
"Mau kemana?" tanya Rendy saat masuk rumah.
"Akuu.. Akuu.." Riri terbata-bata, sementara keempat teman Rendy masih khawatir Riri akan mengadu pada Rendy.
"Ada apa ri? Apa ada masalah?" tanya Rendy lagi.
"Ee.. Gak ada kok bang, aku disuruh ibu pulang karna harus kerumah nenek" jawab Riri berbohong.
"Oh.. Kalau gitu aku antar ya" tawar Rendy, lagipula Rendy sudah berjanji akan mengantar Riri pulang.
"Gak usah bang, Riri naik taxi aja. Bang Rendy lanjutkan saja dulu" jawab Riri menolak.
"Ayo!" Rendy tak menghiraukan penolakan dari Riri, dia menarik tangan Riri dan membawanya kemobil untuk mengantarkannya pulang.
Sebenarnya Rendy sudah tahu kalau Riri berbohong padanya, dia tahu kalau teman-temannya telah berbuat salah pada Riri. Untuk itu Rendy akan kembali lagi kerumah Popi agar bisa bertanya pada mereka berempat.
Setelah mengantar Riri, Rendy benar-benar datang kesana. Dia semakin curiga kalau ada yang tidak beres dikarenakan riri hanya diam saja selama perjalanan kerumahnya tadi. Bahkan saat Rendy bertanya Riri tetap saja diam.
"Apa yang terjadi?" tanya Rendy, dia masih berdiri di hadapan mereka semua. Mereka semua cemas dan menunduk.
"Sesuatu terjadi?" tanya Doni yang bingung melihat Rendy yang penuh amarah.
"Kalian diam!" suruh Rendy pada Doni dan Anton, mereka menurutinya.
"Aku bertanya apa yang terjadi?" tanya Rendy membentak mereka berempat.
"Kamu marah pada kami?" Elsa yang mendengar Rendy berteriak berniat untuk melawan Rendy, karena seperti alasan sebelumnya bahwa Rendy tak pernah marah padanya. Tapi ternyata itu salah, Rendy marah pada Elsa dan meminta Elsa mengatakan apa yang terjadi.
"Aku tanya sekali lagi apa yang terjadi?" tanya Rendy, kali ini hanya tertuju pada Elsa.
"Kenapa kamu sangat membela cewek itu?" tanya Elsa kesal apa Rendy.
"Apa?"
"Ren.. Aku sudah menyukaimu selama 4 tahun dan kamu selalu menolakku, kenapa sekarang kamu malah membawa cewek lain di depanku?" Elsa mengungkapkan perasaannya dengan tangis.
"Apa katamu?"
"Aku menyukaimu dan masih tetap menyukaimu" jawab Elsa yang masih menangis.
"Berhentilah seperti itu El, kamu tahu sendiri kan aku ga akan menyukaimu jika kamu adalah temanku, lagipula kamu sendiri sudah seperti adikku".
"Kalau begitu jangan anggap aku temanmu ataupun adikmu, anggap aku orang asing agar kamu bisa menyukaiku" ucap Elsa menangis terisak-isak.
"Cukup!!" Rendy sudah mulai kesal dengan Elsa "Apa yang kamu katakan pada Riri?" tanya Rendy lagi sambil mengontrol emosinya.
__ADS_1
Elsa menangis menjerit dan berteriak, teman-teman mereka yang lain berusaha menghentikan pertengkaran mereka dan menenangkan rendy.
"Karna aku anak yatim piatu?" Rendy marah dengan pertanyaan Elsa, dia mengatakan pada Elsa untuk tidak mengungkit tentang hal itu lagi.
Ternyata mereka semua bukanlah anak orang kaya melainkan mereka adalah anak dari panti asuhan.
.
**Flashback 10 tahun yang lalu**
Ayah Rendy adalah CEO disalah satu perusahan terkenal di Swiss saat itu, saat kembali ke Indonesia ia mendirikan perusahaan cabangnya di kota ini. Dia juga menjadi sponsor salah satu panti asuhan di kota ini, dimana itu adalah panti asuhan keenam anak itu tinggal.
Selama ia mensponsori panti asuhan tersebut tak ada masalah, selalu berjalan dengan lancar. Hingga 1 tahun setelah ia menjadi sponsor terjadi musibah kebakaran di panti asuhan tersebut yang menewaskan banyak anak karena hal itu terjadi di malam hari sementara semua anak sedang tidur
Kebakaran itu disebabkan karena ledakan gas akibat kelalaian staf perusahan ayahnya yang ditugaskan di panti asuhan itu malam hari, tak jelas mengapa gas bisa meledak.
Staf dan beberapa orang anak meninggal dalam kecelakaan itu, sementara ibu panti dan enam anak lainnya selamat, hanya mengalami luka bakar ringan saat hendak kabur dari sana.
