
Sahara terus mengklakson mobil tersebut tapi mobil itu tidak mau berhenti. Mobil terus melaju hingga mereka sudah keluar kota dan menuju kota lain.
Pengawalnya dan pengawal Albazero pun sudah menyusul di belakang meskipun jarak mereka masih cukup jauh.
Sahara pun menambah kecepatan mobilnya dan ia pun memimpin jalan.
Sahara sengaja memelankan mobilnya dan membuat pengemudi mobil itu terpaksa memelankan mobilnya juga.
"Bagaimana ini? Dia menghalangi jalan kita," ucap temannya.
Pria yang mengemudi mobil itu pun mengarahkan mobilnya ke kiri, Sahara juga mengarahkan mobilnya ke kiri dan begitu seterusnya.
"Ya sudahlah, kita pelan kan mobil kita dan berbelok arah," ucap pria itu.
Sayangnya saat memelankan mobilnya, di belakang sudah banyak mobil yang mengikutinya.
Semua mobil itu maju ke depan dan mereka menyerempet mobil tersebut di bagian kiri dan kanan dan beberapa mobil di belakang membuat mobil itu terkepung.
"Ini apa yang terjadi?" tanya mereka panik.
"Mau bagaimana lagi, kita sudah terkepung," ucap temannya.
__ADS_1
Pria itu pun mematikan mobilnya agar tidak bergerak, karena jalan itu lumayan padat.
Tapi mobil dari belakang mendorongnya hingga mobil itu tetap berjalan hingga akhirnya mereka sampai di jalan yang cukup sepi meskipun masih ada beberapa mobil yang lewat.
Mereka memberhentikan mobilnya dan Sahara langsung keluar dari mobilnya.
Albazero dan pengawal yang lain keluar dari mobil dan langsung membuka mobil dua pria itu.
Mereka membuka pintu mobil dan langsung menarik kedua pelaku tersebut keluar dari mobil dan menyeretnya.
Mereka membawa mereka di hadapan Sahara.
Sahara berdiri di depan kedua pria yang berlutut di hadapan dengan tatapan datar.
"Setelah berada di hadapan ku apa kalian tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Sahara melipat tangannya.
"Kami … Kami minta maaf Nona, kami sebenarnya tidak ingin melakukan ini, tapi kami di suruh oleh seseorang agar melakukan ini, tolong lepaskan kami," ucap kedua pria itu antusias.
"Siapa orangnya?" tanya Sahara.
"Kami tidak di perintahkan oleh Nona Siren untuk membawakan sebagian ke luar kota," jawab mereka.
__ADS_1
Siren sendiri adalah kepala bagian pengemasan barang.
"Lalu selain dia siapa lagi yang menyuruh kalian?" tanya Sahara lagi.
"Hanya dia saja Nona," jawab mereka ketakutan.
"Bawa mereka masuk ke dalam mobil, mobil itu di bawa kembali ke perusahaan, kita akan bahas di perusahaan nanti," ucap Sahara.
Pengawal Sahara pun membawa kedua orang itu masuk ke dalam mobil, sedangkan mobil yang berisi parfum di bawa oleh pengawal Sahara yang lain.
Sahara pun masuk ke dalam mobilnya, baru saja ingin menghidupkan mesin mobilnya, Albazero pun masuk ke dalam mobilnya.
"Hey! Kenapa kau masuk ke dalam mobil ku?" tanya Sahara.
"Kita bersama ke perusahaan mu," jawab Albazero mengambil sabuk pengaman dan memakannya.
Sahara menatap Albazero sekilas dan ia pun melajukan mobilnya.
"Kau sangat hebat ya," puji Albazero.
"Tentu saja aku harus mengerahkan semua kemampuan ku agar aku bisa memimpin perusahaan, aku sudah berjanji untuk memajukan perusahaan papa ku, jadi aku harus menuntaskan segala sesuatu yang membuat perusahaan rugi," jawab Sahara.
__ADS_1
Albazero mengangguk-angguk.
Mobil pun terus melajukan mobilnya dan saat ini ia sedang berpikir bagaimana situasi Rendi dan Anna di rumahnya, apa rencananya berhasil atau tidak.