Tak Pernah Asing

Tak Pernah Asing
TERUNGKAP


__ADS_3

Cuaca panas hari ini, mereka masih berada di koridor kampus membahas hal tadi.


"Apa jangan-jangan kamu?.."


"Iya aku udah tahu semuanya" ucap Bella ketus dengan suara agak keras.


"Apa yang kamu tahu?" tanya ayu yang khawatir


"Kalian berdua pun tahu kan?, kenapa kalian hanya diam saja?" suara Bella semakin keras membuat beberapa orang yang lewat melihat mereka heran.


"Pelankan suaramu dulu bel!" pinta Maya halus.


"Bel, sepertinya kamu salah paham deh, aku bisa jelasin semuanya" ucap Riri menenangkan Bella, Riri penuh kekhawatiran kalau Bella tak akan memaafkannya.


"Salah paham katamu?, Ri.. Aku tahu kamu cantik, tapi apa kamu mau memanfaatkan kecantikanmu itu untuk merebut pacar orang lain?" ucap Bella yang sudah mulai emosi dan sedikit membentak.


"Kamu berfikir aku merebut Dio kan?, aku sudah bilang padamu aku akan jelasin semuanya maka berhentilah menuduhku begitu" ucap Riri, nada bicara Riri sudah seperti orang yang penuh kekesalan, "memang aku mengenal pacarmu itu, tapi aku gak merebut dia darimu. Kemaren sewaktu aku dan Maya bertanya namanya di ospek seperti yang kamu rencanakan, dia mengatakan bahwa dia mengenalku sebelum aku mengatakannya, dia juga mengungkapkan kalau dia menyukaiku dulu" sambung Riri.


"Itu benar bel, aku menyaksikan sendiri dia bilang begitu pada Riri" tambah Maya.


"Dia juga bilang kalau dia sudah tidak menyukaiku lagi, lagipula bel aku ga tau kalau kamu itu pacar Dio waktu itu bahkan soal identitas Dio sendiri aku sudah bertanya ke Miko kenapa Dio melakukan itu namun ga ada yang tau, hanya dia yang tau kenapa dia melakukan itu" Riri sudah mulai terbawa suasana.


"Kamu ga tau karna kamu gak pernah berfikir kalau dia memalsukan identitasnya itu semua karena kamu" ucap Bella yang masih menuduh Riri.


"Karena aku?"


"Iya karena kamu, kamu sok cantik dan populer seperti itu disekolah, hingga kamu menggoda Dio. Dio yang sudah punya pacar mengakui dirinya padaku sebagai Alwi, lalu kenapa denganmu dia ga malu? Dia ga malu menceritakan pada teman-temannya kalau dia menyukaimu" mata Bella sudah mulai berkaca-kaca.


"Bel.. Itu aku pikir ga ada hubungannya dengan Riri" Bela Maya.


"Kamu membelanya sekarang?" Bella keras kepala tak mau mendengarkan siapapun.


"Bukan gitu bel, seperti yang Riri katakan tadi.. Alasan mengapa Dio melakukan itu hanya dia yang tau" sambung Maya.


"Kalau kamu memang ngerasa harus mengetahui semua itu, kenapa kamu gak bertanya langsung pada Dio?, bukankah kamu masih berharap padanya. Jadi, tanyakan langsung padanya!" ucap Riri dengan suara keras.


"Riri.." ayu berusaha menenangkan Riri agar tak terbawa emosi.


"Aku udah menahannya bel, aku menjaga perasaanmu.. Itu kejadian 3 tahun yang lalu dan kamu mengatakan kalau itu semua salahku?, kalian putus karna aku?" Riri sudah mulai terbawa emosi, Maya juga berusaha menenangkan Riri. sementara Bella membisu.


"Aku saja baru tahu kalau Dio menyukaiku beberapa hari yang lalu, bagaimana bisa kamu mengatakan kalau itu salahku?.. Bel, kamu pernah bertanya ga apa yang aku rasakan?, bagaimana kelamnya kisah cintaku? Bahkan lebih kelam dari kisah cintamu itu.. Apa aku pernah mengungkitnya?, aku berusaha untuk tidak melihat masa lalu lagi, sementara kamu? kamu mau mengahncurkan pertemanan kita yang bahkan belum sebulan ini hanya karena masa lalumu itu?" sambung Riri, kali ini ia tidak bisa menahan dirinya, dia ingin mengungkapkan segalanya termasuk bagaimana pahitnya cinta dia dulu.


