
Jenderal Iblis yang melawan Nix adalah Jenderal caster yang memimpin divisi mage bernama Lilith.
Itu dapat dilihat dari simbol yang dimiliki Lilith yaitu tongkat yang menandakan bahwa dia adalah seorang pemimpin caster.
Saat ini, Nix sedang dipojokkan dengan kehadiran Lilith yang mendadak.
Itu karena dia kelelahan setelah melawan Axel sebelumnya dan belum mendapatkan dua pedang andalannya.
Namun karena Nix tidak ingin mati di sini, Nix memutuskan untuk tidak menyerah dan berusaha untuk melawannya.
Walau tujuan dia bukan untuk mengalahkannya, namun membuat celah untuknya agar bisa kabur dari situ.
Sebab Nix yakin bahwa dirinya tidak akan bisa mengalahkannya dengan kondisinya saat ini.
Itu karena Iblis hanya bisa dikalahkan dengan memotong lehernya, dan Nix belum bisa memotong lehernya menggunakan pedangnya saat ini.
"Oi-oi, sampai kapan kamu terus menghindar? kamu tidak akan bisa menang jika terus begitu loh." Lilith mengeluarkan beberapa bola api di sekitarnya dan menembakkannya ke arah Nix.
Nix dengan cepat menghindarinya sambil menebas beberapa bola api yang datang ke arahnya.
*Slash Slash
Nix berusaha untuk mendekat ke arahnya, namun dihalangi oleh berbagai proyektil sihir yang terus menerus datang ke arahnya tanpa henti.
"Kukuku, coba hindari ini kalau kamu bisa. Shadow Flame!" Api berwarna hitam muncul di sekitar Lilith dan pecah menjadi beberapa bagian kecil yang mengarah ke Nix
"Cih!" Nix terpaksa mundur karena api hitam yang dilemparkan Lilith.
Sudah lebih dari 10 menit sejak pertempuran antara Nix dan Lilith mulai, namun Nix masih belum bisa mendekat ke arah Lilith.
Dan Lilith sedari tadi hanya berdiri diam di tempatnya sambil terus tersenyum melihat Nix yang kesusahan.
"Ahahahaha, teruslah berlari semut kecil, namun ketika saatnya tiba saat aku menangkapmu, maka itu adalah akhir darimu." Lilith mengeluarkan sihir proyektil lagi ke arah Nix.
Nix yang sudah kesal karena terus mundur, akhirnya dengan cepat menendangkan kakinya ke tanah dibelakangnya dan melaju ke arah Lilith yang berada di depannya.
"Energy Field, 3x lipat!" Energy field yang berada di sekujur tubuh Nix menebal dan memperkuat sekaligus mempercepat tubuh Nix 3x lipat.
Lalu Nix membuat sebuah medan energi di sekitar tubuhnya untuk memblokir serangan sihir yang dikeluarkan oleh Lilith.
Lilith yang melihat itu segera mengambil salah satu orb hitam yang melayang di sekitarnya dan mengarahkan orb itu ke arah Nix sambil membuka telapak tangannya lurus lebar-lebar.
"Black Blaster." Orb hitam di tangan Lilith mengeluarkan sebuah cahaya hitam besar yang mengarah lurus cepat ke arah Nix di depannya.
"?!" Nix yang melihat itu langsung melompat ke atas untuk menghindari cahaya hitam itu.
Lilith tersenyum lebar melihat Nix yang melompat ke langit.
"Black bullet" Orb disekitar Lilith mengeluarkan peluru hitam kecil yang melesat lurus ke arah Nix
Nix yang melihat itu langsung mengfokuskan energinya pada pedangnya dan mengeluarkan energy charge untuk memblokir peluru itu.
*Slash slash slash slash
Cahaya keemasan berbentuk bulan sabit melesat menuju peluru hitam yang mengarah ke arah Nix.
Lalu peluru hitam yang terkena cahaya itu meledak
*Bum bum bum {Suara ledakan}
Namun karena jumlah peluru hitam itu terlalu banyak, beberapa peluru hitam berhasil mengenai medan energi yang berada di sekitar tubuh Nix dan merusaknya.
*Prang prang {Suara medan energi pecah}
Tetapi berkat itu, Nix berhasil mendarat di tanah dan melesat ke arah Lilith yang berada di depannya.
