System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 35


__ADS_3

Sahara berlari langsung menendang pria itu membuat pria itu tidak siap dan ia pun terjatuh.


Sahara menarik kerah baju pria itu dan ia pun langsung meninju wajah pria itu.


Pria itu merasa kesakitan karena keluar darah dari hidungnya.


"Entah apa yang di iming-iming oleh Rendi sehingga kau membunuh banyak orang! Kau bukan Tuhan seenaknya mengambil nyawa orang! Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu!" pekik Sahara dengan suara lantang.


Semua mata memandang ke arahnya.


"Apa! Kenapa kamu tahu?" tanya pria itu terbelalak.


"Tentu saja aku tahu, dia adalah mantan suami ku!" teriak Sahara yang melayangkan lagi tinjunya membuat pria itu terluka lagi.


Tiba-tiba saja ponsel pria itu berdering dan Sahara mengambil ponselnya.


"Kembalikan!" teriak pria itu.


Beberapa pengawal Albazero datang.


"Hey kalian, cepat pegang dia!" perintah Sahara.


Para pengawal itu pun memegang pria tersebut.


Sahara mengangkat telponnya.


"Jadi bagaimana? Apa semuanya beres? Apa kedua orang tua itu sudah mati?" tanya Rendi di seberang sana.


"Mereka masih baik-baik saja. Rendi, kau harus tanggung jawab atas perbuatan mu! Kau adalah otak pembunuhannya yang sudah banyak membunuh orang, kau tidak akan bisa lolos!" ucap Sahara geram.


Mendengar suara Sahara, Rendi menjadi panik.


"Ayo cepat kita pergi dari sini!" teriak Rendi yang langsung menarik tangan Anna.


Sayangnya, baru saja mereka ingin keluar dari rumah, mereka di hadang oleh para pengawal Albazero dan tentu saja Albazero juga datang.


"Hay Tuan Rendi," sapa Albazero.


"Kau …."

__ADS_1


"Tangkap dia!" perintah Albazero. Para pengawal pun menangkap Rendi dan Anna.


"Hey lepaskan!" teriak Rendi memberontak.


Albazero menendang kaki Rendi dengan kuat dan terdengar suara patahan.


Krak!


"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak Rendi yang merasakan sakit. Tungkai kakinya patah.


"Ayo, bawa dia ke kantor polisi," ajak Albazero.


Mereka pun membawa Rendi dan Anna masuk ke dalam mobil.


Albazero juga menelpon Sahara untuk segera menuju ke kantor polisi.


***


Beberapa hari kemudian, ini adalah hari keputusan di mana Rendi dan Anna di jatuhi hukuman.


Karena Rendi adalah dalang pembunuhan dan banyak merenggut nyawa korban maka ia di jatuhi hukuman mati.


Sedangkan Anna, ia akan di jatuhi hukuman penjara seumur hidup.


"Aku ingin ke perusahaan untuk rapat masalah pemegang saham," ucap Sahara berdiri dari kursi di ruang pengadilan.


"Ya sudah, aku juga akan pergi," jawab Albazero.


Sahara pun naik mobilnya dan meninggalkan tempat tersebut. Kini ia sudah merasa puas, parasit itu sudah tidak menganggu kehidupannya lagi.


Sesampainya di perusahaan, para pemegang saham sudah menunggunya di ruang rapat. Sahara berdiri di depan mereka dan menatap mereka dengan saksama.


"Seperti yang kalian sudah tahu, Rendi sudah tidak akan pernah ke perusahaan ini lagi, maka bagi kalian yang dulunya bekerja sama dengannya maka kalian boleh keluar. Dan karena kesalahan itu, aku tidak akan membayar sepeserpun uang batal kontrak. Siapa suruh di antara kalian bekerja sama dengan penjahat," ucap Sahara.


Ada satu orang berdiri, menatap tajam ke arah Sahara dan ia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Apa masih ada lagi?" tanya Sahara.


"Tidak Nona, dari awal kami sudah mempercayai Nona untuk memimpin perusahaan ini," ucap mereka.

__ADS_1


"Baiklah, jadi untuk kerja sama ini masih berlanjut," ucap Sahara.


***


Beberapa tahun kemudian, akhirnya perusahaan Sahara berkembang pesat, perusahaannya hampir mengimbangi dengan perusahaan Albazero.


Saat itu terlihat Albazero dan Sahara berdiri di atas gedung sambil melihat matahari tenggelam.


"Aku sudah lama mengatakan sesuatu pada mu," ucap Albazero.


"Kau ingin mengatakan apa?" tanya Sahara menekuk alisnya.


"Sahara, maukah kau menikah dengan ku?" tanya Albazero berlutut di depannya sambil membukakan sebuah kotak berwarna merah, di dalamnya ada sepasang cincin.


Sahara terkejut.


"Sahara, terimalah aku jadi suami mu, aku mohon," ucap Albazero berlaku manja.


Sahara tertawa kecil. "Baiklah pangeran, aku terima kamu," ucap Sahara.


Albazero pun langsung memeluk Sahara dengan suka cita.


[Ding]


[Nona Sahara, karena tugas ku sudah selesai. Maka system' pamit untuk pergi]


'Kemana kau akan pergi?' tanya Sahara.


[System akan pergi ke tempat jauh. Karena Anda sudah menyelesaikan misi Anda maka system' sudah tidak di perlukan lagi. Selamat tinggal Nona, hiduplah dengan bahagia]


Perlahan-lahan system pun menghilang dari kepala Sahara.


'Terima kasih system'. Terima kasih sudah membantu ku mengubah hidupku yang menjadi manis, aku tidak akan ku lupakan.'


Sahara memeluk erat Albazero dan menenggelamkan wajahnya di dada Albazero.


TAMAT


__ADS_1


TERIMA KASIH BUAT TUHAN YANG MAHA ESA. TERIMA KASIH BUAT READER KU TERCINTA. I ❤️ U.


🥰🥰🥰🥰


__ADS_2