System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 27


__ADS_3

"Ya sudahlah terserah kamu saja," ucap Sahara mengalah.


"Okelah, tapi aku bayar kemana? Satu bawahan mu saja berkhianat, kita tidak tahu berapa orang lagi yang berkhianat," ucap Albazero.


"Aku tahu, kirim saja uang itu ke rekening ku saja dulu, besok aku ingin menyelidiki siapa saja yang sudah membelot," ucap Sahara.


"Oke, berikan rekening mu," ucap Albazero.


Sahara mengambil ponselnya dan memberikan nomor rekeningnya kepada Albazero.


'Sahara, sedikit demi sedikit aku dekat dengan mu, aku harap suatu saat nanti kau membuka hati mu untukku,' batin Albazero.


[Ding Ding]


[Saldo Anda masuk 20.000.000.000]


"Oke, uangnya sudah masuk, terima kasih sudah mempercayai perusahaan ku untuk bekerja sama dengan perusahaan mu," ucap Sahara mengulurkan tangannya bersalaman.


"Terima kasih Nona Sahara, aku pasti akan setia dan terus bekerja sama dengan perusahaan mu," ucap Albazero.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu," ucap Sahara berpamitan.


"Mau ku antar?" tawar Albazero.


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, terima kasih atas tawaran Anda," ucap Sahara meninggalkan perusahaan Albazero.


Ia pun masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju untuk pulang ke rumahnya.


***


Ke esokkan harinya, Sahara sudah bersiap-siap dan ia pun menuju meja makan di mana terlihat Papa dan Mamanya.


"Selamat pagi Papa, Mama," sapa Sahara.


"Ada masalah sedikit Pa di perusahaan, tadi malam parfum yang di kirim ke perusahaan Albazero itu di bawa kabur dan 2 kotaknya di pecahkan," terang Sahara sambil mengambil roti lapis di piring di depannya.


"Apa! Ada hal sebesar ini kenapa kamu nggak bilang sama Papa?" tanya Tuan Hary langsung berdiri dan terbelalak.


"Aku bilang jika aku akan memimpin perusahan, jadi aku harus bisa menuntaskan segala masalah yang ada di perusahaan," ucap Sahara.

__ADS_1


Tuan Hary menarik nafasnya dan duduk kembali.


"Tapi Sahara, apa ku sanggup menghadapi setiap masalah yang ada di perusahaan? Kamu masih pemula, bukan perusahaan yang Papa khawatirkan, tapi diri mu," ucap papanya tulus.


"Pa, aku yang sekarang sudah berbeda, aku akan menuntaskan segala masalah yang menjadi penghalang ku, aku tidak akan membiarkan orang lain berbuat masalah di perusahaan, jadi Papa tidak perlu khawatir, perusahaan Papa yang sudah susah payah Papa bangunkan itu tidak akan ada masalah. Jika ada masalah, aku bisa membereskannya," ucap Sahara tersenyum.


"Syukurlah, kamu sudah dewasa sekarang, Papa tidak tahu kamu yang dulu hanya bermain mengumpulkan botol parfum sekarang sudah menjadi pemimpin, Papa bangga kepadamu," ucap Tuan Hary tersenyum bangga.


"Siapa dulu donk Mamanya," ucap Nyonya Mila tersenyum bahagia.


"Oh ya, kemana Rendi pergi? Kenapa dia tidak pernah pulang lagi ke rumah?" tanya Tuan Hary.


"Kenapa Papa pedulikan dia lagi, aku saja tidak peduli dengannya," jawab Sahara santai.


"Jangan-jangan karena kamu suka Albazero makanya makanya kamu mencampakkan Rendi?" tebak Tuan Hary mengangkat alisnya sambil menggodanya.


"Siapa yang mencampakkan siapa Pa, ini papa lihat sendiri videonya," ucap Sahara memberi ponselnya kepada Papanya.


Papa Sahara melihat isi video itu dan ia sangat terkejut.

__ADS_1


"Ha? Rendi bersama Anna?" tanya Tuan Hary mengerutkan dahinya.


"Ya mereka sudah bersama selama ini, mereka sangat pandai menyimpan hubungan rahasia mereka," ucap Sahara.


__ADS_2