Swordmaster : The Origin

Swordmaster : The Origin
Asap Misterius


__ADS_3

[Tahun 3024, Ibukota Kerajaan Lumina, Baus, Akademi Sihir Timur Lumina]


"Bagaimana situasi unit yang kita kirim ke Akademi Heraklios?"


"Mereka gagal lagi."


"Lagi? apakah kau serius?"


"Ya, seksi keamanan disana sangatlah kuat, mereka benar-benar tidak membiarkan celah sedikitpun untuk orang luar."


"Begitu ya, berapa banyak orang yang menyerang unit kita?


"Hanya satu."


"Hah? satu?!"


"Itu benar, dan satu orang itulah yang telah mengagalkan rencana kita berkali-kali, seorang laki-laki yang cukup lihai dalam menggunakan pedang."


"Siapa nama orang itu?"


"Aku tidak tau detailnya, tetapi siswa di sana memanggilnya Nix. Dia adalah salah satu dari seksi keamanan di Akademi."


"Apakah kau yakin dia menghentikan semua rencana kita seorang diri?"


"Tidak diragukan lagi."


"....."


"Apakah kita perlu mengirim unit ke sana lagi?"


"Aku rasa percuma saja, kali ini aku yang akan ke sana."


"?! tetapi Ketua, bukankah itu terlalu berbahaya? jika anda tidak bisa kembali ke sini.."


"Tenang saja, aku hanya ingin menguji seberapa kuat orang yang bernama Nix ini, setelah itu aku akan kembali."


"T-tetapi.."


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika memang situasi menjadi berbahaya, aku akan segera kembali ke sini, lagipula aku bisa berteleport.


"N-namun, jika orang itu tau cara membatalkannya maka..."


"Seorang siswa biasa tidak mungkin tau cara membatalkan teleport, karena itu, kamu bisa tenang Rebecca.


"...."


"Kalau begitu, karena aku akan pergi siang ini. Maka untuk sementara aku menitipkan Akademi ini padamu dulu oke?"


"B-baiklah..


"Kalau begitu aku permisi dulu."


*Cklek*


"....."


Di sebuah ruangan yang hanya tersisa seseorang bernama Rebecca, sebuah kecemasan terasa dari mata yang terus menatap pintu ruangan itu tertutup.


...----------------...

__ADS_1


[Tahun 3024, Ibukota Kerajaan Heraklios, Tifa, Akademi Sihir Heraklios]


Di sebuah jalan di Akademi, terlihat seorang lelaki yang sedang berbicara melalui transmisi pikirannya.


"Elvia, apakah masih belum ada yang datang?" Tanya Nix melalui transmisi pikiran.


"Belum, sepertinya malam ini akan cukup sepi." Balas Elvia.


"Begitu ya? kalau begitu apakah aku bisa kembali ke kamarku sekarang?"


"Tidak boleh, jika ada yang menyerang tiba-tiba, bagaimana jadinya jika kamu tidak ada?"


"Ehhh? bukannya masih ada anggota yang lain?" Keluh Nix.


"Mereka semua tidur, itu karena mereka yakin bahwa dirimu saja sudah cukup untuk melawan mereka.


"Oi-oi, sejak kapan mereka menganggapku seperti itu? mereka tetaplah anggota OSIS kan?"


"Itu menunjukkan betapa percayanya mereka terhadap dirimu Nix."


"Tetapi aku ini tetaplah manusia yang bisa lelah kau tau?" Nix menghela napasnya.


"Iya-iya, lain kali aku akan menegur mereka."


"Sebaiknya kamu melakukan itu."


Elvia adalah salah satu anggota dalam seksi komunikasi OSIS.


Seksi komunikasi OSIS adalah sebuah tim dalam OSIS yang memberi informasi dan komunikasi secara real time kepada para anggota OSIS lainnya melalui transmisi pikiran.


Mereka juga bisa melihat lokasi siswa melalui batu sihir yang telah disebarkan di sekitar sekolah untuk memantau para siswa.


Contohnya adalah Elvia, seorang support yang memiliki mana banyak yang dapat terus mengobrol dengan Nix sepanjang waktu.


Karena jumlah mananya terbilang paling banyak di dalam OSIS, Elvia dipilih menjadi ketua dalam seksi komunikasi OSIS saat ini, membuatnya mempunyai wewenang yang cukup tinggi di dalam OSIS


Karena itu, dengan wewenang Elvia, Nix memintanya untuk menegur para anggota komite Keamanan yang melimpahkan tugas mereka pada Nix.


