.


Lina yang melihatnya langsung dengan panik menembakkan panahnya.


*Ctak!


Panah Lina meleset dan mengenai kulit White Ursus.


"Cih!" Lina langsung berlari menjauhi White Ursus yang mengejarnya.


Namun White Ursus itu sangatlah cepat hingga dapat menyusul dan sudah berada tepat di belakang Lina.


*Groarrr!!! White Ursus itu melompat ke arah Lina.


Lina tidak bisa menghindarinya karena jaraknya yang sangat dekat.


Namun sebelum White Ursus itu sampai di Lina, seorang pemuda datang dari samping White Ursus itu dan menendang badannya.


*Bum! Tubuh White Ursus terpental ke samping karena tendangan dari pemuda itu.


"?!" Lina terkejut karena White Ursus yang berada tepat di depannya terpental.


Pemuda itu mendarat di salju, dan Lina yang melihatnya membelalakkan matanya


"Kamu?!" Lina terkejut karena melihat Nix berada di depannya.


Nix hanya melihat ke arahnya sekilas, dan kembali fokus terhadap White Ursus yang tadi dipentalkannya.


"Bukan kamu, tapi Nix, namaku Nixerick Xiphos, maaf aku telat memperkenalkan diri. Tapi salah satu dari orangmu tadi meminta bantuan ke aku, jadinya aku datang ke sini." Nix menendang salju di bawahnya dan melesat maju menuju White Ursus di depannya.


White Ursus itu berdiri kembali setelah dipentalkan oleh Nix.


Lalu White Ursus itu berlari ke arah Nix.


Setelah sudah dekat dengan Nix, White Ursus itu menyerangnya


*Groarrr!! White Ursus mengangkat cakar tajamnya untuk menyerang Nix.


Nix yang melihatnya langsung menggunakan pedangnya untuk menebas tangan White Ursus didepannya.

__ADS_1


*Slash!


*Groarrr!!!* Tangan White Ursus terpotong setelah Nix menebasnya.


Nix lalu melanjutkannya dengan langsung mengarahkan pedangnya ke arah leher White Ursus.


*Slash!


Kepala White Ursus langsung terpenggal setelah Nix menebasnya.


"S-semudah itu?" Lina membelalakkan matanya melihat Nix yang dengan mudah mengalahkan White Ursus.


Nix langsung melanjutkannya dengan berlari ke arah White Ursus lain mengandalkan telinganya.


Sebab Kabut putih yang tebal di sekitarnya membuat Nix kesusahan dalam menggunakan matanya.


*Groarrr!!!* Nix mendengar suara White Ursus yang berada tidak jauh darinya.


"Disitu ya?" Nix menyalurkan energi ke dalam pedangnya dan menebaskannya ke arah kabut putih yang tebal.


*Slash*


*Wushhh~~* Kabut putih di sekitar Nix menghilang karena tebasan Nix yang mengeluarkan angin besar.


Setelah kabut disekitarnya hilang, Nix melihat sekelompok White Ursus berjumlah kira-kira 10 ekor.


Nix langsung berlari ke arah kawanan White Ursus itu.


*Groarrr!!! White Ursus berlari ke arah Nix yang mendekat ke arah mereka.


Nix dengan cepat melompat ke salah satu White Ursus dan langsung memenggal kepala mereka


*Slash!


*Slash slash slash


Kepala White Ursus berjatuhan setelah Nix memenggal kepala mereka.


Lina dan kelompoknya hanya terdiam sambil tercengang melihat Nix dapat dengan mudah membantai kawanan White Ursus seorang diri.


...----------------...


Setelah 3 menit membantai White Ursus seorang diri, Nix kembali berjalan menuju Lina dan kelompoknya.


"Yo, aku sudah kembali." Nix melambaikan tangannya pada Lina dan kelompoknya.


Lina dan kelompoknya hanya terdiam melihat Nix yang menyapa mereka dengan baju dan kulitnya yang berlumuran darah akibat cipratan darah dari White Ursus yang dibunuhnya.


3 menit saat Nix membantai White Ursus, Lina dan kelompoknya hanya berdiam dari kejauhan dan tidak membantu Nix sama sekali.


Yang membuat Lina dan kelompoknya masih bingung pada apa yang sebenarnya baru terjadi di depan mereka.


