
"Mama harap apa pun keputusan mu adalah yang terbaik untuk mu, Mama nggak mau kamu terluka lagi," ucap Nyonya Mila berharap.
"Iya Mama, aku pasti akan menjaga diri ku Ma." Sahara memeluk Nyonya Mila dengan kasih sayang.
"Kamu sudah makan?" tanya Nyonya Mila.
"Sudah Ma." angguk Sahara.
"Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat sana," ucap Mamanya.
"Iya Ma, nanti setelah istirahat aku pergi lagi ke kantor, ada beberapa hal yang harus aku urus," ucap Sahara.
"Ya udah kalau begitu."
Sahara kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya dan melihat brangkasnya secara saksama.
"Kau ya Rendi, Jay kau buka bagaimana pun itu tidak akan bisa, di tambah lagi surat-surat penting itu tidak ada di dalam brangkas itu lagi. Haishhhh, kenapa kau nggak bawa aja brangkasnya pergi ke rumah Anna? Aku sungguh tak membutuhkan brangkas ini lagi, bikin semak ruangan aja. Apa aku kirim saja ya brangkas ini ke rumah Anna?" tanya Sahara berpikir sambil tersenyum.
Ya ia senyumkan adalah membayangkan kedua orang itu yang sudah bersusah payah membuka brankas tapi setelah terbuka tidak ada apa-apa, membayangkannya saja sungguh menyenangkan.
"Ah, lelah sekali, aku mau istirahat sejenak," ucap Sahara merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Tiba-tiba saja ponselnya berdering membuat ia bangun lagi.
"Halo," jawab Sahara.
"Maaf Nona Sahara, di perusahaan kita ada yang ingin melamar menjadi sekretaris, jadi ini bagaimana?" tanya seorang pegawai yang bekerja sebagai resepsionis.
"Ada yang ingin melamar menjadi sekretaris?" tanya Sahara.
"Iya Nona," jawab pegawai itu.
Sahara terdiam sejenak. Ia memang ingin mencari Sekretaris baru, tapi yang ingin ia cari sekretaris dalam lingkungan perusahaannya saja, ia tidak berniat mencari orang luar, lagian di perusahaannya tidak sedang menerima lowongan pekerjaan.
Tapi ya sudahlah, mana tau sekretaris dari luar punya pengalaman yang lebih baik dari pegawai di perusahaannya.
"Di mana dia sekarang?" tanya Sahara.
__ADS_1
"Dia sedang ada di kantor dan sudah membawa berkasnya," jawab pegawai itu.
"Baiklah, suruh dia pulang dulu ya, mungkin jam 3 aku baru akan datang ke kantor. Jadi jam 3 nanti baru suruh dia ke kantor lagi," ucap Sahara.
"Baik Nona." angguk pegawai itu. Panggilan pun di putuskan. Sahara kembali merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
"Maaf Nona, Nona kami bilang dia akan datang jam 3 nanti, jam 3 nanti Nona baru datang ke sini lagi ya," ucap pegawai itu.
"Baiklah jika begitu," jawab wanita itu.
***
Setelah jam 3, Sahara pun sudah bersiap-siap dan kembali menuju perusahaan.
Sesampainya di perusahaan, Sahara turun dari mobilnya dan melihat Rendi sedang bercakap-cakap dengan seorang wanita asing.
"Hm … apa pria busuk itu mencari mangsa baru?" tanya Sahara menuju masuk ke dalam perusahaannya.
Saat melihat Sahara masuk Rendi pun bersiap-siap untuk pergi.
"Hey! Mau kemana kamu?" tanya Sahara menatap Rendi.
Rendi memberhentikan langkahnya dan berbalik badan.
"Oh ruangan mu ya? Kau jangan menghindari ku seperti ini, kau berada di perusahaan ku, sekali pun kamu kabur lari bawa baju hasil dari uang ku, kamu nggak akan bisa menghindar. Dan juga, brangkas yang ada di kamar ku lebih baik kamu bawa pergi gih, sungguh menyemak kamar ku," ucap Sahara tersenyum mengembang.
Rendi menekuk alisnya, tapi ia tidak menjawabnya.