"3 tahun yang lalu kamu putus dengan Dio, aku pun juga putus bel dengan pacarku.. Kamu tau apa penyebabnya?"


Bella hanya diam saja tak berkutik, termasuk Maya dan ayu yang tak bisa mengatakan apa-apa, "huhh sepertinya kamu juga tidak akan peduli apapun alasannya karna yang kamu pikirkan hanya tentangmu" Riri menghela nafas dan hendak melangkah pergi tapi Bella menghentikannya, "karna apa?" tanya Bella dengan nada suara sudah mulai melembut.


"Katakan karna apa?" tanya Bella lagi.


"Karna sahabatku" jawab Riri, Riri menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya dan Fajri, dimana ia telah diselingkuhin oleh Fajri dengan sahabatnya sendiri dan itu tepat dihari ulang tahunnya.


"Bahkan setelah mengetahui mereka jalan berdua, aku tetap berfikiran positif bahwa mungkin saja dia akan membuat surprise untukku, dikarenakan Latifa adalah sahabatku makanya dia meminta Latifa membantunya. Namun, semua dugaanku itu salah"

__ADS_1


"Tentu saja aku sangat marah tapi apa yang harus aku perbuat? nasi sudah menjadi bubur" Riri menjelaskan dengan perasaan penuh luka, "dia juga alasan mengapa aku sampai sekarang belum bisa memulai kembali, dia yang membuat lukaku tapi aku belum bisa menemukan siapa obatnya" sambung Riri.


Kali ini Bella tak bisa mengatakan apa-apa, dia hanya diam membisu seperti merasa bersalah telah menuduh Riri, sementara Maya dan ayu berusaha untuk menenangkan Riri.


"Tolong jangan rusak pertemanan kita hanya karena cowok seperti dia bel" pinta Riri sambil menangis.


Bella pun tak bisa membendung air matanya, ia menangis dan meminta maaf pada Riri atas kesalahannya, "maafkan aku ri.. Aku salah, aku terlalu sibuk dengan penderitaanku sendiri hingga tak tahu bagaimana besarnya penderitaan orang lain, dia memutuskanku setelah sebulan ibuku meninggal, bagaimana itu tidak sakit? Aku sudah kehilangan orang yang paling mencintaiku didunia ini dan aku juga kehilangan orang yang aku cintai" ucap Bella sambil menangis terisak-isak.


"Sudahlah bel kita tak perlu mengatakan hal itu lagi" ayu memenangkan Bella.


"Aku merasa bersalah karna telah menuduhmu merebut pacarku padahal kamu saja ga tahu apa-apa tentang itu. Aku hanya mengingat ibuku hingga aku terbawa emosi dan menuduhmu" Bella menangis dan tulus meminta maaf pada Riri.


Riri yang tak mau semua orang memperhatikan mereka menghentikan tangisnya, "Sudahlah bel.. Semuanya sudah berlalu, mari kita lupakan semua itu" ucap Riri menenangkan.


Bella dengan memeluknya, Bella menangis sejadi-jadinya dipelukan Riri, Maya dan ayu pun ikut memeluk mereka untuk menenangkan bella.


.


Setelah drama yang cukup panjang di koridor kampus itu, mereka akhirnya pulang kerumah mereka masing masing.


Maya yang sudah curiga kalau Miko yang mengatakan semua itu pada Bella berniat untuk bertanya pada Miko, siapa lagi yang mengatakan itu kecuali dia karna selain mereka bertiga hanya Miko saja yang tahu, tidak mungkin juga Dio yang memberitahu Bella langsung.


**Di rumah Maya**


"Dimana bang Miko?" tanya Maya pada kakaknya yang duduk diruang tamu.


"Heyy kamu tidak mengucap salam?" tegur kakaknya, namun Maya tak menghiraukannya dan masih mencari Miko.


"Miko!! Miko!!" teriak Maya memanggil Miko.


"Kamu gak dengar aku panggil?" tanya Maya kesal.


