Tak Pernah Asing

Tak Pernah Asing
Acara Reunian SMP


__ADS_3

Malam tahun baru telah tiba dan malam nanti lah waktunya. Riri akan datang ke reuni angkatan SMP nya, dia juga mungkin akan bertemu banyak teman lamanya disana.


Siangnya Riri menyiapkan baju yang akan dia kenakan nanti malam, ia juga tak lupa menghubungi Megan untuk meminta saran.


"Kak me aku harus pake yang ini atau yang ini?" ucap Riri saat sedang video call dengan Megan.


"Yang cream cantik Mel, yang itu aja" saran Megan.


"Lalu tas nya, yang ini apa yang ini?" tanya Riri meminta saran Megan lagi.


"Yang hitam aja lebih natural" saran Megan.


"Okay"


Banyak yang ia obrolkan dengan Megan di vc, ia juga menyarani Megan untuk mengenakan baju apa. Riri memang sangat dekat dengan Megan, dia juga hanya nyaman jika berbicara dengan Megan, bahkan untuk masalah pribadinya sendiri, dia hanya berani menceritakannya pada Megan daripada teman SMPnya yang lain.


Setelah selesai memilih baju, Riri turun untuk menemui ayah dan ibunya meminta izin pergi malam nanti, dia juga menanyakan tentang keberangkatan kakaknya dari luar negeri.


.


*Malam pukul 08.15**


Malam tahun baru akhirnya tiba juga, Riri sedang menunggu Megan menjemputnya untuk pergi ke reunian mereka. Dia sudah selesai bersiap-siap, acara mereka dimulai sekitar jam 08.00. Sementara sekarang jam sudah menunjuk jam 8.15, mereka tidak akan datang tepat waktu. Lagipula acara itu juga tidak mungkin akan dimulai tepat waktu.


Tak lama kemudian Megan datang menjemput Riri, mobil Megan melaju meninggalkan rumah Riri menuju tempat reunian mereka 'di cafe girlsboys'. Cafe ini memang sangat banyak didatangi oleh anak-anak muda seolah memang di khususkan untuk anak muda.


Saat sampai disana Riri melihat betapa indahnya cafe ini, cafe ini memiliki ruangan outdoor dan juga ada 3 lantai. Angkatan mereka telah memilih ruangan outdoor untuk acara reuni mereka tersebut, ruangan itu juga ada dilantai paling atas yaitu lantai 3. Alasan mereka memilih lantai 3 karna mereka akan bisa menikmati pemandangan kota yang indah dan juga menyaksikan kembang api melintas di langit malam.


Riri bersama Megan memasuki cafe tersebut menuju lantai 3. Ada beberapa teman mereka yang baru datang juga.


Saat sampai di lantai 3, sudah banyak sekali teman mereka yang datang, lantai 3 itu ternyata khusus disewakan untuk mereka, guna agar tidak menganggu kenyamanan pelanggan lain. Lagipula angkatan mereka banyak, jadi tidak mungkin muat jika ada pelanggan lain disana. Angkatan mereka juga merupakan generasi paling banyak di SMP dulu.


Riri dan Megan bergabung bersama teman sekelas mereka, tentunya disana juga ada beberapa teman circlenya yang lain yaitu Latifa, Dila dan Fara.


"Halo guys" Sapa Megan pada mereka.


"Halo"


"Wah udah lama sekali ya gak ketemu" ucap Riri pada mereka, meskipun Riri tidak nyaman bicara dengan mereka tapi tetap saja disini dia harus bersikap profesional.


"Iya nih, aku jadi rindu sama kamu ri" sahut Fara menanggapi.


"Kamu gendutan ya Far?" tanya Megan saat melihat Fara.


"Hm benar, sulit sekali bagiku untuk menurunkan berat badan ini" keluhnya.


"Bagaimana pun kamu harus bersyukur karna memiliki wajah yang cantik" sambung Dila.


"Benar, liat dia! dia sangat manis sekali" tambah Latifa.


Sembari mengobrol dengan teman circlenya, Riri juga tak lupa menyapa teman-temannya yang lain. Teman satu angkatannya dari kelas lain pun sudah banyak yang datang kesini.