"Instan transmision." Lilith berpindah tempat ke belakangnya untuk menjauhi Nix.
"Fire pillar." Lilith mengeluarkan pilar api yang keluar dari tanah untuk membakar Nix.
Nix terpaksa menghentikan lajunya untuk berpindah tempat dengan cepat dan menghindari pilar api itu.
Namun Lilith yang melihatnya langsung mengeluarkan sihir lain untuk menyerang Nix.
"Flame Arrow, Light blast, Ice thorn" 3 orb yang berada di sekeliling Lilith mengeluarkan warna merah, kuning, dan biru muda secara berurutan lalu mengeluarkan api panah, proyektil cahaya, dan duri es ke arah Nix dengan cepat.
"Energy Field, 5x lipat!" Cahaya yang menyelimuti sekujur tubuh Nix semakin terang dan membuat tubuhnya semakin kuat.
__ADS_1
Nix segera menyarungkan pedangnya ke dalam sarungnya untuk menyelimutinya dengan energi.
Lalu setelah itu dia melepaskannya ke arah proyektil sihir yang datang ke arahnya.
*Slash
*Duar!
Proyektil cahaya yang terkena tebasan Nix meledak dalam sekejap.
Nix langsung melanjutkannya dengan berlari menuju Lilith yang berada di depannya.
"Rock crush." Lilith mengeluarkan 3 batu berukuran besar yang mengarah ke arah Nix
*Slash slash slash
Nix segera menghancurkan 3 batu besar itu dengan cepat menggunakan pedangnya.
"Spectre flame." Sebuah proyektil api berwarna ungu datang ke arah Nix dengan cepat.
*Slash slash slash
Nix sekali lagi melenyapkan sihir yang diarahkan dengannya menggunakan pedangnya.
"Cih, Weapon Arrow!" Orb disekitar Lilith mengeluarkan sebuah portal yang melemparkan berbagai senjata ke arah Nix.
Nix yang melihat itu segera menghentikan larinya.
Nix menutup matanya dan menghela napas sedikit untuk berfokus.
Setelah merasa bahwa energinya sudah berkumpul di pedangya, Nix langsung menebaskan pedangnya ke arah proyektil senjata yang mengarah padanya.
*Slash! Sebuah hembusan angin yang sangat kencang menyapu bersih semua proyektil yang diarahkan padanya dalam sekejap.
"Ck!" Lilith mendecakkan lidahnya kesal melihat semua proyektil senjatanya berhasil di pantulkan.
Namun ia segera mendapatkan ketenangannya kembali dan menyiapkan orbnya untuk mengeluarkan sihirnya lagi.
"Tenang saja, lagipula dia tidak akan bisa sampai di sini jika aku terus menembakkan sihirku." Pikir Lilith.
Lilith langsung mengarahkan tangannya ke arah Nix dengan tujuan untuk menyerangnya.
"Hah? dimana dia?"
*Bzzzttt
"!!" Perisai sihir yang melindungi area sekitar Lilith tiba-tiba rusak.
Lilith langsung mengarahkan pandangannya ke arah bagian perisai sihirnya yang rusak.
"?!"
Di belakangnya, Lilith melihat Nix yang dengan cepat masuk ke dalam celah perisai sihirnya yang rusak dan melompat ke arah Lilith untuk menyerangnya menggunakan pedangnya.
"Pilar Flame!" Sebuah pilar api muncul dari depan Nix.
Nix terpaksa melompat ke belakang untuk menghindari pilar itu.
Lilith yang melihatnya langsung mengucapkan mantra untuk menjauhi Nix.
"Instan transmisi-"
"Energy area."
Tepat sebelum Lilith selesai mengucapkan sihirnya, Nix membuat sebuah medan energy yang menutupi hingga 2km dari tempat di mana Nix berdiri.
Energy area itu secara otomatis akan memblokir segala penggunaan sihir yang berada di dalamnya.
Oleh karena itu, Lilith yang berada di dalam energy area tidak akan bisa menggunakan sihirnya untuk kabur.
"A-apa yang sebenarnya terjadi?" Lilith mencoba menggunakan sihirnya tetapi tidak ada yang berhasil.
Energy area adalah teknik yang dibuat oleh Nix di dunianya sebelumnya.
