System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 32


__ADS_3

"Sial! Kau benar-benar membuat ku geram," ucap Rendi.


"Sekarang lepaskan dia!" perintah Sahara.


Para pengawalnya pun melepaskan Rendi.


"Awas saja kau Sahara! Kau akan merasakan akibatnya!" ancam Rendi.


Rendi pun menarik tangan Anna dan pergi dari perusahaan Sahara.


"Oh, ingin mengancam ku? Kau pikir aku takut?" ucap Sahara tersenyum mengejek dan ia melipatkan tangannya.


Rendi pergi dengan mendengus kesal dan ia pun masuk ke dalam mobilnya.


"Kita harus secepatnya jalani rencana kita," ucap Rendi bertekad.


"Iya Mas, Sahara benar-benar keterlaluan!" jawab Anna geram.


"Bagaimana? Apa kalian puas setelah melihat pertunjukan ini?" tanya Sahara.


"Tidak menyangka jika Tuan Rendi dan sekretaris Anna mereka berani melakukan ini, menceraikannya memang adalah pilihan tempat," ucap mereka.


"Aku bukan hanya menceraikannya, tapi juga akan membuat ia menyesal karena sudah berkhianat," ucap Sahara bertekad.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan 80% kepercayaan beberapa pemegang saham sebagai pemimpin perusahaan SHR]


[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]


[Penampilan:25]


[Pesona:25]

__ADS_1


[Kekuatan:25]


[Kecepatan:25]


[Kelincahan:25]


[Pertahanan:25]


[Kecerdasan:25]


[Keberanian:25]


[Poin:250]


[Status pembalasan: 0001000/100000]


"Sangat bagus, kepercayaan para pemegang saham sudah meningkat pesat. Jangan harap kau bisa melakukan sesuatu dengan perusahaan ku Rendi," ucap Sahara.


Tin! Tin!


Tin! Tin!


Sahara melihat pesan alamat lokasi yang dia dan kliennya tadi berjanji untuk bertemu makan siang.


"Kine!" teriak Sahara.


"Eh, iya Nona," jawab Kine yang berlari mendekati Sahara.


"Kamu ikut aku," ajak Sahara.


"Baik Nona," jawab Kine yang berjalan masuk ke dalam mobilnya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi.


"Eh, Nona! Kenapa melaju dengan cepat?" tanya Kine ketakutan.

__ADS_1


Sahara tidak menjawabnya dan mobil terus melaju. Perjalanan yang memakan waktu hampir satu jam itu mereka pun sampai di suatu tempat.


Sahara keluar dari mobil.


"Ayo keluar!" perintah Sahara.


Kine pun keluar dari mobil dan melihat tempat yang sangat tidak ia kenali.


"Nona, kenapa kita ke sini?" tanya Kine.


"Jangan terlihat bodoh di depanku, kau datang karena suruhan Rendi dan Anna kan? Kau pikir aku tidak tahu?" tanya Sahara melihat ke arah Kine dengan melipat tangannya.


Kine terlihat ketakutan dan terbelalak.


"Aku … aku hanya mengikuti perintah mereka saja, aku mana tahu urusan internal kalian," ucap Kine mundur beberapa langkah.


"Aku juga tidak tertarik mengatakan urusan internal kepada mu, karena kamu sudah bekerja sama dengan Rendi itu berarti kau juga musuh ku, jangan berharap bisa lolos dari ku, kau juga akan merasakan akibatnya," ucap Sahara.


Beberapa mobil datang dan keluarlah pengawal Sahara.


"Kalian beri dia pelajaran sampai dia dia kapok," perintah Sahara.


"Siap Nona." angguk pengawalnya.


"Nona … apa maksudnya ini?" tanya Kine terbelalak.


"Aku tidak akan memberi ampun pada musuh ku, jadi aku mulai dari mu saja, dengan begini kau akan memberi tahu kepada Rendi untuk selalu was-was," ucap Sahara tersenyum.


Sahara pun masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Kine bersama pengawalnya.


"Aaaaaaaaaaaaa!" terdengar suara Kine yang menjerit.


Perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama itu akhirnya ia pun sampai di tempat pertemuan mereka.


Sahara masuk di sebuah cafe dan melihat orang yang ingin ia temui tadi sedang duduk sendiri di sebuah kursi.

__ADS_1


__ADS_2