System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 28


__ADS_3

"Apa! Jadi mereka selingkuh dan membohongi kita semua?" tanya Tuan Hary terperanjat.


"Ya, kira-kira seperti itulah," ucap Sahara mengangguk.


"Sial! Akan Papa urus dia!" Tuan Hary langsung berdiri dengan emosi.


"Papa tenang saja dulu, masalah internal di dalam perusahaan biar aku yang atur. Bukankah Papa memakai rapi begini ingin bertemu klien?" tanya Sahara.


"Iya, tapi Papa bisa batalkan dan mengurus si Rendi ini!" ucap Tuan Hary geram.


"Papa, jangan batalkan klien Papa, rugi membatalkannya, ada aku yang bisa menyelesaikannya," ucap Sahara.


"Iya Pa, tadi malam Sahara sudah susah bisa menyelesaikan masalah di perusahaan jadi biarkan saja dia menyelesaikan masalah dia dengan Rendi. Sahara, Mama percaya pada mu, kau sudah dewasa sekarang, Mama yakin kalau kamu bisa menyelesaikan masalahmu," ucap Nyonya Mila mengelus bahu Sahara.


Tuan Hary menarik nafasnya dan kembali duduk.


"Baiklah kalau begitu, Papa juga akan percayakan masalah ini pada mu, tapi jika kau ada kesulitan cepat beri tahu Papa," ucap Tuan Hary menatap Sahara serius.


"Papa … jika aku tidak pernah mengalami kesulitan bagaimana aku bisa menyelesaikan masalah ku? Biarlah aku benar-benar berada di titik terbawah agar aku bisa melihat batas dan kemampuan ku," ucap Sahara.

__ADS_1


Nyonya Mila memeluk Sahara dengan mata berkaca-kaca.


"Lihatlah Papa, Sahara benar-benar menjadi wanita yang sangat kuat, Mama harap nanti jika Mama punya cucu juga sekuat Sahara," ucap Mamanya menenggelamkan wajahnya di bahu Sahara.


Seketika Sahara manyun karena Mamanya sebenarnya menginginkan cucu.


"Kenapa kalian nggak bikin anak lagi sih, aku tidak masalah punya adik lagi," ucap Sahara.


"Nggak, Mama nunggu cucu aja," ucap Nyonya Mila tersenyum.


'Aku kuat begini karena masa lalu yang sangat kelam, sakit yang ku rasakan inilah membuat aku menjadi dingin,' batin Sahara.


"Ya sudah Papa, Mama, aku berangkat ke kantor dulu ya," ucap Sahara berdiri dan ia cepika cepiki dengan Papa dan Mamanya.


"Iya Ma, aku pergi dulu," ucap Sahara beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke arah mobil.


Mobil pun melaju di jalanan dan tak lama ia pun sampai di perusahaannya.


Sesampainya di sana, ia melihat Rendi dan Anna sedang mengobrol dengan seorang pria yang tidak ia kenali.

__ADS_1


Sahara pun datang mendekat. Melihat Sahara datang, Rendi langsung terdiam.


"Ada apa?" tanya Sahara.


"Oh, saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini untuk mengajaknya untuk bekerja sama," jawab pria itu tersenyum.


"Oh, Anda adalah kliennya?" tanya Sahara.


"Benar sekali, tapi karena pemiliknya tidak ada di perusahaan jadi saya akan membuat janji lagi nanti, karena masalah ini tidak bisa saya bicarakan dengan orang lain," ucap pria itu.


"Aku pemiliknya," ucap Sahara datar.


"Eh, bukannya kata Tuan ini pemilik perusahaan ini sedang keluar negri?" tanya pria itu melihat ke arah Rendi.


"Harap maklum Pak dengan pegawai yang satu ini, dia mungkin kecanduan selingkuh, jadi sampai bos sendiri pun sampai lupa ingatan," ucap Sahara.


"Oh begitu ya, ternyata ada hal begini juga," ucap pria itu.


"Baiklah Tuan, mari ikut saya ke ruangan saya," ucap Sahara mempersilakan memberi jalan.

__ADS_1


"Terima kasih Nona," ucap pria itu tersenyum.


Mereka pun pergi menuju ke ruangan Sahara.


__ADS_2