Itu karena Lina dan kelompoknya masih belum pernah melihat seseorang dapat membantai sekelompok White Ursus dengan mudah selama mereka hidup di sini.


Lina yang masih tercengang setelah melihat kejadian tadi, bertanya kepada Nix yang berada di depannya.


"N-nix...apakah kamu benar-benar hanyalah seorang murid akademi biasa?" Tanya Lina dengan wajah gugup.


Nix bingung dengan pertanyaan Lina.


"Hmm? apa maksudmu? aku memanglah seorang murid biasa kok." Jawab Nix


"T-tapi, White Ursus tadi.."


"Ah mereka? kukira mereka akan lebih sedikit kuat, tetap sepertinya dugaanku salah."

__ADS_1


"Hah? apa maksudmu sedikit kuat? apakah kamu tidak melihat bagaimana aku kesusahan dalam menangani 1 White Ursus tadi?!"


"Eh?" Nix tersadar bahwa dirinya tadi terlalu terbawa suasana ketika sedang melawan White Ursus.


Yang membuatnya lupa bahwa orang-orang di sini memanglah kesusahan dalam menghadapi White Ursus, dan Nix yang dapat dengan mudah mengalahkan mereka sudah jelas akan membuat Lina dan orang di sini terkejut.


Nix berpikir sebentar untuk menjawab pertanyaan Lina.


Namun sebelum Nix memikirkannya, Lina yang ada di depan Nix langsung berkata kepada Nix.


"Nix, kita pindah dulu dari sini. Kamu kembalilah ke rumahku sekarang, nanti aku akan segera menyusul ke sana. Ingatlah bahwa nanti aku akan meminta penjelasanmu mengenai pembicaraan tadi."


Setelah mengatakan itu, Lina berbicara kepada salah satu orang di kelompoknya untuk mengarahkan Nix menuju rumahnya agar tidak tersesat.


Nix yang mendengar itu memutuskan untuk mendengarkan perkataan Lina dan kembali ke rumahnya.


...----------------...


Setelah Nix kembali ke rumah Lina, Lina menyusulnya 30 menit kemudian.


Namun setelah Lina kembali ke rumahnya, Lina terkejut ketika melihat salah satu pajangan di dindingnya rusak.


"A-apa yang sebenarnya terjadi?!" Lina melihat ke arah kotak kacanya di dinding yang pecah dan isinya yang kosong.


Nix langsung segera menjelaskannya pada Lina.


"M-maafkan aku! karena tadi aku tidak mempunyai pedang, jadinya aku memutuskan untuk mengambilnya dari situ!"


"Hah?! itu artinya tadi kamu membunuh White Ursus menggunakan pedang itu?!" Teriak Lina.


"I-iya..." Jawab Nix pelan.


Lina menaruh jarinya di dahinya karena pusing pada apa yang baru saja ia dengar.


Nix yang melihatnya segera bertanya padanya.


"A-apakah pedang itu berharga bagimu?" Tanya Nix pelan.


Lina yang mendengar itu langsung mengarahkan pandangnnya pada Nix dan menjawabnya.


"Bukan masalah berharga atau tidak, tetapi.."


"Tetapi?"


Lina menghela napas sedikit sebelum melanjutkan.


"Pedang yang barusan kamu gunakan untuk membunuh White Ursus itu bukanlah pedang asli, melainkan palsu."


"Eh?"


"Kamu bisa menyadarinya jika melihatnya dengan baik-baik, bahwa bilah pedang itu bukanlah terbuat dari besi, melainkan kaca."


"...." Nix terdiam mendengar penjelasan Lina.


Sebab Nix sama sekali tidak menyadari bahwa itu palsu, karena dirinya menggunakan energinya untuk memperkuat pedang itu ketika melawan White Ursus sebelumnya yang membuat pedang itu tidak pecah.


Lina kembali menaruh jarinya di dahinya karena pusing.


Lalu tidak lama setelah itu, Lina berkata pada Nix.


"Pokoknya, aku akan segera bertanya banyak hal padamu sekarang. Maka dari itu, tolong dengarkan baik-baik agar aku bisa mengerti mengenai situasimu." Ucap Lina.


Nix hanya bisa pasrah mendengar itu sambil menganggukkan kepalanya


"Baik..."

__ADS_1


__ADS_2