
"Kita kemana Nona?" tanya Kine melihat ke luar jendela mobil.
"Ke suatu tempat, kamu akan tau nanti setelah kita sampai di sana," jawab Sahara.
Tak perjalanan tak berapa lama mereka pun sampai di sebuah tempat, tempat itu adalah yang dulunya perusahaan yang ingin di bangun papanya tapi itu di tinggalkan karena tempatnya tidak strategis.
Mobil pun berhenti.
"Ayo keluar," ajak Sahara.
Kine pun ikut keluar dan ia sangat bingung entah apa yang akan di lakukan oleh Sahara.
Yang pasti di sana juga ada beberapa pengawal.
"Kita ke sini mau apa Nona?" tanya Kine.
"Nah, karena kamu mau jadi sekretaris saya maka kamu harus melewati dulu seleksinya, meskipun kamu sudah di terima menjadi sekretaris. Aku maunya punya sekretaris tahan banting, kuat dan pastinya cerdas," ucap Sahara tersenyum.
"Ja-jadi apa yang harus saya lakukan Nona?" tanya Kine tak menyangka jika ada hal seperti ini. Anna juga hanya bilang jadi sekretaris seperti biasanya dan tidak ada percobaan apa pun. Mungkinkah Anna memberi informasi yang salah?
"Pertama-tama kamu harus melakukan push up," ucap Sahara berdiri dengan melipat tangannya.
"Push Up itu di lakukan oleh laki-laki, saya mana bisa melakukannya," protes Kine dalam ucapan yang terbata-bata.
"Iya aku tau itu dan kau tak perlu menggurui ku, lakukan saja apa yang aku perintahkan," ucap Sahara.
Kine menatap Sahara dan ia pun terpaksa melakukan push up.
"Aku yang akan menghitungnya, push upnya sebanyak 30 kali," ucap Sahara.
"Apa! Sebanyak itu?" tanya Kine terbelalak.
"Itu tidak banyak, yang banyak itu 100 kali, kau bersyukur jika aku hanya memberi 30 kali push up, bagaimana jika 50 kali," jawab Sahara.
"Perusahaan macam apa ini yang melakukan push up?" tanya Kine dengan suara pelan.
"Kamu bilang apa?" tanya Sahara mendekati wajahnya ke arah wajah Kine.
__ADS_1
"Eh, tidak ada apa-apa Nona," jawab Kine menyengir.
"Ya sudah, lakukan yang benar, apa bila salah maka akan di ulang dari satu," ucap Sahara lagi.
Kine menarik nafasnya mencoba untuk bersabar dan mencoba untuk melewati percobaan ini.
Kine sudah bersiap di posisi push up.
"Satu … dua … tiga … empat … lima …." dan begitu seterusnya.
Di hitungan ke 17, Kine terjatuh karena ia rasanya nggak sanggup lagi.
"Dasar lemah, baru segini aja kamu udah nggak kuat, bagaimana kalau 100 kali, ayo cepat bangun, karena masih ada percobaan lainnya lagi," ucap Sahara menatap Kine tidak suka.
Kine pun bangun lagi dan mengatur posisinya lagi.
Kali ini ia mencapai push up 30 kali, tapi rasanya mau pingsan.
"Nona, bisakah Anda memberiku minum, aku sudah nggak kuat lagi," ucap Kine lemas.
"Berikan dia minum, setelah itu aku beri kamu waktu istirahat 15 menit, setelah itu lanjut lagi percobaan selanjutnya," ucap Sahara.
'Aku akan mengerjai mu sampai malam,' batin Sahara tersenyum licik.
13 menit berlalu, Sahara berdiri. "Ayo kembali kita lanjutkan," ucap Sahara.
"Tapi Nona belum ada 15 menit, kurang 2 menit lagi," ucap Kine.
"Kamu bosnya atau aku?" tanya Sahara.
"Nona bosnya," jawab Kine melemah.
"Ayo bangun!" perintah Sahara.
Dengan terpaksa Kine pun bangun lagi dan berdiri tegap.
"Hm … untuk kali ini kamu harus lompat kodok 50 kali," ucap Sahara.
__ADS_1
"Apa!"
"Jangan mengeluh, apa perlu para pengawal ku yang membuat mu yang melompat?" tanya Sahara.
"Boleh deh." angguk Kine.
'Hehehe, dengan begini aku bisa menggoda para pengawal itu dan aku setidaknya tidak terlalu capek,' batin Kine.
"Oke baiklah, kalau kamu maunya pengawal silakan," ucap Sahara mengangkat alisnya dan ia pun berbalik badan.
"Kalian tau apa yang harus kalian lakukan kan?" Sahara kembali duduk di tempat duduknya tadi.
"Siap Nona," jawab mereka serentak.
Para pengawal itu pun berjalan mendekati Kine dan mengelilinginya.
Mereka terlihat gagah dan tegap yang memakai kaca mata hitam.
"Ayo berjongkok," ucap pengawal itu datar tapi tegas.
Kine pun berjongkok.
"Ayo melompat!" ucap pengawal itu lagi.
Kine pun melompat beberapa kali dan ia pun menjatuhkan dirinya.
"Aduh!" teriak Kine manja dan merintih kesakitan dengan suara s*ksinya.
Pengawal itu mendekati Kine dan Kine tersenyum.
'Kena kau,' batin Kine.
"Aduh tolong … sakit banget Mas," ucap Kine meminta pertolongan.
Pengawal itu menarik tangan Kine. "Ayo lompat lagi!" perintah pengawal itu.
"Tapi Mas aku kesakitan," ucap Kine dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Lompat lagi atau kami lempar ke dalam sungai!" ancam pengawal itu datar.