System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 25


__ADS_3

Tak lama kemudian, ia pun sampai di perusahaannya.


Mereka semua turun dari mobil, Sahara buru-buru menuju ke arah dua pria itu. Ia mengambil ponselnya dan menelpon Siren.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo Nona," jawab Siren.


"Kamu sekarang juga ke perusahaan, ada yang ingin ku bicarakan," jawab Sahara yang langsung memutuskan panggilannya.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


Ponselnya tiba-tiba berbunyi dan ia pun mengangkatnya lagi.


"Halo," jawab Sahara.


"Nona, apa yang Anda perintahkan sudah kami lakukan, kamera dan penyadap juga sudah kami letakkan di dalam dinding rumah," ucap pengawalnya itu.


"Oke, terima kasih, kalian silakan pulang, aku akan mengecek lewat ponsel ku nanti," ucap Sahara.


"Baik Nona," jawab pengawalnya.


Panggilan pun di matikan. Sahara menatap mereka sejenak lalu melihat ponselnya.


Ia menyambungkan kamera di rumah Anna ke ponselnya dan melihat apa saja yang di lakukan Anna.


Setelah di akses ternyata benar, Rendi ada di rumah Anna.


"Heh! Ini fantastis," ucap Sahara tersenyum sinis. Ia melihat rekaman tersebut.


Sekali pun mereka dalam ketakutan, terlihat Anna memeluk Rendi dengan manja dan mesra, mereka bahkan lebih cocok di panggil suami istri dari pada dirinya.


Banyaknya belatung-belatung yang ada di ruang tamu mereka, ular merayap di dinding, kecoa di mana membuat mereka benar-benar sedang di teror dan menjerit-jerit ketakutan.


"Kamu jangan takut, aku akan mengeluarkan hewan-hewan ini," ucap Rendi.


'Ck! Kau bahkan rela melakukan apa pun untuknya di banding aku, kau memang tidak pantas di perjuangkan,' batin Sahara.


Rendi kesulitan mengeluarkan hewan itu karena ia juga takut di lilit, karena ular itu adalah ular peliharaan, jadi ia sangat sulit untuk di usir.


"Sial! Siapa yang sudah berani melakukan ini! Apa jangan-jangan Sahara yang melakukannya!" denggus Rendi yang saat itu berusaha mengusir ular dengan sapunya.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan 40% kepercayaan beberapa pemegang saham sebagai pemimpin perusahaan SHR]


[Selamat Anda mendapatkan 70 poin]

__ADS_1


[Penampilan:15]


[Pesona:15]


[Kekuatan:15]


[Kecepatan:15]


[Kelincahan:15]


[Pertahanan:15]


[Kecerdasan:15]


[Keberanian:15]


[Poin:150]


[Status pembalasan: 0000400/100000]


Tak lama kemudian Siren datang dan ia sangat terkejut melihat 2 orang pria yang sedang berlutut.


Ia tidak tahu jika kedua orang itu ada, mungkin jika tau ia bisa menghindar dengan berbagai alasan.


"Kenapa melihat seperti itu?" tanya Sahara.


"Ti-tidak ada apa-apa Nona," jawab Siren menggeleng dengan terbata-bata.


"Ke sini kamu dulu," panggil Sahara melambaikan tangannya. Terlihat Siren ketakutan dan menyembunyikan wajahnya dengan menundukkan kepalanya ke bawah.


Siren diam seribu bahasa dengan tangan gemetar.


"Jawab!" bentak Sahara.


"I-itu … ka-kami ti-tidak tahu," jawab Siren menggeleng cepat.


"Tidak tahu kamu bilang? Bagaimana bisa kamu tidak tahu orang yang sudah menyuruh kalian? Bagaimana kalian bisa lebih mengikuti perintah dia di banding aku? Tolong jangan buang-buang waktu ku! Cepat beri tahu!" teriak Sahara.


"Beneran Nona, kami tidak tahu, kami hanya di beri peri Tah lewat pesan saja," jawab Siren ketakutan.


