
Mereka telah menyelesaikan game mereka, untuk itu mereka akan melanjutkan ke acara selanjutnya yaitu acara puncak malam tahun baru. Mereka akan menyaksikan kembang api pergantian tahun baru.
Riri dan teman-temannya yang lain berdiri untuk menunggu pergantian tahun tersebut dengan melihat kembang api.
23.59. Satu menit lagi tahun akan berganti
Dan kembang api melintas di langit malam tepat pukul 00.00, mereka semua bersorak menyaksikan itu.
Dalam kebisikan teriakan semua orang, Riri tidak sadar kalau Fajri sedang memperhatikannya, Fajri tersenyum melihat Riri yang bahagia menyaksikan kembang api tersebut.
Acara reuni mereka usai dengan berakhirnya acara menyaksikan kembang api, mereka akan segera pulang kerumah masing-masing.
"Riri kalian mau pulang?" Tanya Latifa tiba-tiba pada Riri.
"Ee.. Itu, iya aku akan diantarkan oleh kak me" jawab Riri.
"Kata siapa aku akan mengantar? Sorry ya Mel aku sepertinya akan pulang pagi nanti" jawab Megan sambil menguap.
"Apa maksud kak me?" tanya Riri bingung.
"Mel aku akan disini sampai pagi dengan teman-teman yang masih disini" jawab Megan lagi, memang ada beberapa teman-teman mereka yang masih tetap berada disini untuk saling mengobrol.
"Kak me.."
"Ahh.. Fajri" Memotong pembicaraan Riri dengan memanggil Fajri yang lewat disamping mereka, Riri menjadi tambah bingung.
"Ada apa?" tanya Fajri
"Kamu mau pulang kan?"
"Iya, kenapa?"
"Kalau begitu bisa tolong antarin Riri juga pulang sekalian" ucap Megan pada Fajri.
Riri kaget mendengar perkataan Megan , "Kak me" ucap Riri yang bingung menyuruh Megan untuk berhenti.
Tapi Fajri langsung mengiyakan permintaan dari megan
Disisi lain Latifa tampak agak kesal saat mendengar itu, namun Riri tidak menyadarinya.
"Gapapa, aku bisa pulang sendiri nanti" ucap Riri menolak.
"Nanti kapan? Ini udah larut.. Riri pulanglah dengan Fajri!" Megan memaksa Riri pulang dengan Fajri.
__ADS_1
Riri tetap masih menolak, tapi bagaimana pun Riri menolaknya Megan malah makin memaksa Riri. Akhirnya mau tak mau, Riri harus menerima hal tersebut. Ia akan pulang bersama Fajri.
Mereka berdua turun dari lantai 3 dan menuju mobil Fajri. Mobil mulai melaju setelah mereka berdua naik.
Di dalam mobil suasana menjadi canggung, Riri tak berani bicara apa-apa.
"Ee.. Bagaimana kabarmu ri?" ucap Fajri memulai pembicaraan.
"Hmm baik kok"
"Aku dengar kamu masuk ke kampus pertanian ya?" tanya Fajri lagi, Riri cuman mengangguk.
Fajri mengganggap Riri masih merasa kecewa padanya, untuk itu dia terus memulai obrolan agar Riri merasa nyaman.
"Sorry ya!", Ucap Fajri
Riri menoleh kearah Fajri "Untuk?", tanya Riri setelahnya.
"Untuk semua yang telah terjadi" ucapnya lagi.
"Banyak yang sudah terjadi, kamu mau meminta maaf untuk yang mana?" Tanya Riri.
Fajri menoleh kearah Riri dan menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Riri bingung kenapa Fajri melakukan itu.
"Kenapa aku harus kecewa padamu?" jawab Riri santai.
"Jujur saja ri! Kamu masih marah soal kejadian waktu itu kan?" Fajri mengungkit masa lalu mereka.
"Apa kamu menghentikan mobilnya hanya untuk mengungkit masa lalu?" ucap Riri sambil menatap Fajri.
"Kamu tahu kan?" tanya Fajri tiba-tiba ketika Riri menatapnya, ia juga balik menatap Riri.
"Kamu tau semua tentang Latifa kan?" tanya Fajri lagi, pertanyaannya membuat Riri terkejut.
Mengapa Fajri seakan tidak tau kalau itu salah Latifa, dia saja berselingkuh dengan Latifa dan mengapa dia malah balik bertanya pada Riri.