"Kenapa? Sejak kapan kamu perlu aku?" ucap Miko dengan bercanda.


"Aku tidak ingin bercanda sekarang, katakan yang sejujurnya!!"


"Katakan apa?" tanya Miko tak mengerti maksud Maya.


"Kamu kan yang memberitahu Bella semuanya?"


"Oh berarti dia sudah mengatakan pada kalian ya" jawab miko dengan santainya.


"Ternyata benar.. Kenapa kamu sebrengsek itu?, kamu tau ga kalau mereka bertengkar karena hal itu" ucap Maya kesal, suaranya hampir menembus dinding kamar saking kerasnya.


"Lalu apa aku peduli?, lagipula Maya kamu tidak seharusnya berbicara seperti itu pada abangmu, aku lebih tua darimu jadi jaga adabmu itu"


"Bang.. Kamu ga usah sok suci deh, apa yang kamu dapat dengan melakukan itu hah?"


"Karna aku membenci dio" jawab miko


"Apa?"

__ADS_1


"Kemarin aku bertemu dengan Riri, dia bertanya padaku apakah aku tahu bahwa sebelumnya Dio dan Bella pacaran, aku jawab aku tahu cuman aku tak mengetahui siapa orangnya" jelas miko kemudian dia tertawa "semua itu bohong, tentu saja aku tahu siapa pacar Dio waktu itu, dio selalu menceritakannya padaku hingga membuatku muak. Dia populer dan selalu dikejar oleh cewek-cewek, dia juga pintar dengan memalsukan identitasnya untuk pacaran dengan Bella, bahkan aku pun tak tahu dia melakukan itu. Apakah dia pikir aku menyukai semua itu? tentu saja tidak, aku membencinya dan aku ingin menghancurkannya, saat dia menyukai Riri pun aku lah orang anonim yang menyebarkan berita kalau dia sudah ditolak tapi dia punya banyak relasi hingga semua itu ditepisnya. Jadi, tak banyak orang yang tahu termasuk Riri pun dia tidak tahu kalau Dio menyukainya" Miko menjelaskan seperti dia telah berhasil menghancurkan Dio.


"Lalu apa kamu tahu dek? Aku sudah berhasil menghancurkan hubungannya dan Bella, aku lah orang anonim yang mengirimkan Bella chat waktu dan mengatakan kalau Dio menyukai seseorang, saat itulah semuanya terungkap dan mereka putus" sambung miko sambil tertawa.


"Jadi saat kamu ingin keceplosan kemarin itu sebenarnya kamu sengaja kan?" tanya Maya tak percaya apa yang telah diperbuat abangnya.


"Tentu saja aku sengaja, aku ingin Bella juga mengetahuinya sehingga dia akan membenci dio, tapi sayang sekali dia malah marah pada Riri cup cup cup, itu artinya dia sama saja seperti Dio, mereka berdua hanya memikirkan diri mereka saja tidak peduli dengan orang lain" jawab Miko santai, namun perkataan Miko ada benarnya juga, Bella memang egois yang hanya memikirkan penderitaannya saja.


"Ohya satu lagi aku juga bilang pada Bella kalau Dio memalsukan identitasnya itu karena dia tidak mau citranya jatuh karna berpacaran dengan Bella, tapi dia bahkan tak malu citranya jatuh kalau ditolak oleh Riri. Sebenarnya Dio tidak terlalu menyukai Riri, jika dia disuruh memilih tentu saja dia akan memilih Bella yang cantik itu, hanya saja waktu itu dia terlalu kesal dan emosi hingga mengatakan kalau dia memang menyukai Riri daripada Bella, saat putus dengan Bella aku melihat betapa hancurnya Dio hingga perusahaan milik ayahnya pun ikut bangkrut karena dia diberitakan telah menghamili anak orang setelah putus dengan bella" Maya terdiam tak percaya melihat bejatnya perilaku abangnya, sementara Miko dia sangat santai bahkan tertawa senang melihat kehancuran dio.


"Apa kalian sungguh berpikir Riri itu populer dulu?"


"Bukankah dia memang populer dan dikenal banyak orang, kamu saja mengenalnya" jawab Maya ketus.