"Apa pesan itu masih kamu simpan?" tanya Sahara.


"Ma-masih." angguk Siren.


"Berikan padaku," punya Sahara.


Siren pun mengambil ponselnya dan ia pun memberikan kepada Sahara.


Sahara menerimanya dan ia pun membuka pesan tersebut.


Di dalam pesan itu, Siren di perintahkan untuk memecahkan 2 buah kotak parfum, dan sisanya di bawa keluar kota untuk di jual lagi. Siren harus melakukannya atau ia dan keluarganya dalam bahaya.


Sahara terdiam sejenak setelah membaca isi pesan tersebut.

__ADS_1


'Mereka pasti melakukan ini dengan tujuan agar Albazero kecewa dengan perusahaan ini dan berhenti bekerja sama. Mereka sungguh licik, aku pasti akan menemukan orangnya,' batin Sahara.


"Kau tahu apa kesalahan mu?" tanya Sahara menatap Siren yang sedang menundukkan kepalanya.


"Maaf Nona, demi keselamatan ku dan keluargaku, aku harus melakukan ini. Terserah apa kata Nona saja mau melakukan apa padaku, aku sudah pasrah," jawab Siren meneteskan air mata.


"Kesalahan mu adalah kenapa saat kau mendapatkan pesan ini tidak melaporkan pada ku? Apa sebegitunya aku tidak bisa di percaya? Apa kau pikir aku tidak pernah peduli dengan pegawai ku?" tanya Sahara lagi.


"Maafkan aku Nona, seharusnya aku melakukan itu, tapi karena panik aku tidak bisa berpikir dengan tenang. Maafkan aku Nona, aku janji tidak akan melakukan hal yang sama lagi, aku benar-benar minta maaf," ucap Siren berlutut di hadapan Sahara.


"Pilihan mu hanya ada satu, jika kau ingin kerja di perusahaan ini, kau akan di pindahkan menjadi pegawai biasa, kau tidak di perbolehkan kerja di mana pun sebagai hukumanmu, gaji mu juga akan di potong sebagian sebagai ganti rugi parfum yang rusak, jika kau berani untuk melarikan diri, kau pasti tau akibatnya. Aku sudah berbaik hati karena tidak melaporkan mu ke polisi karena mengingat kau sudah lama kerja di sini dan karena ibumu, asalkan kau tahu diri saja," ucap Sahara.


"Ba-baik Nona, aku akan tetap bekerja di perusahaan Anda," ucap Siren terbata-bata.


Sahara men-screnshort pesan tersebut dan mengirimkan ke ponselnya.


"Ini ponsel mu, jika kau ingin kerja besok datanglah seperti biasa, aku harap tidak ada keributan apa pun besok, aku akan memancing pelakunya untuk keluar," ucap Sahara.


"Ta-tapi, bagaimana dengan keluarga ku?" tanya Siren lagi.


"Sudah aku katakan jangan ada huru-hara besok, dengan tidak adanya keributan maka mereka mungkin akan mencari tahu kenapa tidak ada keributan di perusahaan yang seharusnya itu adalah masalah besar," ucap Sahara.


"Ba-baiklah." angguk Siren.


"Dan untuk kalian berdua, jangan berpikir untuk melarikan diri, kalian harus mengikuti perintah ku apa pun yang aku perintahkan. Jika kalian berani melarikan diri aku punya hukuman bahkan lebih kejam dari tinggal di jeruji besi," ancam Sahara.


"Ba-baik Nona," jawab mereka mengangguk.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan 50% kepercayaan beberapa pemegang saham sebagai pemimpin perusahaan SHR]


[Selamat Anda mendapatkan kemampuan beladiri]


[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]


[Penampilan:20]


[Pesona:20]


[Kekuatan:20]


[Kecepatan:20]


[Kelincahan:20]


[Pertahanan:20]


[Kecerdasan:20]


[Keberanian:20]

__ADS_1


[Poin:250]


[Status pembalasan: 0000500/100000]


__ADS_2