Sebab jika terus dibiarkan, mereka akan terus melimpahkan tugas mereka kepada Nix hingga suatu saat mereka akan menjadi malas.


Sambil memikirkan itu, Nix memerhatikan suasana di sekitar Akademi yang saat ini tenang.


"Namun jarang sekali ya, biasanya siswa dari Akademi Timur Lumina pasti datang untuk menyerang. Apakah kali ini mereka sudah jera?" Tanya Nix.


"Mungkin, aku juga sedikit penasaran kenapa mereka tidak menyerang hari ini, padahal 4 hari sebelumnya mereka menyerang terus." Balas Elvia.


"Kau benar, mungkin kali ini mereka benar-benar sudah jera."


"Mungkin saja."


Di waktu hening yang jarang dirasakan di Akademi, sebuah asap hitam tiba-tiba terlihat dari salah satu gedung akademi.


...----------------...


Nix berlari dengan cepat menuju gumpalan asap hitam yang dia lihat.


Asap hitam itu bukan berasal dari dalam gedung akademi, melainkan belakangnya.


Sambil berlari, Nix terus berkomunikasi dengan Elvia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai asap itu.

__ADS_1


Namun Elvia yang sudah memeriksa tempat itu juga tidak tau mengapa ada asap yang tiba-tiba muncul dari belakang gedung akademi.


Karena tidak ada peringatan mengenai kebakaran dari alarm akademi, itu berarti asap yang muncul bukan berasal dari gedung, melainkan perbuatan seseorang.


"Siswa luar ya?" Duga Nix dalam hati


Menduga itu, Nix berlari lebih cepat menuju arah asap itu.


Tidak sampai 1 menit ketika ia berlari, Nix sampai di belakang gedung akademi yang mengeluarkan asap.


Namun di sana ia tidak menemukan apa-apa kecuali setumpuk daun kering yang dibakar.


"Tidak ada orang?" Gumam Nix pelan.


Karena tidak orang, Nix mewaspadai sekitarnya, berjaga-jaga apabila ada serangan mendadak yang muncul.


Sambil bersiap-siap dan melihat ke sekitar, Nix menghubungi Elvia melalui transmisi pikiran


"Elvia, apakah kamu menemukan orang di sekitarku?" Tanya Nix.


"Tidak, Aku tidak menemukan adanya orang atau tanda kehidupan disekitarmu Nix." Balas Elvia.


"Begitukah? tetapi itu aneh, sebab tidak mungkin tumpukan daun kering yang ada di sini terbakar sendiri kan?"


"Hmm...tetapi aku sama sekali tidak bisa menemukan seseorang di sekitarmu Nix."


"Apakah mungkin batu sihirnya dirusak?"


"Jika itu terjadi, maka aku pasti sudah tau, sebab ada peringatan yang muncul apabila salah satu dari batu sihir itu hancur."


"Begitu ya, kalau begitu, biarkan aku berfokus sebentar, barangkali mungkin aku bisa menemukan sesuatu." Ucap Nix.


"Baiklah."


Nix terdiam sejenak sambil menajamkan instingnya untuk mencari apabila ada orang yang bersembunyi di sekitarnya.


Namun, tidak lama setelah Nix menajamkan instingnya, Nix mendengar sebuah suara listrik muncul dari belakangnya.


*Zzzttt* {Suara listrik}


Nix membalikkan badannya untuk melihat ke asal suara itu.


Di belakangnya, Nix melihat sebuah lingkaran sihir berwarna ungu di tanah yang kira-kira lebarnya berukuran satu badan manusia.


Lingkaran sihir itu terus mengeluarkan listrik.


Ketika melihatnya, Nix langsung mengenal lingkaran sihir itu, sebab ia pernah melihatnya di kehidupan sebelumnya.


Sebuah lingkaran sihir yang dibuat untuk berpindah tempat dalam sekejap, jika penggunanya tahu tujuannya dan menandai tempatnya


"Teleportasi." Gumam Nix pelan


*Zzzzt*


Tidak lama setelah Nix melihat lingkaran sihir itu, listrik yang keluar semakin membesar dan membesar hingga mengalir deras ke langit.


*BZZZZTTT!!* {Suara Listrik}


Dan ketika listrik itu mulai mereda, sesosok bayangan manusia muncul dari balik listrik itu.

__ADS_1


__ADS_2