Riri dipanggil oleh seorang teman cowok yang sekelas dengannya, dia dulu menyukai Riri bahkan sempat mengajak Riri pacaran, tetapi Riri menolaknya karena tak enak jika harus berpacaran dengan teman satu kelas. Dia adalah Bintang..


"Ri.. Sini sebentar! Udah lama sekali ni gak ngobrol sama kamu!" ucap Bintang mengajak Riri berbicara.


Sementara teman-temannya yang lain sibuk mengatakan "Cieeee" hingga terdengar oleh teman-teman seangkatan dari kelas lain.

__ADS_1


Riri duduk dengan Bintang untuk mengobrol bersamanya, bintang juga menceritakan bagaimana pahitnya hidupnya setelah lulus dulu, dia mengatakan kalau dia melawan penyakit mentalnya selama bertahun-tahun hingga dia bertemu dengan seseorang.


Bintang dan Riri sebenarnya tidak terlalu dekat tapi Bintang sewaktu SMP selalu menjadikan Riri sebagai tempatnya untuk bercerita dan dari situ juga lah bintang mulai menyukai Riri sebab Riri selalu menjadi pendengar yang baik dan pemberi masukan yang baik.


Sekarang bintang sudah mendapatkan seorang wanita yang dapat menyembuhkannya. Sejak lulus dulu bintang tak pernah menghubungi Riri lagi, ternyata dia menghadapi penyakit mentalnya. Dia mengalami gangguan mental anxiety, dimana dia sangat takut sekali bersosialisasi dan juga over cemas terhadap sesuatu yang tak diketahui penyebabnya.


Namun, karna usahanya selama ini, dia dapat melalui semua itu. Ditambah lagi ada seorang wanita yang selalu mensupport nya untuk sembuh. Sekarang bintang sudah tidak takut dengan dunia sosial. Mendengar cerita bintang Riri menjadi sangat bangga melihat kesabaran bintang menghadapi semua itu.


Selain itu, bintang juga bertanya bagaimana dengan Riri setelah lulus. Riri menceritakan seluk beluk yang ia lalui setelah lulus dari SMP. Dia juga menceritakan bagaimana lingkungan kuliahnya saat ini hingga dia beralih ke obrolan tentang Fajri.


"Kamu masih mengharapkannya sampai sekarang?" tanya Bintang saat Riri menyinggung tentang Fajri.


"Entahlah, aku rasa aku sudah mulai lupa tapi dia datang kembali" jawab Riri.


"Kalau dia menghubungimu, tidak ada salahnya kamu menanggapinya. Lagipula ri, itu tidak sepenuhnya salah Fajri, mungkin saja dia mau berubah setelah melakukan kesalahan dulu" ucap Bintang memberikan saran.


"I know.. Tapi sulit sekali bagiku untuk melakukan itu, apalagi dia dulu bersama dengan sahabatku sendiri"


"Sekarang sudah beda ri, lagipula Latifa sekarang sudah memiliki cowok. Lalu apalagi yang ia inginkan dari Fajri? Mereka juga sudah tidak dekat kok" ucap Bintang memberikan informasi.


"Apa?" Riri tidak mengetahui tentang itu, bahkan dia juga tidak tahu kalau Latifa sudah memiliki cowok.


"Kamu serius gak tahu?" tanya Bintang heran, Riri mengangguk.


"Bukannya kalian berteman?" tanya Bintang lagi.


"Benar.. Tapi setelah kejadian itu kami menjadi canggung. Kami pun jarang sekali berkomunikasi dan menanyakan satu sama lain" Jawab Riri menjelaskan.


Hanya karena seorang cowok dapat membuat hubungan pertemanan mereka menjadi renggang, sebenarnya Riri tidak mau hal seperti itu tapi ketika dia melihat Latifa dia jadi ingat kejadian waktu itu.


"Aku tidak mendengar tentang mereka lagi sejak aku berobat, dan kemudian 1 tahun setelahnya aku mendengar kabar mereka sudah putus, hubungan pertemanan mereka juga menjadi retak. Aku tidak tahu apa masalah yang terjadi diantara mereka" sambung Bintang.


Riri memperhatikan Latifa yang tidak memerhatikan, ingin sekali Riri bertanya padanya tentang masalahnya putus dengan Fajri, padahal dia sangat menyukai Fajri dulu hingga rela mengikhlaskan Rio demi Fajri, bahkan dia rela mengkhianati Riri sebagai sahabatnya sendiri.