Ibu panti yang mengalami luka bakar berat saat ingin menyelamatkan anak-anak dilarikan kerumah sakit, dan dinyatakan koma selama beberapa hari. Saat tersadar ibu panti meminta dan memohon kepada ayah Rendy agar mau menjadi sukarelawan mengurus anak-anak yang masih tersisa.
Hal itu dikarenakan ibu panti yang tau kalau dia tidak akan bisa bertahan lama, dia tidak mau anak panti itu terlantar karena dirinya
Dan benar saja, setelah mengatakan hal itu ibu panti meninggal karena luka bakar yang ia alami benar-benar parah. Ayah Rendy yang dikenal baik dan ramah pada semua orang pun, mau tidak mau harus mengurus keenam anak ini
Awalnya dia berencana akan mengirimkan anak-anak ini ke panti asuhan lain untuk diasuh. Namun, salah seorang anak yang bernama Popi mengatakan kalau ia takut akan kembali kepanti, sementara anak yang lain tidak masalah akan hal itu. Melihat Popi yang trauma ayah Rendy tak tega membawa Popi ke panti asuhan lain. Oleh karena itu, dia akan membawa Popi bersamanya. Tentu saja dia juga tak mau anak lain merasa sedih dan kecewa, itulah mengapa dia juga membawa anak lainnya bersamanya.
Rendy yang mendengar ayah dan ibunya bertengkar pun kesal dengan anak-anak ini dan tanpa sepengatahuan ayahnya dia mengusir mereka pergi. Mereka takut dan mengikuti apa yang Rendy suruh.
Namun, hal itu cepat diketahui oleh ayah Rendy dan meminta Rendy untuk tidak melakukan hal itu. Ternyata ibu Rendy sudah terpaksa menyetujui mereka tinggal disini karena ayah Rendy memberitahukan alasan kebakaran itu atas kesalahan perusahaannya sendiri. Dia yang sebagai CEO harus bertanggung jawab atas itu.
Ibu Rendy yang tegas mengatakan pada ayah Rendy kalau mereka boleh tinggal disini, tapi mereka harus melakukan beberapa pekerjaan yang membantu dirumah ini. Mereka semua juga setuju dengan hal itu.
Sementara Rendy yang kesal dengan ayahnya marah kemudian mengadu pada neneknya. Sayangnya, nenek Rendy juga menyetujui apa yang telah diperbuat oleh ayahnya. Rendy tak punya siapa-siapa yang mendukungnya untuk mengusir mereka dari rumahnya, bahkan saat kedua abangnya pulang, mereka juga tidak masalah dengan hal itu. Rendy pun terpaksa harus menerima keadaan
Anak panti itu melakukan tugas seperti yang telah dikatakan oleh ibu Rendy. Saat melaksanakan pekerjaan mereka berkali-kali mereka dijahili oleh Abang pertama Rendy, yang ternyata dia sebenarnya tidak suka kalau anak panti itu disini. Dia mencari muka didepan ayahnya seolah dia menerimanya tapi pada dasarnya dia tidak suka. Berbeda dengan Abang kedua Rendy yang justru malah menegur Abang pertamanya itu.
Rendy juga ikut menjahili anak-anak panti itu dengan Abang pertamanya. Abang keduanya yang melihat itu mengadu pada ayah mereka dan akhirnya mereka berdua dimarahi oleh ayahnya.
Abang pertama Rendy yang kesal membuat dia berniat jahat bahwa dia akan mencelakai adiknya itu bersama anak panti yang lain. Hal itu diketahui oleh Rendy, Rendy malah tidak peduli dan hanya akan menyaksikan kehancuran anak panti itu
Ternyata hal itu terjadi, dimana Abang pertama sengaja menyuruh anak-anak itu untuk melompat ke kolam dirumah mereka setinggi orang dewasa. Karena takut diusir satu persatu dari mereka melompat dan tenggelam dikarenakan kolam itu bukan untuk anak usia mereka
Abang kedua Rendy yang melihat anak panti tenggelam, menegur abangnya dan menyuruh dia berhenti. abangnya malah menyuruh dia yang menyelamatkan anak-anak itu. Ternyata hal itu ia lakukan, ia melompat untuk menyelamatkan anak-anak itu yang pada akhirnya dia pun juga ikut tenggelam karena tidak bisa berenang .
Rendy yang melihat pun tak terima Abang keduanya juga menjadi korban, kemudian dia meminta tolong pada pelayan dirumahnya. Saat ayah Rendy pulang, Abang kedua Rendy langsung mengatakan semua yang terjadi pada ayah mereka.
__ADS_1
Ayah mereka sangat marah dan menghukum Abangnya itu dengan mengirimnya ke Swiss
Lama kelamaan Rendy mulai kasian pada anak-anak panti itu walaupun dirinya kesal pada mereka. Rendy akhirnya mulai berteman dengan mereka semua dan mengajak mereka bermain. Ayahnya pun ikut senang melihat putranya itu senang.
