
Rendi sangat terkejut dengan tuduhan Sahara.
"Sahara! Kamu …."
"Biarkan aku bicara dulu, kau punya kesempatan untuk bicara nanti," potong Sahara.
"Mana ada! Hanya saja Tuan Hary kan sudah menetapkan jika Tuan Rendi di promosikan menjadi CEO, lalu kenapa mendadak menjadi Nona Sahara," ucap pemenang saham itu protes.
"Apa kau tidak dengar atau pura-pura tidak dengar? Aku adalah pewaris perusahaan ini, jadi memang seharus pewarisnyalah yang memimpin dan mengembangkan perusahaan ini. Pewarisnya masih hidup, lalu untuk apa kalian bersikeras agar orang luar untuk memimpin perusahaan ini? Jika tidak ada kerja sama di luar kesepakatan lalu apa lagi?" ucap Sahara tegas.
"Aku sih tidak masalah jika Nona ingin memimpin perusahaan, bagiku siapa saja akan sama asalkan aku tetap mendapatkan keuntungan dari perusahaan yang nona pimpin," ucap pemegang saham yang lain.
"Jika memang Nona ingin memimpinnya sah saja, tapi buktikan jika Nona mampu memimpinnya dan memajukan perusahan ini," sambung yang lain.
"Ya, maka dari itu dalam masa promosi ku menjadi CEO maka aku akan berusaha semampu ku, kalian tunggu saja dalam hasilnya," ucap Sahara yakin.
Tuan Hary tersenyum melihat anaknya yang sudah berubah, berubah menjadi orang yang berbeda, tegas dan berwibawa. Siap menghadapi masalah yang ada di depan, rasanya dia sudah dewasa meskipun ia memang sudah dewasa. Caranya menghadapai orang-orang yang tidak satu pemikiran dengannya.
"Baiklah, kami tunggu kabar baik dari Nona Sahara, semoga saja Nona Sahara bisa membuat para pemegang saham mendapatkan keuntungan," ucap pemegang saham itu.
"Mana bisa begini, bagaimana jika saat di pimpin perusahaan jadi bangkrut, siapa yang mau tanggung jawab kerugian yang kita alami nanti," batah pria tadi.
"Jika Anda tidak mau silakan angkat kaki dari perusahaan ini, kehilangan orang seperti Anda perusahaan ini sama sekali tidak rugi. Aku akan ganti kerugian pinaltinya sebagai tanda pemutusan kontrak," ucap Sahara kesal.
"Apa! Mana bisa begitu aku sudah lama berada di perusahaan ini, mana bisa di putuskan begitu saja," tolaknya.
"Jika tidak mau diam dan ikuti, jangan melakukan sesuatu di belakang ku membuat aku marah, atau kau terima akibatnya," ancam Sahara.
__ADS_1
Pria itu terdiam meskipun ia tidak setuju dengan keputusan tersebut.
"Baik, begini saja keputusannya, jadi Sahara telah resmi di promosikan menjadi CEO. Harap kerja sama semuanya demi kelangsungan perusahaan ini untuk menjadi maju, jika maju maka hidup kita juga sejahtera. Kita di sini pastinya ingin yang terbaik untuk perusahaan ini dan demi hidup kita," ucap Tuan Hary.
Para pemegang saham pun bertepuk tangan, Sahara telah resmi di promosikan menjadi CEO. Jika kerja kerasnya berhasil maka sepenuhnya hak perusahaan ia yang pegang.
"Jadi … untuk Rendi dan Anna mereka akan menjadi pekerja bias, karena aku berbaik hati mengingat selama ini mereka bekerja untuk perusahaan ini. Jika mereka tidak terima maka mereka bisa angkat kaki dari perusahaan ini," ucap Sahara membuat Rendi dan Anna saling bertatapan.
"Mana boleh begitu, jasa mereka sudah banyak di perusahaan ini, masa jabatannya langsung di copot?" bantah pria yang tadi.
"Dari tadi Anda yang protes terus, ada apa dengan Anda?" tanya Sahara yang mulai emosi.
"Bukan begitu, hanya saja …."
"Berhenti protes dan ikuti! Jika bersikeras juga maka Anda di keluarkan tanpa pinalti, aku berhak atas pekerja perusahaan ini, yang tidak setuju aku di promosikan menjadi CEO angkat tangan, akan kita data kembali dan perusahaan akan bayar penaltinya," ucap Sahara.
Semua terdiam tidak ada yang angkat tangan.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan 20% kepercayaan beberapa pemegang saham sebagai pemimpin perusahaan SHR]
[Selamat Anda mendapatkan 15% mengerti tentang perusahaan dan bisa menjalankannya]
[Selamat Anda mendapatkan 30 poin]
__ADS_1
[Penampilan:7]
[Pesona:7]
[Kekuatan:7]
[Kecepatan:7]
[Kelincahan:7]
[Pertahanan:7]
[Kecerdasan:7]
[Keberanian:7]
[Poin:60]
[Status pembalasan: 0000050/100000]
Setelah rapat selesai para pemegang saham pun bersalaman. Setelahnya mereka pun bubar.
Sahara berjalan keluar ruangan dan melihat Albazero masih menunggu di sana.
"Ini orang nggak ada kerjaan apa? Kok nggak pulang ke perusahaannya?" tanya Sahara.
"Rendi!" panggil Tuan Hary.
__ADS_1
"Eh, Papa, ada apa?" tanya Rendi berhenti dan menghampiri Tuan Hary.
"Papa benar-benar kecewa padamu, kau berani menghardik Sahara di depan orang ramai seperti itu di mana Papa tidak pernah menghardiknya sekali pun, jika Sahara marah pada mu rasanya Papa sudah mengerti jika di melakukan itu," ucap Tuan Hary meninggalkan Rendi begitu saja membuat Rendi terdiam menatap kepergian mertuanya itu datar.