"Apa maksudmu?" tanya Riri balik.
"Latifa menyukaiku, kamu tahu itu dan kamu tetap menjadikan aku sebagai pacarmu, kenapa?" Fajri ternyata mengira Riri lah yang bersalah disini.
"Apa?"
"Ri.. Apa kamu mau menjadikan aku pelampiasan setelah putus dengan mantan pacarmu itu?"
__ADS_1
"Kenapa kamu berpikir begitu? Kamu menuduhku memberikan cinta palsu untukmu?" Ucap Riri tidak terima dengan perkataan Fajri.
"Bukan gitu ri, kamu tahu aku sayang kamu.. Tapi kenapa kamu tetap pacaran denganku walau kamu tau Latifa menyukaiku, dan saat itu juga kamu baru putus dengan Bagas" jelas Fajri.
"Kalau kamu menyayangiku, kamu tidak akan selingkuh dengan sahabatku sendiri" Bentak Riri.
Fajri terkejut melihat Riri yang berteriak padanya, sebelumya Riri tak pernah seperti ini. Riri adalah gadis yang lembut ketika berbicara, tapi sekarang ia malah berteriak pada Fajri.
"Kamu salah paham ri, aku tidak selingkuh dengan Latifa" ucap Fajri membela dirinya.
"Tidak selingkuh? Lalu apa semua itu?, kamu jalan dengan Latifa di hari ulang tahunku, apa semua itu?"
"Aku minta maaf soal hari itu, aku sebenarnya ingin jalan bersamamu tapi aku harus bersama latifa" jelas Fajri. Penjelasan Fajri tidak masuk akal untuk didengar.
"Apa maksudmu harus bersama latifa? Kamu membodohiku sekarang", Riri yang penuh emosi tidak rela diperlakukan seperti itu oleh Fajri.
"Kamu dengan santainya bilang hari itu kalau kamu gak ada waktu untuk jalan dihari ulang tahunku, tapi tiba-tiba aku dapat kabar kamu jalan bersama Latifa" ungkit Riri.
"Aku salah tentang itu, tapi ada sesuatu yang terjadi saat itu dan aku tidak mengatakannya padamu" ucap Fajri berusaha meyakinkan Riri.
Riri tak mau mendengar alasan tidak masuk akal Fajri lagi, akhirnya dia meminta Fajri untuk segera mengantarkannya pulang.
Mobil melaju lagi berjalan menuju rumah Riri, di tengah perjalanan Fajri masih berusaha untuk meyakinkan Riri soal kejadian waktu itu. Namun, Riri masih tidak mau mendengarkan penjelasan dari Fajri.
"Terimakasih sudah mengantarkanku" ucap Riri sambil turun dari mobil.
"Ri.." panggil Fajri menghentikan langkah Riri.
"Kita lupakan saja semua itu, aku tau kok kamu dan Latifa itu sangat cocok untuk bersama" jawab Riri kemudian meninggal Fajri.
Riri sebenarnya ingin mengetahui apa alasan Fajri melakukan semua itu, dan apa juga alasan fajri putus dengan latifa. Namun, dirinya belum siap menerima kenyataan tersebut, terlebih lagi Fajri yang tidak mau menceritakan kejadian yang dia maksud telah terjadi pada hari itu pada Riri.
Setelah menghadapi malam yang cukup panjang, Riri membuka memori lamanya diawal tahun ini. Ada sebuah buku yang terlihat sudah lama dan usang, sepertinya buku tersebut sudah ada sejak 10 tahun yang lalu. Di dalam buku tersebut juga terdapat tulisan seorang anak SD.
Siapa pemilik buku usang tersebut? Apakah Riri?
Riri membuka buka itu dan membacanya kembali, entah apa tujuannya membaca buku usang seperti itu, di samping buku itu terdapat foto 1 orang gadis kecil yang masih sd, tapi foto itu sepertinya sudah dirobek. Sepertinya sebelum foto ini dirobek ada foto orang lain di samping foto tersebut.
Riri mulai menangis saat membaca lembar demi lembar buku tersebut, air matanya bahkan menetes pada kertas usang itu.
Saat Riri menangis dia mengambil sebuah kartu hari Halloween, dia menatapnya lalu berkata "Aku rindu" dengan masih mengeluarkan air mata.
Siapa yang Riri rindukan? Apa itu Fajri? Atau malah ada orang lain yang menjadi kisah tentang masa lalunya?
__ADS_1
Bersambung...