
Setelah Nix memenangkan pertarungannya melawan Axel, Nix kembali mendarat di tanah dan berjalan menuju ke arah Axel yang masih terbaring di tanah.
"Hey, apakah kamu masih sadar?" Panggil Nix.
Axel membuka matanya untuk melihat ke arah Nix yang berada di sampingnya.
"Ya, Hahaha, kamu benar-benar membuatku terkejut saat pertarungan tadi." Axel tertawa kecil sambil melihat ke arah Nix.
Nix tersenyum mendengar perkataan Axel.
"Yah, aku juga terkejut melihat Ketua bisa menggunakan energy, itu bukanlah teknik mudah yang bisa kamu pelajari sendiri loh."
"Walaupun aku mempelajarinya, tetap saja aku merasa bahwa aku belum bisa menang melawan mu."
"Hmm? benarkah? tetapi lihatlah, tubuhku terluka akibat pertarungan tadi kan? itu menunjukkan betapa hebatnya kemampuanmu tadi." Puji Nix
"Heh, dasar bego. Apakah kamu pikir aku akan semangat dengan ucapanmu itu?" Axel tersenyum pahit.
Nix mengulurkan tangannya untuk membantu Axel berdiri.
"Ayo, bangunlah. Kamu masihlah seorang Ketua OSIS kan?" Ucap Nix sambil mengulurkan tangannya.
Axel yang melihatnya segera menerima tangan Nix.
"Ya, Terima kasih."
Setelah membantu Axel untuk berdiri, Nix segera melanjutkannya dengan bertanya kepada Axel.
"Jadi? apakah kita akan langsung kembali ke akademi?" Tanya Nix.
"Ya, berkatmu aku menjadi lelah sekarang, aku harus segera beristirahat karena masih ada banyak tugas yang menumpuk."
"Ahahaha, begitu ya?" Nix tertawa mendengar perkataan Axel.
Setelah berbincang sebentar, Nix dan Axel langsung menuju ke kuda mereka untuk segera kembali ke Ibukota, namun...
"Hey, orang dengan pedang rusak di sebelah sana." Ucap seseorang di belakang Nix.
"!!"
"?!" Nix segera menghadap ke belakang untuk melihat ke arah orang yang memanggilnya.
Dan ketika melihatnya, Nix membalalakan matanya karena terkejut.
Seseorang yang ada di belakangnya, pernah dilihat Nix sebelumnya. sebuah eksistensi yang dia lawan di dunia sebelumnya, eksistensi dengan kekuatan dan kemampuan yang berada jauh di atas rata-rata manusia.
Itu adalah Iblis.
"I-iblis.."
__ADS_1
"Iblis katamu?!" Axel terkejut karena ia baru pertama kali melihat Iblis asli dalam hidupnya.
Iblis yang berada di depan Nix bukanlah Iblis biasa.
Iblis itu adalah perempuan dengan orb hitam yang melayang di sekitarnya, aura mana dan energi besar yang bercampur hingga memberi tekanan yang hebat pada orang yang merasakannya, serta bau darah yang sudah menempel pada tubuhnya.
Seseorang dengan karakteristik rambut berwarna putih, mata keperakan, tubuh langsing yang terlatih dan tinggi, kuku yang panjang, dan tanda khusus yang menempel di dahinya."
Sebuah tanda yang menandakan jabatan dalam pasukan Raja Iblis.
Tanda berbentuk segitiga terbalik dengan gambar tongkat di tengahnya, serta sebuah sayap yang menempel di kedua sisinya.
Sesorang Jenderal Iblis.
"Kukuku, aku melihat pertarunganmu tadi, betapa luar biasanya melihat seorang manusia dapat menggunakan kemampuan seperti itu." Ucap Jenderal Iblis.
Nix mengigit bibirnya menyadari bahwa didepannya adalah salah satu dari Jenderal Iblis.
Itu karena baginya ini masih terlalu cepat.
Masih banyak hal yang belum di dapat Nix untuk siap menantang Iblis terutama pemimpin mereka.
Itu adalah stamina, kekuatan tubuh, armor tingkat atas, party, potion, dan yang paling penting, adalah kedua pedangnya yang dulu dia gunakan.
The Black Rose (Mawar Hitam) dan Sky Splitter (Pembelah langit).
Yang artinya dirinya yang sekarang belum bisa bertanding dengan setara melawan Jenderal Iblis di depannya.
"N-nix! ayo kita kabur! kita tidak akan bisa menang melawannya!" Ucap Axel ketakutan.
Nix mengepalkan tangannya erat mendengar perkataan Axel.
