System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri
BAB 21


__ADS_3

'Waduh, bahkan pengawalnya lebih seram dari Nonanya, mereka ini benar-benar menyebalkan,' batin Kine.


Terpaksa Kine berjongkok lagi dan melompat, para pengawal itu pun terus memperhatikan Kine membuat Kine kelelahan.


"Tolong donk Mas, aku udah lelah banget, beri aku istirahat sejenak," pinta Kine yang sudah bercucuran keringat.


"Tidak bisa, Anda harus menyelesaikan tugas baru bisa berhenti," jawab pengawal itu tegas.


"Kalian ini benar-benar menyebalkan! Sungguh tidak ramah!" denggus Kine kesal.


Setelah menyelesaikannya, rasanya mau pingsan, Kine duduk di dekat tanah, ia sungguh tak memikirkan kebersihan lagi. Tubuhnya benar-benar tak bisa bergerak lagi rasanya, apa lagi ia jarang olahraga, ia biasanya hanya mengandalkan otak saja.


"Aku beri waktu 15 menit untuk istirahat," ucap Sahara.


"Tapi Nona, ini sudah hampir sore, sebentar lagi akan gelap, para karyawan Nona juga sudah pasti sudah pulang," ucap Kine protes.


"Lalu? Kau ingin pulang juga? Masa percobaan mu belum selesai, kau harus lanjutkan dulu masa percobaan mu dulu baru boleh pulang," ucap Sahara.


Kine terdiam dan tak bisa berkata-kata, ia tampak murung dan bercampur kesal.


'Lihat saja nanti kau Sahara, setelah aku menjadi sekretaris mu maka balik aku mengerjai mu dan menyadap data perusahaan mu dan membuat mu bangkrut,' batin Kine.


10 menit berlalu Sahara berdiri kembali. "Cepat bangun, selesaikan satu masa percobaan lagi, setelah ini baru pulang," ucap Sahara.


"Tapi Nona … aku udah nggak sanggup lagi," jawab Kine kecapean.


"Cepat bangun, bagaimana kamu akan menjadi sekretaris ku jika fisikmu lemah begini," ucap Sahara.


Dengan terpaksa Kine bangun lagi. Untuk kali ini ia harus keliling lapangan 40 kali.


Dengan lemas Kine pun berlari, dan ia berlari hingga gelap datang.


"Baiklah, masa percobaan hari ini selesai, ayo kita semua pulang," ajak Sahara. Sahara pun masuk ke dalam mobilnya.


"Nona! Tunggu!" panggil Kine.


"Kamu … pulang sendiri saja," ucap Sahara menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan Kine begitu saja.

__ADS_1


Para pengawal juga juga naik ke dalam mobilnya dan meninggalkan Kine.


Kini tinggal Kine sendirian di tempat gelap.


"Saharaaaaaaaaaaa! Sialan kau! Beraninya kau meninggalkan ku sendiri di sini! Awas saja! Aku pasti akan membalaskan semua perbuatanmu!" teriak Kine.


Ia terpaksa berjalan menuju jalan besar dan mencari taksi. Tubuhnya benar-benar sangat lelah.


Di perjalanan, Sahara fokus melihat jalan.


"Kalian berdua sudah mulai bergerak rupanya, aku tidak boleh lengah, aku akan membuat mereka ingin berhenti sendiri dari perusahaan, aku akan baik-baik menyiksa mereka," ucap Sahara tersenyum sinis.


[Ding Ding]


[Misi baru]


[Mengerjai Rendi dan Anna]


[Status misi Sedang berlangsung]


"Hm … kerjain apa ya?" tanya Sahara berpikir.


"Baiklah, aku akan mengerjai mereka dengan cara ini," ucap Sahara membelokkan mobilnya dan menuju toko hewan tersebut.


Sesampainya di toko hewan tersebut, Sahara melihat kira-kira hewan apa yang menjijikkan.


Di sana ada ular, kadal, iguana, burung, kecoak pun juga ada sebagai terapi.


"Mau beli apa Mbak?" tanya penjual hewan tersebut menyambut kedatangan Sahara.


"Ada belatung?" tanya Sahara.


"Ada, tapi belatung di gunakan untuk makanan hewan saja," jawabnya.


"Itu di jual gimana? Apa perkilo apa perbuah?" tanya Sahara.


"Perkilo Mbak," jawabnya.

__ADS_1


"Aku mau 5 kilo, tapi bisakah Anda menyempatkan ke dalam packing yang aman agar tidak mudah keluar?" tanya Sahara.


"Bisa Mbak," jawabnya mengangguk.


"Dan juga aku mau ular kecil-kecil ini 5 ekor dan kecoak satu kilo. Untuk kecoak tolong packing dalam bentuk kado dan juga begitu untuk ularnya," ucap Sahara.


Penjual itu merasa heran, tapi ia mengangguk.


Penjual itu pun menuruti permintaan Sahara, dalam beberapa menit hewan itu pun di packing dengan rapi.


"Berapa semuanya?" tanya Sahara.


"14 juta Mbak," jawab penjual itu. Sahara pun mengambil ponselnya dan ia membayar lewat rekening.


"Oke sip, terima kasih banyak Mbak, datang lagi ya," ucap pegawai itu.


"Sama-sama," jawab Sahara.


Beberapa pegawai toko hewan itu mengangkat hewan itu membawa masuk pesanan Sahara ke dalam bagasi mobil Sahara.


Sahara pun melajukan mobilnya dan melaju di jalanan.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo Nona," jawab seorang pengawal.


"Kamu di mana?" tanya Sahara.


"Saya sudah sampai di rumah Anda," jawabnya.


"Kita ketemu di pinggir jalan, aku ingin kalian melakukan sesuatu," ucap Sahara.


"Baik Nona," jawab pengawalnya itu.


Sahara pun mengirim lokasi pertemuannya dan ia pun berhenti di tengah jalan tersebut.

__ADS_1


Tak lama pengawalnya juga datang beberapa orang.


"Kalian tidak perlu memakai jas, pakai pakaian seperti perampok," perintah Sahara.


__ADS_2