Saat Rendy lulus SMP Rendy meminta ayahnya untuk menyekolahkan keenam anak panti itu juga, karena Rendy yang sudah remaja merasa kalau mereka tidak harus menjadi pelayan sampai tua mereka.
Jika mereka belajar, suatu saat mereka akan mendapat pekerjaan dan saat itu juga mereka akan mendapat kehidupan mereka sendiri tanpa harus bergantung lagi pada ayahnya. Ayah Rendy setuju dengan pendapat putranya itu. Maka dari itu dia mencari sekolah yang mau menerima siswa tanpa ijazah SD dan SMP.
Karena ayah Rendy adalah seorang yang sangat berperan, ia segera mendapati hal itu, banyak sekali sekolah yang mau menerima anak panti itu karena ayah Rendy menjanjikan sponsor berjuta-juta rupiah kepada sekolah.
Rendy juga ikut sekolah ditempat yang sama dengan mereka berenam dan menjadi kawan sejati.
Saat lulus SMA, mereka pun dikuliahkan oleh ayah Rendy sesuai janjinya. Popi yang memiliki kepintaran dibidang fashion diminta ayah Rendy untuk pergi ke Swiss kuliah bagian fashion, Leli lebih tertarik kedunia tarik suara, ayah Rendy memintanya memilih universitas mana yang ia inginkan
Elsa tertarik pada kesenian, ia juga diminta untuk memilih universitas yang ia inginkan, Tuti dan Doni memilih universitas yang sama dengan jurusan yang berbeda. Sementara itu, Anton dia memilih akan membuka usaha sendiri karena dia tertarik dengan bisnis, Oleh karena itu ayah Rendy memberikan kesempatan bagi Anton untuk melakukan hal itu.
Bukan cuman itu, Ayah Rendy juga memberikan mereka semua tempat tinggal masing-masing. Jadi, mereka tidak akan tinggal dirumah Rendy lagi.
Itulah Alasan mengapa mereka semua takut dan tidak mau membantah Rendy, karena Rendy seperti teman mereka dan juga seperti pahlawan bagi mereka. Ayah Rendy juga sudah sangat baik pada mereka, mereka selalu mengingat utang Budi itu.
.
(Back) Lalu apa alasan Rendy tidak pernah marah pada Elsa?. Rendy bukannya tidak pernah marah pada Elsa. Hanya saja diantara mereka berenam hanya Elsa saja yang jarang berbicara banyak atau Elsa dikenal sebagai gadis yang pendiam.
Saat ini Rendy tidak menyangka Elsa sudah berani bicara seperti itu pada orang lain. Sebenarnya Rendy tak meminta mereka semua takut padanya atau menuruti perintahnya. Rendy hanya ingin mereka menghormati Rendy sebagaimana Rendy menghormati mereka.
Elsa yang menyesal telah melakukan itu pada Rendy berulang kali meminta maaf, dia tak mau karena kesalahannya teman-temannya juga akan mendapat imbasnya. Rendy memaafkan elsa dan meminta Elsa juga meminta maaf pada Riri, Elsa menyetujui hal itu, begitupun Leli yang sempat berada dipihak yang salah, akan meminta maaf juga pada Riri.
Rendy marah bukan karena itu adalah riri, melainkan karna teman-temannya sudah membuat kesalahan. Seperti yang dikatakan oleh Popi bahwa dia tidak membela siapapun, hanya saja dia ingin menegakkan kebenaran. Begitu juga yang dilakukan oleh Rendy.
.
Rendy mengajak mereka berdua bertemu dengan Riri untuk meminta maaf
"Ri.. Maafkan aku karna telah menghinamu kemarin, sebenarnya aku hanya terlalu emosi saja. Jadi, kamu tidak perlu memasukkan kedalam hati kata-kataku kemarin" ucap Elsa meminta maaf.
"Aku juga ri, seharusnya aku tidak ikut membela Elsa yang melakukan kesalahan, aku hanya merasa iri saja karna dirimu yang sangat cantik meskipun pakaian yang kamu kenakan sederhana" ucap Leli yang juga menyesal atas kesalahannya.
Riri yang sudah melupakan kejadian kemaren tentu saja memaafkan mereka berdua, lagipula untuk apa meributkan hal seperti ini, ini hanyalah pertengkaran biasa.
"Tidak apa-apa kak.. Lagipula aku sudah melupakan kejadian kemarin itu kok" jawab Riri sambil tersenyum.
Rendy semakin menyukai Riri, dilihat dari caranya memandangi Riri yang penuh rasa kasih sayang.
Semenjak kejadian itu Riri jadi dekat dengan mereka semua dan sesekali menghubungi mereka, terutama Popi. Itu karena Popi pernah menjanjikannya event di Swiss.
__ADS_1
Walaupun begitu Riri masih saja penasaran alasan mengapa mereka semua patuh pada Rendy dan takut kalau Rendy marah. Namun, dia tak berani bertanya pada mereka.
Bersambung..