"Tidak... kita tidak akan bisa kabur darinya, walaupun kamu pergi ke ujung dunia, Iblis di depan kita akan dengan mudah menyusul kita dengan sihirnya." Ucap Nix.
Axel semakin ketakutan mendengar perkataan Nix.
"A-apa maksudmu?" Tanya Axel.
Nix menarik napas sedikit sebelum menjawab pertanyaan Axel.
"Itu karena yang ada di depan kita adalah salah satu dari Jenderal Iblis yang melayani Raja Iblis saat ini, dan dia adalah Jenderal caster yang memimpin divisi mage di sana."
"J-jenderal Iblis? caster?"
"Ya, seorang Iblis yang dapat menggunakan sihir tingkat tinggi dengan mudah, maka dari itu, kita tidak akan bisa kabur darinya. Sebab dia dapat menggunakan sihir semacam teleport dan yang lainnya untuk mengejar kita."
Axel berputus asa dan jatuh berlutut setelah mendengar perkataan Nix.
Nix yang melihatnya hanya bisa mengabaikannya karena dirinya harus bersiap kapanpun Jenderal Iblis itu akan membunuh mereka.
__ADS_1
Namun, Nix tidak berniat untuk menyerah.
Dia sudah bertekad bahwa dia akan mengubah takdirnya dan mengalahkan Raja Iblis di kesempatan selanjutnya.
Oleh karena itu, Nix tidak akan menyerah semudah itu.
"Bolehkah aku bertanya tentang alasanmu datang kemari? Wahai salah satu Jenderal Iblis?" Tanya Nix.
Jenderal Iblis itu tertawa mendengar pertanyaan Nix.
"Kukuku, sepertinya diriku cukup terkenal hingga di kenal oleh makhluk rendahan seperti kalian. Baiklah, akan kuberi tahu. Aku datang ke sini khusus untuk membunuh dirimu manusia."
Nix mengernyitkan matanya mendengar perkataan Jenderal Iblis.
"Membunuh? kenapa seorang Jenderal Iblis repot-repot datang kemari untuk membunuh seorang makhluk rendahan sepertiku? bukankah ada beberapa orang yang mungkin lebih pantas?"
"Itu karena kulihat bahwa dirimu cukup berbahaya, wahai manusia yang tidak diketahui namanya, sepertinya kamu mempunyai kekuatan yang cukup besar dalam dirimu."
"Dan aku yang merupakan salah satu dari musuh terbesar dari kalian, tidak mungkin akan membiarkan musuh dengan kekuatan seperti itu tetap hidup. Oleh karena itu, berdoalah selagi kamu masih hidup manusia."
Nix mengarahkan pedangnya yang rusak ke arah Jenderal Iblis.
"Heh, kamu kira aku akan membiarkanmu membunuhku semudah itu? ingatlah ini baik-baik, bahwa aku tidak akan mati di tempat seperti ini." Ucap Nix bertekad.
Jenderal Iblis tersenyum mendengar perkataan Nix.
"Kukuku, benarkah? tetapi dengan tubuhmu yang sudah lelah akibat pertempuran tadi, apakah kamu bahkan bisa bertarung seimbang melawanku? jangan besar kepala manusia."
Nix memejamkan matanya, berfokus untuk mengendalikan energi yang ada di dalam tubuhnya.
Seperti pertarungan sebelumnya, Nix mengeluarkan cahaya keemasan yang mengelilingi sekujur tubuhnya, membuat medan Energy Field pada tubuhnya.
Dan pedang yang dipegang Nix di tangan kanannya mengeluarkan bilah cahaya yang menggantikan bilah pedangnya yang rusak.
Setelah melakukan semua itu, Nix langsung menyiapkan kuda-kudanya untuk bertarung melawan Jenderal Iblis.
"Kukuku, jadi setelah pertarungan tadi kamu masih mempunyai tenaga untuk melakukan semua itu ya? benar-benar, aku memang tidak bisa membiarkanmu terus hidup."
Setelah mengatakan itu, Jenderal Iblis mengeluarkan cahaya kemerahan yang mengelilingi tubuhnya, sebuah medan energy field.
Namun perbedaannya adalah Energy Field yang dibuat Jenderal Iblis itu lebih kuat dan keras karena digabungkan dengan mana.
"Kalau begitu, bagaimana jika kita mulai saja?" Ucap Jenderal Iblis.
Nix menghembuskan napas sedikit sebelum melanjutkan.
Lalu setelah itu dia kembali menatap tajam ke arah Jenderal Iblis yang ada di depannya.
"Ya, ayo kita segera mulai."
__ADS_1