Itu adalah teknik yang dibuat Nix untuk melawan musuh seperti Lilith sekarang, yaitu seseorang yang menembakkan sihirnya dari jauh.
Dengan energy area, seseorang tidak akan bisa menggunakan sihirnya ketika berada di dalamnya.
__ADS_1
Namun, energy area ini juga mempunyai kelemahan.
Yaitu penggunaan energinya yang sangat berat.
Sebab ketika seseorang mengeluarkan energy area, tergantung dari jaraknya, itu membuat penggunanya menyebarkan energi yang ada di dalam tubuhnya untuk membuat medan di sekitarnya.
Sehingga diperlukan jumlah energi yang sangat banyak.
Maka dari itu, Seseorang tidak mungkin akan terus menahan energi area dalam waktu yang lama.
Di dunianya yang dulu, Nix dapat menggunakan energi area hingga 2 menit lamanya.
Namun di dunianya sekarang, dengan kondisinya saat ini, Nix hanya bisa mengeluarkannya dengan rentang waktu yang sangat sedikit.
Itu hanya 5 detik.
Nix segera mengalirkan energinya yang tersisa ke pedangnya untuk menembus medan energy field milik Lilith.
Lalu ia memperkuat tubuhnya 10x lebih kuat menggunakan energy field.
"Energy field, 10x lipat!" Cahaya keemasan yang mengelilingi Nix menyebar ke area sekitarnya.
Nix melompat ke arah Lilith yang berada tepat di hadapannya.
Lalu Nix menebaskan pedangnya ke arah Lilith.
*Slash Slash Slash.
Dalam sekejap, Nix berhasil memotong 2 kaki Lilith beserta tangan kanannya.
Nix yang melihat tangan kiri Lilith masih tersisa, berniat untuk mengakhirinya dengan memotongnya.
Sebab dengan hilangnya kedua lengan Lilith, itu berarti Lilith tidak akan bisa merapalkan sihir lagi.
Kehilangan bagian tubuh bukanlah hal yang mengerikan bagi Iblis.
Itu karena Iblis bisa dengan mudah menumbuhkan bagian tubuh mereka yang terpotong, namun itu tetap membutuhkan beberapa waktu untuk tumbuh kembali.
Sehingga dengan waktu kosong itu Nix dapat segera kabur dari sana.
"Dengan ini berakhir sudah." Nix melayangkan pedangnya ke arah lengan kiri Lilith.
Tiba-tiba, 5 Orb yang mengelilingi Lilith berubah bentuk menjadi tombak dan mencoba menusuk Nix.
Nix yang melihat itu langsung segera memblokir semua serangan orb menggunakan pedangnya dan menebaskan pedangnya.
*Slash!
Semua orb yang berubah menjadi senjata terpental karena tebasan Nix.
Nix lalu kembali mengarahkan pedangnya ke arah Lilith yang terbaring di tanah.
Namun Lilith hanya tersenyum melihat ke arah Nix di atasnya.
Itu karena energy area milik Nix sudah kehabisan waktu dan menunjukkan kerusakan.
*Bzzttt! Energi area yang dibuat Nix menghilang.
Energy field 10x lipat yang digunakan Nix juga ikut menghilang karena energinya yang sudah habis.
Nix langsung menebaskan pedangnya dengan kekuatannya yang tersisa ke arah lengan kiri Lilith.
Namun Lilith yang melihat energy area Nix sudah menghilang langsung mengaktifkan mantranya kembali dan membuat Nix terpental ke belakang.
"Shockwave!" Sebuah angin besar keluar dari sekitar Lilith dan mementalkan Nix ke belakang.
"Ugh!" Nix terpental ke belakang dan terguling di tanah.
"Dengan ini berakhir sudah." Lilith mengarahkan tangan kirinya yang tersisa ke arah Nix.
Nix yang melihatnya tidak bisa melakukan apapun karena dirinya tidak bisa bergerak akibat kelelahan setelah membuat energi area.
"Padahal tinggal sedikit lagi!" Nix memukul tangannya ke tanah.
Lilith langsung segera mengaktifkan sihirnya ke arah Nix yang tidak bisa bergerak.
"WORLD TELEPORT END!!"
__ADS_1
Sebuah kubus biru muncul dari tanah dan mengurung Nix di dalamnya.