"Jika nanti ada kesempatan berbincang lah lagi dengan Fajri. Menurutku, dia gak sepenuhnya salah kok" saran Bintang.


"Kenapa menurutmu begitu?"


"Tentu saja, memang apa artinya ketika sudah putus denganmu tapi masih saja memantaumu dari sosial media" jawab Bintang.


Ternyata selama ini Fajri selalu memantau keadaan Riri lewat sosmed, Riri jadi penasaran sebenarnya apa alasan Fajri selingkuh dengan Latifa kalau ia masih sering memantau Riri.


Acara reuni mereka malam ini dilanjutkan dengan acara unjuk bakat, ada beberapa teman satu angkatannya yang menunjukkan bakat yang mereka punya, termasuk Megan. Megan menunjukkan bakat bela diri yang ia punya, itu membuat semua orang terpukau melihatnya.


Bintang juga menunjukkan bakat yang ia punya yaitu gombal, semua orang tertawa ketika melihat Bintang adu gombal dengan alumni kelas lain..


Ada juga temannya yang menunjukkan bakat menari, bermain musik serta menyanyi. Ada juga yang menunjukkan bakat-bakat yang lain hingga bakat aneh sekalipun.


Latifa juga menunjukkan bakatnya didepan semua orang, Latifa sangat jago sekali bernyanyi jadi dia bernyanyi di depan semua orang. Tak diragukan lagi suara Latifa memang sebagus itu, Riri sendiri juga merasa terpukau ketika melihat Latifa bernyanyi.


Riri yang tak ingin melakukan apa-apa, malah ditunjuk oleh teman-teman mereka untuk bernyanyi juga. Selain Latifa, Riri juga dikenal memiliki suara yang bagus dulu, bedanya Riri tidak menonjolkannya seperti halnya latifa, ia jarang sekali bernyanyi didepan umum.


"Riri Riri Riri Riri Riri Riri Riri" ucap teman seangkatannya yang menyemangati Riri untuk maju kedepan, Riri juga melihat Fajri menyematinya.


Semua seakan menanti Riri untuk bernyanyi malam ini, akhirnya Riri menyetujui itu, lagipula dia juga sudah lama tidak bernyanyi dan malam ini lah waktunya.


...****************...

__ADS_1


...๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ...


...Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi...


...Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu...


...Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu...


...Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu...


...Mengapa semua ini terjadi kepadaku...


...Tuhan maafkan diri ini...


...Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya...


...Namun apalah daya ini...


...Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta diaั...


...Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu...


...Mengapa semua ini terjadi kepadaku...


...Tuhan maafkan diri ini...


...Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya...


...Namun apalah daya ini...


...Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia...


...Mengapa semua ini terjadi kepadaku...


...Tuhan maafkan diri ini...


...Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya...


...Namun apalah daya ini...


...Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia...


...๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ...


...****************...


Riri menyanyikan lagu Terlalu cinta-Rossa. Dia sangat menyukai lagu tersebut. Lagu tersebut memiliki makna berarti bagi kisah cinta Riri. Sembari menyanyi ia mengingat masa-masa dimana dia masih bersama dengan Fajri, dia juga mengingat Rendy yang selalu ada untuknya sekarang seperti layaknya Fajri dulu. Tapi kenyataannya tetap saja hatinya belum berpihak pada siapapun lagi.


Bukan cuman itu, dia juga mengingat masa-masa dia bersama dengan Latifa dan sahabatnya yang lain. Matanya berkaca-kaca setelah menyadari kalau mereka sekarang sudah tidak baik-baik saja.


Semua orang yang mendengar dia bernyanyi pun terpukau akan indahnya suara Riri dan dalamnya makna dari lagu yang dibawa Riri. Bahkan Megan yang selama ini selalu ada untuk Riri menangis mendengar Riri bernyanyi, dia merasa bangga Riri bisa sesabar itu menghadapi masa lalunya dulu.


Sebenarnya apa yang terjadi pada masa lalu Riri? Sehingga dia benar-benar dianggap hebat telah melewatinya. Jika hanya tentang Fajri yang selingkuh dengan sahabatnya sendiri, apa dia akan setrauma itu?. Pasti ada cerita lain dibaliknya.


Semua itu pasti akan terungkap.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2