Miko tertawa ngeledek "Dia ga secantik itu dulu, bahkan semasa ospek dia lebih parah, dia hitam dan juga dekil. Aku ga tau kenapa sekarang dia menjadi sangat cantik, aku juga heran kenapa Dio malah suka sama dia. Truss aku mengenalnya hanya karna dia teman pacarku dulu, dia pasti berfikir aku serius mengatakan kalau aku masih berharap dengan Desi, kalau aku masih berharap ga mungkin kan aku cari pengganti dia dulu, Luna jauh lebih cantik dari desi" jelas Miko.


"Bukankah kamu sudah keterlaluan bang?" Maya sudah mulai muak dengan abangnya.


"Kamu tidak suka?, lagipula aku tidak peduli pendapatmu tentangku" jawab Miko.


"Kamu punya adek perempuan loh bang, kamu mau kami juga akan diperlakukan sama seperti yang kamu lakukan pada mereka?" ucap Maya dengan mata berkaca-kaca.


"Apanya? kenapa kamu terlalu serius? Itu hanya sebuah game, anggap saja seperti sedang bermain game" respon Miko benar-benar santai membuat Maya tambah kesal.


"Kenapa kamu sesantai itu hah? Kamu mungkin mengganggap itu lelucon bang, tapi tak semua orang suka dengan lelucon seperti itu" bentak Maya penuh kekesalan, suaranya kedengaran sampai keruang tamu, Maya menangis.


"Kamu bodoh? Mengapa menangis? Kamu menangis karena peduli pada mereka?"


"Bahkan kamu ga tau apa yang aku alami selama ini"


"Memangnya apa yang kamu alami, kamu saja tak pernah mengenal apa itu cinta"


"Bukan berarti aku bodoh soal cinta" ucap Maya membela dirinya.


"Kamu bodoh gak tahu apapun, termasuk ga akan ada yang mau sama kamu, kamu sama jeleknya dengan temanmu Riri itu" Miko menghina Maya, kali ini bukan sebuah candaan.


"Kamu juga menghinaku sekarang, kenapa padaku kamu juga sejahat itu?, aku ini adekmu. Saat kamu mengatakan aku jelek didepan semua orang aku sangat sakit hati bang, meskipun itu cuman sebuah candaan tapi tetap saja, aku tahu aku jelek tapi tidak usah diperjelas seperti itu" ucap Maya mengeluarkan isi hatinya, Miko tak mengatakan apa-apa, dia terdiam membisu


Maya pergi keluar kamar Miko setelah mengatakan itu dengan masih tetap menangis.


"Kalian bertengkar lagi?" tanya kakaknya seolah sudah paham bahwa mereka selalu bertengkar.


Maya tak menjawab kakaknya dan langsung berlari kekamarnya. Hari ini ayah dan ibunya tidak ada dirumah, mereka bekerja dikebun. Hanya ada dia, kakak, dan abangnya saja dirumah.


Kakaknya masuk ke kamar Miko bertanya apa lagi yang terjadi pada mereka berdua, Miko mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Sono jemput adikmu, dia main dirumah anaknya Bu ati" suruh kakaknya, Miko tak membantah dan langsung menuruti perkataan kakaknya menjemput adiknya paling kecil.


Maya dikamarnya masih tetap menangis dan menghubungi Riri, ia menceritakan semuanya pada Riri. Riri juga dibuat tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Miko karena Miko yang Riri kenal dulu sangat care terhadap orang lain, dia hanya jahat perkara menyelingkuhi sahabat Riri, tapi jika soal kepedulian Miko adalah orang yang sangat peduli.


Maya meminta Riri untuk tidak menceritakannya pada Bella karena dia takut Bella akan membenci abangnya dan juga dirinya, Riri menyetujui itu dan meminta Maya juga membahas hal ini dengan ayu.

__ADS_1


Kita tidak bisa menilai orang lain dari tampilan luarnya, banyak sikap tak terduga orang lain yang diluar nalar kita. Orang yang kita pikir baik ternyata tak sebaik itu, sebaliknya orang yang kita pikir jahat bisa jadi mereka orang paling baik. Jadi, jangan menilai sesuatu dari luarnya saja atau dari tampangnya saja.


Bersambung...


__ADS_2