"Kenapa heran, bukankah kita sangat ingin membuka brangkas itu? Jadi nanti aku kirimkan barang itu ke rumah mu dan selingkuh mu. Dan satu lagi, kau bilang ingin pergi sementara untuk menenangkan pikiran, jadi aku harap agar kamu tidak kembali lagi ke rumah orang tuaku. Sejak kamu meninggalkan rumah itu maka tidak ada tempat lagi untuk kamu datang lagi. Kamu paham?" ucap Sahara bercekak pinggang.
Rendi pergi meninggalkan Sahara begitu saja, ia benar-benar kesal di buat oleh Sahara.
"Oh ya, brangkas itu terbuat dari besi baja, mungkin kalo di jual lumayan mahal juga, mungkin cukuplah untuk menghidupi mu dan selingkuhan mu itu," ucap Sahara dengan suara lantang sambil tertawa membuat beberapa pegawai mendengarnya.
Rendi mempercepat langkah kakinya masuk ke dalam ruangan, ia sangat emosi hingga beberapa barang ia banting ke lantai.
"Lihat saja Sahara, aku tidak akan membiarkan mu begitu saja," ucap Rendi geram.
Sahara pun menuju ruang CEO dan di ikuti oleh wanita yang akan melamar menjadi CEO.
"Ada apa Mas?" tanya Anna masuk ke dalam ruangan Rendi.
__ADS_1
"Wanita sialan itu benar-benar menyebalkan! Rasanya aku ingin menghancurkan dia secepatnya!" ucap Rendi geram.
"Sabar Mas, Kitakan sudah punya Kine untuk menyelesaikan masalah kita, Mas tidak perlu khawatir," ucap Anna.
"Apa kita percepatkan saja rencana kita?" tanya Rendi.
"Rencana untuk membunuh orang tua Sahara?" bisik Anna.
"Iya, aku sudah tidak tahan melihat dia yang kian hari menyebalkan itu," jawab Rendi geram.
"Tapi saat ini kita harus cari pengemudi handal, jika pengemudi asal-asalan banyak, tapi takutnya mereka tidak bisa lolos dari kejaran polisi, ujung-ujungnya nanti kita terseret juga ke penjara. Yang saat ini yang harus kita lakukan adalah waktu yang tepat untuk melakukan rencana ini," ucap Anna tersenyum licik.
Sahara duduk di kursi kebesaran CEO, di depannya duduk wanita yang berjas hitam itu.
"Siapa nama kamu?" tanya Sahara.
"Kine Nona," jawab wanita itu.
"Kau yang ingin menjadi sekretaris itu?" tanya Sahara lagi.
"Iya Nona, ini berkas yang sudah saya bawa," ucap Kine memberikan persyaratan yang ia bawa dalam map dan meletakan di atas meja.
Sahara mengambil map itu dan membukanya, ia melihat foto 3x4 yang ada di dalam map tersebut dan ia mengambilnya dan melihatnya betul-betul.
[Nona, dia adalah suruhan Anna yang menyamar menjadi sekretaris Anda]
'Pantas saja tiba-tiba ada wanita entah tahu dari mana mendadak datang ke perusahaan ini, ternyata dia tahu dari Anna karena Anna tau jika aku membutuhkan sekretaris,' batin Sahara menatap ke arah Kine.
'Baiklah Anna, Rendi jika kalian sangat ingin bermain-main dengan ku maka aku juga akan bermain dengan kalian,' batin Sahara.
"Baiklah, kamu di terima," ucap Sahara.
"Wah, terima kasih Nona," ucap Kine senang.
"Ayo ikut aku ke suatu tempat," ajak Sahara.
"Eh, baik Nona." angguk Kine.
Kine pun mengikuti Sahara dari belakang dan mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Kamu lihat, sepertinya Kine berhasil menjadi sekretaris Sahara, dan terlihat seperti Sahara mempercayai Kine," ucap Anna tersenyum. Rendi juga melihat Kine yang masuk ke dalam mobil tersebut.
__ADS_1
"Kerja bagus Kine," ucap Rendi tersenyum.
Sahara pun memberi pesan kepada beberapa pengawalnya untuk menuju suatu tempat.