System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 30


__ADS_3

"He-he-he, jika kau ingin keluar ayo, silakan keluar," ucap Sahara tersenyum.


Rendi terlihat geram, ia sudah tidak tahan lagi karena sudah berlama-lama melihat tingkah Sahara yang keterlaluan.


"Baik! Aku akan pergi, tapi jangan menyesal nanti!" ancam Rendi.


"Menyesal? Aku justru telah menyesal karena sudah menikah dengan mu, kau itu pria yang tidak punya apa-apa dan menumpang hidup dengan ku! Kau sadar diri nggak?" tanya Sahara bercekak pinggang.


"Lihat saja kau nanti, akan ku buat kau menderita!" ancam Rendi dengan menatap Sahara tajam.


"Oh ingin membuat ku menyesal ya? Ingat! Selama ini kau menumpang hidup dengan siapa? Setidaknya balas budi sedikit kepada orang yang sudah menghidupi mu," ucap Sahara.


Rendi geram dalam diamnya. Ia pun pergi meninggalkan Sahara lalu berjalan menuju ruang Anna.


Saat itu Anna bersama Kine sekretaris baru Sahara.


"Ayo kita pergi dari sini," ucap Rendi kepada Anna.


"Eh, kemana?" tanya Anna bingung.


"Kita keluar dari perusahaan ini," ucap Rendi yang meraih tangan Anna untuk mengajaknya keluar.


"Kamu tetap di sini, apa pun yang terjadi," bisik Rendi kepada Kine.


Rendi dan Anna pun pergi melewati Sahara tanpa mempedulikannya.


[Ding Ding]

__ADS_1


[Misi baru]


[Mempermalukan Rendi di depan para pegawai]


[Status misi Sedang berlangsung]


"Hm … Padahal ini ada ingin ku simpan dulu, jika ini misi baiklah jika begitu, akan ku keluarkan kartu As ku," Ical Sahara.


Sahara mengambil ponselnya dan menelpon pengawalnya.


Tuuut!


Tuuut!


Tuuut!


"Kamu tutup pintu utama, jangan biarkan Rendi dan Anna keluar sebelum aku menyuruhnya keluar," perintah Sahara.


"Baik Nona," jawab pengawal itu.


Saat setelah sampai di depan pintu, tempat itu sudah ada penjaga yang berdiri menjaga pintu tersebut.


Rendi pun ingin membuka pintu tersebut akan tetapi di halangi oleh pengawal itu.


"Hey! Apa-apa ini?" tanya Rendi menekuk alisnya.


"Anda tidak boleh keluar," ucap pengawal itu.

__ADS_1


"Kenapa memangnya? Kami sudah tidak bekerja di sini lagi," ucap Rendi geram.


"Ya, kalian memang tidak bekerja di sini lagi, akan tetapi sebelum itu aku hanya ingin memberi tahu kepada yang lain sebuah pertunjukkan yang sangat menarik," ucap Sahara.


"Apa sebenarnya yang ingin kau lakukan Sahara," ucap Rendi menatap tajam Sahara.


"Kenapa memangnya? Aku hanya ingin membuat pertunjukan saja di perusahaan agar tidak bosan, para karyawan juga butuh hiburan," ucap Sahara tersenyum sinis.


"Sana kamu ambilkan proyektor dan laptop," perintah Sahara kepada pegawai yang ada di sana.


"Baik Nona." angguknya dan ia pun pergi mengambil proyektor dan laptop.


Mereka terlihat diam saja di saat itu.


Tak lama pegawai itu pun datang membawa barang yang di minta Sahara.


Sahara mengarahkan proyektor itu ke arah dinding putih. Ia mengirim rekaman itu ke laptop tersebut.


"Sana kamu panggilkan para karyawan yang lain untuk menonton," ucap Sahara.


"Baik Nona." pegawai itu pun segera pergi ke tempat pengeras suara dan memanggil semua pegawai yang ada di dalam perusahaan itu.


Mereka pun terpaksa mempause pekerjaan mereka dan berduyun-duyun menuju tempat yang di mana tempat pertunjukkan.


"Baiklah semuanya, apa semua sudah berkumpul?" tanya Sahara.


"Sudah Nona," jawab mereka serentak meskipun masih ada sebagian yang baru datang.

__ADS_1


"Kalian hari ini aku ingin menunjukkan sesuatu pada kalian." Sahara pun mulai memutar video tersebut.


__ADS_2