
"Sahara, aku ini suami mu, tolong setidaknya beri hormat kepada ku," ucap Rendi dengan wajah yang berubah.
"Kau ini sungguh tidak tahu malu ya? Kau ingin minta di hargai tapi kau nggak tahu diri! Entah gila apa diri ku dahulu karena ingin menikahi mu! Ku rasa dulu aku pasti buta karena sudah memilih mu?" ucap Sahara.
"Hey! Apa maksudmu!" teriak Rendi terbelalak.
"Kau pikir hubungan kau dan Anna apa aku nggak tahu? Kau terang-terangan membela Anna di depanku, seharian ini kau terus menghardik ku, tapi sangat baik pada Anna. Itu sudah cukup menandakan jika kau dan dia ada hubungan. Kau tidak bisa membohongi ku Rendi, aku dulu yang bodoh karena percaya pada mu, rupanya kau bermain api di belakang ku," ucap Sahara.
Nyonya Mila mendatangi kamar atas.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya mama Sahara heran.
Rendi pun langsung pergi dari kamar tersebut tanpa berkata apa-apa.
'Heh! Dia pasti takut ketahuan itu,' batin Sahara tersenyum sinis.
"Tidak apa-apa Ma. Biasalah ada sedikit masalah saja," jawab Sahara tersenyum.
"Kalian jangan bertengkar begini donk, Mama pengen kalian baik-baik saja. Lagian setelah kecelakaan itu Mama lihat kamu berubah, kamu sangat membenci Rendi, padahal sebelum itu kamu terus menempel pada Rendi. Sebenarnya ada apa sih?" tanya Nyonya Mila perhatian.
Sahara terdiam, ia tidak ingin mencerita masalah ini pada kedua orang tuanya. Masalah ini akan ia ungkapkan pada waktunya.
"Setiap orang pasti akan berubah pada waktunya Ma, tapi perubahan ku saat ini aku aku punya maksud tertentu, aku harap Mama mengerti aku," ucap Sahara.
"Baiklah jika begitu, tapi jika kamu ada masalah cerita sama Mama ya, jangan di simpan sendiri," ucap Nyonya Mila khawatir.
"Iya Ma. Ya udah, kamu makan dulu sana keburu dingin," ucap Nyonya Mila.
"Baik Ma." angguk Sahara.
Nyonya Mila pun keluar dari kamar sang putrinya, Sahara pun menutup pintu kamarnya, ia meraih makanannya dan melahap makanannya.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Ponsel milik Sahara berdering. "Siapa sih?" tanya Sahara meliah nama di ponselnya, dan ternyata adalah Albazero.
__ADS_1
"Dia lagi." Sahara pun mengangkatnya.
"Halo," jawab Sahara.
"Halo, selamat malam Nona Sahara," ucap Albazero.
"Oh Tuan Albazero, menelpon ku malam begini ada apa?" tanya Sahara.
"Aku hanya ingin meminta izin, apa waktu siang Nona punya waktu?" tanyanya.
"Ada apa?" tanya Sahara balik.
"Aku ingin mengajak Nona makan siang."
"Oh, Tuan Albazero ingin mengajak ku makan siang apa tidak.takit di sebutan sebagai pebinor?"
"Tidak sama sekali, tidak ada yang perlu aku takutkan karena aku mengajak Anda sebagai teman rekan kerja, jika orang menganggapnya lain aku sama sekali tidak peduli, jika itu benar anggap saja sebagai doa," jawab Albazero tersenyum.
"Anda sangat pemberani Tuan Albazero. Baiklah kita makan siang besok," jawab Sahara setuju.
"Oke, jadi besok mau di jemput atau aku kirim alamat tempat makan siangnya?" tanya Albazero.
"Oke, aku akan kirim alamatnya. Maaf jika menganggu, selamat malam," ucap Albazero.
"Selamat malam kembali." Panggilan pun di putuskan.
Sahara melanjutkan makannya.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Menolong Tuan Hary dari hipnotis kliennya]
[Status misi sedang berlangsung]
"Apa! Papa di hipnotis?" tanya Sahara terkejut.
__ADS_1
Sahara pun turun tangga. "Mama! Mama! Papa di mana?" tanya Sahara.
Karena mendengar teriakan Sahara, Nyonya Mila keluar dari kamarnya.
"Ada aka Sahara?" tanya mamanya.
"Papa di mana?" tanya Sahara lagi.
"Papa mu pergi."
"Kemana?"
"Katanya ketemu sama kliennya," jawab mamanya.
"Di mana?" tanya Sahara buru-buru.
"Di restoran Sederhana," jawab Mamanya.
Sahara berlari masuk ke dalam kamarnya dan ia mengambil jaket lalu berlari keluar dari kamarnya dan menuju mobil.
"Sahara! Kamu mau ke mana!" panggil mamanya.
"Pergi ke tempat Papa," jawab Sahara.
Ia langsung melajukan mobilnya dan melaju di jalanan.
"Restoran sederhana ya," ucap Sahara mencari melihat kiri dan kanan.
Tak lama kemudian, ia pun sampai di restoran besar tersebut, restoran itu sangat besar, tidak tahu kenapa di beri nama sederhana.
Sahara buru-buru memarkirkan mobilnya dan benar saja ia melihat papanya duduk bersama 2 orang pria berjas hitam lengkap.
Mereka sedang bercakap, dari yang Sahara lihat, papanya memberikan ponsel, jam tangan dan dompetnya kepada para pria itu.
Sahara pun berlari mendekati papanya.
"Papa! Apa yang Papa lakukan!" teriak Sahara yang membuat Tuan Hary sadar.
__ADS_1
"Eh, Papa kenapa memangnya?" tanya Tuan Hary sadar.
Kedua orang itu pun langsung kabur melarikan diri.