System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 29


__ADS_3

Sebelum masuk ke ruangannya Sahara melihat Rendi sekilas.


'Tungga saja kau nanti Rendi,' batin Sahara.


"Silakan duduk Tuan," ucap Sahara ramah.


"Terima kasih Nona," ucap pria itu duduk di sofa.


"Oh ya, siapa nama Tuan?" tanya Sahara.


"Nama saya Antoni, saya dari perusahaan QWR ingin bekerja sama dengan perusahaan Anda. Oh ya, siapa kah nama Nona?" tanya pria itu.


"Nama saya Sahara. Jika boleh tahu perusahaan Anda memproduksi apa ya?" tanya Sahara.


"Oh ya, perusahaan saya memproduksi jam tangan, saya rasa antara antara jam tangan dan parfum mungkin bisa di sandingkan. Nona tenang saja, dengan begini Anda akan mendapatkan keuntungan dan perusahaan Anda akan menjadi luas karena saya juga bekerja sama dengan perusahaan lain, bagaimana menurut Anda?" tanya Antoni.


"Baiklah, demi keuntungan bersama saya akan setuju. Tapi ingat, saya bukan orang yang berbaik hati, saya hanya menginginkan kerja sama yang menguntungkan saja," ucap Sahara tersenyum tapi dari senyumnya itu membuat pria itu dia membeku.


"Ba-baik Nona, saya mengerti," ucap pria itu terbata-bata.


"Terima kasih, saya akan mengirimkan surat kontrak kerja samanya ke perusahaan Anda nanti," ucap Sahara.

__ADS_1


"Tapi … apakah kita tidak makan di luar saja untuk masalah kerja sama ini?" saran pria itu.


"Oh, Anda ingin makan di luar? Baiklah Anda bisa membuat janji," ucap Sahara.


"Bagaimana jika siang ini?" tanya pria itu.


Sahara melihat arloji di tangannya dan ia melihat saat ini masih pukul 08:50 menit.


"Baiklah kalau begitu, Anda tinggal beri kabar saja nanti siang dan beri tempat diskusi kita, aku akan datang bersama sekretaris saya," ucap Sahara.


"Baik Nona, sampai bertemu nanti siang. Terima kasih sudah menerima saya," ucap pria itu canggung.


Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan Sahara mengantar pria itu hingga keluar dari perusahaannya.


Setelah mengantar pria itu di depan pintu, Sahara berjalan masuk ke ruangan Rendi.


Tok!


Tok!


Tok!

__ADS_1


"Siapa?" tanya Rendi yang saat itu ia masih duduk di kursi dengan tangan di kepala karena saat ini ia sedang pusing. Entah rencana apa lagi yang harus ia lakukan untuk menghadapi Sahara.


Cklek!


Pintu itu terbuka dan membuat Rendi terkejut karena yang ada di pintu itu adalah Sahara.


Sahara berjalan dan mendekati Rendi. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja dan menatap Rendi datar.


Rendi jadi salah tingkah dan ia membuang wajahnya ke samping dan tidak berani menatap Sahara.


"Oh, kau tidak berani menata wajah istri mu kan?" tanya Sahara dengan suara lembut.


Rendi terdiam dan pelan-pelan melihat ke arah Sahara.


"Nah begitu donk, jika tidak aku entah bicara dengan siapa," ucap Sahara.


Rendi tetap terdiam seribu bahasa.


"Kau semakin lama semakin berani ya, kau tau siapa pemilik perusahaan ini tapi kau tidak menganggap ku ada. Mulai hari ini jika kau ingin bekerja di sini maka aku akan memindahkan mu menjadi pekerja biasa untuk selama-lamanya dan tidak akan pernah naik jabatan, jika kau tidak mau maka … pintu perusahaan ini terbuka lebar untuk kau keluar," ucap Sahara tersenyum.


"Apa! Kamu ini benar-benar keterlaluan Sahara! Lebih baik aku keluar dari perusahaan ini! Aku tidak sudi bekerja di sini lagi!" teriaknya emosi.

__ADS_1


__ADS_2