System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 18


__ADS_3

[Ding Ding]


[Misi tersembunyi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan 30% kepercayaan beberapa pemegang saham sebagai pemimpin perusahaan SHR]


[Selamat Anda mendapatkan klien baru]


[Selamat Anda mendapatkan 40 poin]


[Penampilan:10]


[Pesona:10]


[Kekuatan:10]


[Kecepatan:10]


[Kelincahan:10]


[Pertahanan:10]


[Kecerdasan:10]


[Keberanian:10]


[Poin:100]


[Status pembalasan: 0000150/100000]


'Oh, aku tidak menyangka jika ada misi tersembunyi juga,' batin Sahara.


Sesampainya mereka di restoran lain, di sanalah mereka baru bisa makan dengan tenang.


"Terima kasih atas jamuan Anda kali ini, lain kali aku yang akan mentraktir Anda," ucap Sahara.


"Sangat senang jika Nona mau mentraktir ku," ucap Albazero tersenyum.

__ADS_1


Setelah makan mereka pun naik ke dalam mobil, Albazero mengantar Sahara kembali ke perusahaan.


Sesampainya di perusahaan, Rendi melihat Sahara dan Albazero keluar dari mobil Albazero bersamaan-sama. Ia terlihat gusar dan geram.


Saat itu Sahara sedang berbincang masalah parfum dengan Albazero sambil masuk ke dalam perusahaan.


"Sahara! Kamu apa-apaan keluar dari mobil dia? Kamu dan dia kemana saja!" Rendi menatap Sahara tajam lalu melihat ke arah Albazero.


"Memangnya ada masalah apa? Memangnya salah jika aku bertemu dengan klien ku? Dan kau … sedang tidak ingin berduaan kah dengan kekasih gelap mu itu? Datang menghardik ku emangnya kamu pantas?" tanya Sahara mengangkat alisnya memandang rendah Rendi.


Rendi terdiam, di hatinya sangat geram dan gusar.


"Kamu tunggu apa di sini lagi, sana pergi kerja!" perintah Sahara.


Rendi langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Sahara. Ia sungguh di permalukan oleh Sahara, apa lagi di depan orang lain. Harga dirinya di rendahkan sebagai seorang suami.


"Kau sungguh terang-terangan mengatai dia," ucap Albazero.


"Dia itu sudah ku anggap bukan suami ku lagi, aku hanya menganggap dia itu sebagai karyawan ku saja, mungkin sebentar lagi aku akan melayangkan gugatan cerai padanya, pria sepertinya entah apa yang aku lihat dulunya," ucap Sahara menggeleng kepala mengingat kebodohannya masa lalu.


Mereka pun menuju sebuah ruangan, sebelum masuk mereka harus memakai baju khusus, masker dan penutup kepala agar tidak ada benda asing yang ikut masuk.


"Tempatnya benar-benar sangat steril ya, aku menjamin tempat ini benar-benar bersih," puji Albazero.


Setelahnya mereka pun keluar menuju ke ruangan tempat pemesan.


"Kemaskan 100.000 botol parfum ya, dan kirim ke perusahaan Tuan Albazero, perusahaan PT ABZ, kemaskan dengan packing yang paling aman," ucap Sahara.


"Sebanyak itu?" tanya pegawai Sahara.


"Iya, partner kerja sama kali ini bukan kaleng-kaleng," ucap Sahara tersenyum melihat Albazero.


"Baik Nona, aku akan bekerja sama dengan para pengemas yang lain," ucap pegawai itu senang. Setiap ada pengemasan mereka akan mendapatkan uang tips.


"Ya sudah, aku akan pulang, apa mau ku antar ke rumah?" tawar Albazero.


"Tidak perlu, aku bawa mobil sendiri ke sini," jawab Sahara.

__ADS_1


"Tidak pakai sopir?" tanya Albazero menekuk alisnya.


"Kenapa?" tanya Sahara.


"Aku rasa suami mu itu tidak membiarkan mu, takutnya dia merencanakan sesuatu nanti," ucap Albazero khawatir.


"Jika pakai supir aku lebih takut lagi, bisa jadi supir akan bersekongkol dengannya, saat ini yang ku percaya adalah diri ku sendiri, papa dan mama ku, itu saja," ucap Sahara.


"Aku?"


"Hm … kau juga belum tentu bisa di percaya," ujarnya.


Albazero tertawa kecil. "Baiklah jika begitu, aku permisi dulu," ucap Albazero.


"Hati-hati di jalan," pesan Sahara.


"Wah, kau sangat perhatian pada ku, terima kasih," ucap Albazero tersenyum sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Aku bukan perhatian, lebih tepatnya aku takut terjadi apa-apa pada mu, karena aku nggak mau sumber uang ku hilang," ucap Sahara tersenyum tapi menyeramkan.


Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan perusahaan Sahara. Sahara juga merasa capek dan ia pun masuk ke dalam mobilnya untuk pulang ke rumah beristirahat sejenak.


Sesampainya di rumah, Sahara masuk ke dalam kamarnya, ia sangat terkejut.


Sahara terkejut karena di brangkasnya ada bekas seperti di buka paksa, tapi brangkas itu tetap tidak bisa di buka.


"Siapa yang melakukan ini? Nggak mungkin Papakan?" tanya Sahara berpikir.


Sahara pun turun kembali dari kamarnya dan mencari Mamanya.


"Mama! Mama!" teriak Sahara.


"Ada apa Sahara?" tanya Nyonya Mila kaget. Di kira ada terjadi apa-apa.


"Mama, siapa yang masuk ke dalam kamar ku?" tanya Sahara.


"Oh, tadi Rendi minta izin masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaiannya, mungkin untuk beberapa waktu dia akan tidur di luar katanya. Lagian dia tidur di luar gara-gara sifat mu yang berubah itu, Mama jadi sedih banget melihat kalian seperti ini. Kalian baru beberapa tahun menikah dan masih seumuran jagung, tapi sudah pisah rumah begini," ucap Nyonya Mila sedih.

__ADS_1


"Mama, suatu saat nanti Mama pasti akan mengerti, aku melakukan ini karena aku punya alasan. Mama, aku minta pengertian Mama agar Mama mengerti dengan keadaan aku sekarang, hanya saja aku belum bisa cerita untuk saat ini. Maafkan aku Mama, tapi yang pastinya aku tidak ingin Rendi masuk ke dalam kamar ku lagi, aku benar-benar harus menghindari dia," ucap Sahara.


__ADS_2