
"Baik Nona," angguk mereka.
"Tapi Nona bukankah nanti kami akan ketahuan dari CCTV jalan," ucap pengawal itu khawatir.
"Tidak perlu khawatir, aku akan memanipulasi CCTV yang ada di jalan, kalian hanya perlu memasukkan semua hewan ini ke dalam rumah Anna, dan juga tempelkan kamera dan dan penyadapan di sana," perintah Sahara.
"Baik Nona." angguk mereka.
Mereka pun masuk ke dalam mobil Sahara dan mereka pun membuka jasnya dan memakai penutup kepala.
Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan, Sahara menatap mobil itu pergi menjauh.
"Rendi dan Anna, aku akan meneror kalian dan menyiksa kalian secara terus menerus. Dulu aku memang sangat mencintai mu Rendi, tapi kau malah tidak tahu diri dan malah selingkuh, dan kini kau harus menuai apa yang sudah kau tanam," ucap Sahara.
Ia pun berbalik badan dan menuju rumahnya. Rasanya juga sangat lelah.
Saat masuk ke dalam, rumah tampak sepi.
"Non sudah pulang, Non mau makan?" tanya bibi.
"Mama sama Papa di mana mereka?" tanya Sahara.
"Mereka ada di ruang makan," jawab bibi.
__ADS_1
"Ya udah, aku akan ke sana," jawab Sahara berjalan menuju ruang makan.
Terlihat kedua orang tuanya sedang menyantap makanan.
"Sahara, sudah pulang." terlihat senyum di wajah nyonya Mila.
"Iya Ma, lumayan capek juga," jawab Sahara duduk di kursi dan mengambil piring.
"Papa lihat Rendi sangat marah pada mu, memangnya apa yang kamu katakan itu benar?" tanya Tuan Hary.
"Aku hanya menduga saja, tidak tahu dia marah besar, mungkin saja mereka ada sesuatu," jawab Sahara memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Akan Papa selidiki masalah ini," ucap Tuan Hary.
"Hm aku ingin mempekerjakannya 2 orang sekretaris sekaligus apa boleh?" tanya Sahara.
"Kenapa? Apa kau ingin membuat cadangan yang satunya?" tanya Tuan Hary.
"Iya Pa, aku ingin membuat cadangan," ucap Sahara tersenyum.
"Jika itu memudahkan pekerjaan mu itu sangat bagus, mana baiknya saja," ucap Tuan Hary mengikuti keinginan Sahara.
"Terima kasih Papa."
__ADS_1
Setelah makan, Sahara pun masuk ke dalam kamarnya, ia segera mandi dan ingin merebahkan tubuhnya.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
"Hm … dari Albazero. Halo," jawab Sahara.
"Halo selamat malam Nona Sahara," ucap Albazero.
"Ada apa menelpon ku?" tanya Sahara sambil menatap lampu kristal yang menggantung di plafonnya.
"Barangnya sudah sampai di perusahaan saya, hanya saja ada 2 kotak packingan parfumnya pecah dan sisanya belum sampai. Aku hanya ingin mengabari saja dan tidak minta ganti rugi, aku akan tetap bayar sesuai aku pesan. Hanya saja niat ku untuk memberitahu masalah ini adalah agar nanti tidak ada kejadian seperti ini tidak di alami oleh perusahaan Nona Sahara kepada pemesan yang lain," jelas Albazero.
"Benarkah? Aku akan ke sana sekarang." Sahara langsung bangun dan ia mengambil jaket dan buru-buru keluar dari kamarnya.
Sahara turun dari anak tangga dan keluar.
"Lho Sahara, kamu mau kemana buru-buru begitu?" Nyonya Mila sambil membawa buah.
"Ada sesuatu yang akan ku periksa Ma, aku pergi dulu," ucap Sahara yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju di jalanan.
"Seharusnya mereka sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini, kenapa mereka melakukan kesalahan?" tanya Sahara curiga.
__ADS_1