
Setelah berusaha dan menyiapkan diri untuk mengahadapi ujian, akhirnya ujian telah usai. Mereka akan menantikan hasil yang terbaik sesuai kerja keras mereka masing-masing.
Sesuai rencana mereka, setelah ujian usai dan libur pun sudah tiba. Akhir tahun ini yang tinggal menghitung hari, mereka akan melakukan hiking. Mereka sudah menyiapkan segala hal.
"Guys, btw aku udah ngajak Abang sepupu aku loh buat ikut kita. Jadi, kita bisa pergi dengannya juga soalnya dia sering pergi hiking" ucap Riri memberikan informasi.
"Wah.. Itu pasti sangat menyenangkan, aku juga mengajak beberapa teman sekelas kita yang ingin ikut" tambah Bella.
"Teman sekelasku ada juga yang ingin ikut, bakal seru ni pasti" Ayu juga menambah teman kelasnya di daftar orang yang ingin ikut hiking.
"cowokmu yu?" tanya Riri, Riri bertanya sebab sewaktu itu Ayu pernah bilang kalau cowoknya akan pulang akhir tahun ini.
"Ee itu dia gak jadi pulang akhir tahun ini, katanya lagi ada acara gitu" jawab Ayu.
"Ya udah deh gapapa lain kali aja dia ikut" tambah Bella.
"Boleh gak sih gue ngajak Miko?" tanya maya meminta izin.
"Eh tentu boleh dong may, ajak aja dia sekalian" jawab Ayu.
"Iya benar, lagipula semakin banyak orang semakin bagus kan" sambung Riri.
"Kamu gak masalah kan bel?" Maya bertanya pada Bella karena Maya merasa tidak enak dengan Bella.
"Kenapa aku harus mempermasalahkan hal itu, lebih seru kan jika bang Miko ikut" jawab Bella.
"Tapi lo bakal ngajak Dio juga bel?" tanya Riri memastikan.
"tentu dong.. Dia malahan udah menyiapkan semuanya sebelum aku" ucap Bella senang.
Malah makin gawat jika Miko dan Dio sampai bertemu. Mereka berdua kan tidak akur. Selagi memikirkan itu, Riri di telpon oleh Aldo.
"Assalamualaikum" Ucap Aldo dibalik telepon.
"Waalaikumsalam" jawab Riri.
"Kita tunda tahun depan aja ya hikingnya" ucap Aldo tiba-tiba.
"Hah? Mana bisa begitu bang. Semuanya sudah siap, masa harus ditunda sih" sanggah Riri yang tak terima jika hiking mereka ditunda.
Teman-temannya yang lain yang mendengar Riri berbicara dengan Aldo juga ikut bertanya kenapa ditunda.
"Kita tidak bisa naik tahun ini, sedang ada longsor dikawasan sana. Makanya kita tunda aja tahun besok" Jelas Aldo.
"Kamu sudah cek?" tanya Riri memastikan
"Sudah ri, jalan kesana aja sudah ditutup sampai tahun baru nanti. Semua pendaki menunda keberangkatan mereka semua" Ucap Aldo lagi menjelaskan.
Mereka mendengar penjelasan Aldo menjadi kecewa, padahal mereka sudah menyiapkan semuanya. Mereka bahkan menganggap Aldo sedang berbohong. Mereka mencari sendiri informasi itu di berita, ternyata benar kalau sedang ada longsor parah di kawasan itu.
"Udahlah, tahun besok kita doakan saja semoga kita bisa naik" ucap Aldo menenangkan Riri.
"Ya udah deh bang gapapa, kita tunggu tahun depan aja" Kemudian aldo mematikan panggilannya.
Mereka berempat kecewa tapi mau gimana lagi, mereka tidak bisa memaksakan keadaan, apalagi jika terjadi sesuatu nanti tidak ada yang mau bertanggung jawab. Oleh sebab itu, mereka semua setuju jika ditunda saja.
Ternyata ketika hiking ini di tunda, mereka semua juga sudah punya acara lain untuk akhir tahun ini. Seperti Maya akan berkunjung ke kampung neneknya, Ayu yang akan keluar kota dengan ayah dan ibunya jika mereka tidak sibuk, serta Bella yang akan membantu ayahnya menjual hasil panen mereka di kebun.
Riri juga jadi teringat acara reuni akhir tahun ini, apa mungkin jika Riri datang saja ke acara itu, Karena selain acara hiking ini Riri tak punya acara lain lagi. Ayah dan ibunya juga tidak merencanakan apa-apa akhir tahun ini selain menanti kepulangan kakaknya. Dan lagipula kakaknya pulang setelah malam acara tahun baru itu berganti, artinya kakak pulang setelah memasuki tahun baru, Riri tak akan bisa mendapatkan moment jika hanya dirumah saja.
Untuk itu Riri berfikir akan menghubungi Megan kembali bertanya apakah dia akan datang juga ke acara reuni itu. Riri menelpon Megan.
Tit tit tit..
"Halo" Suara Megan.
"Kak me.. Dimana sekarang?" tanya Riri tanpa menunggu lama.
"Di rumah, kenapa?"
__ADS_1
"Dirumah mana? Dirumah sini?" tanya Riri memastikan.
"Iya, why Mel?" Megan menanyakan maksud Riri bertanya begitu.
"Ke reunian yok!" ajak Riri
"Tiba-tiba?" Megan terkejut Riri yang tiba-tiba mengajaknya pergi ke reuni padahal sebelumnya Riri bilang mau pergi hiking bersama teman satu kampusnya.
"Iya, hikingnya ditunda jadi aku gak punya rencana lain" jawab Riri menjelaskan.
"Oh.. Ya udah ayok! Aku emang mau datang kok ke reuni itu" ucap Megan menyetujui.
"Syukurlah, akhirnya aku punya kak me sebagai teman nanti" ucap Riri merasa lega.
"Kamu mau kujemput?" tanya Megan menawarkan diri.
"Kalau kak me mau jemput gapapa kok" Riri menerima tawaran Megan.
"Okay ntar aku datang kerumah"
"Baik kak, thanks"
Setelah selesai menelpon, Riri Kembali menemui teman-temannya. Ternyata Bella sudah pergi duluan darisana.
"Loh mana Bella?" tanya Riri saat kembali.
"Biasalah.. Bucin." jawab Ayu. Bella selalu saja nempel bersama cowoknya, Dio. Mungkin karena mereka satu kampus jadi sering sekali bertemu.
"Habis nelpon siapa ri?" tanya Maya penasaran.
"Teman waktu SMPku, kami ada acara reuni nanti akhir tahun. Jadi, ku pikir aku akan datang saja daripada tidak punya acara apapun" jawab Riri menjelaskan.
"Itu bagus, kita semua punya rencana lain selain hiking itu" sambung Ayu.
Sebelum pulang kerumah Riri berniat untuk menemui Rendy terlebih dahulu, Rendy mengatakan kalau ia akan segera berangkat ke Swiss. Jadi, Riri mau mengucapkan sampai jumpa padanya.
Dia menghubungi Rendy terlebih dahulu bertanya dimana dia berada, setelah mengatakan posisinya Riri segera menyusul.
.
**Di lantai atas**
Riri berjalan menyusuri koridor mencari ruangan yang dimaksud oleh Rendy, tanpa disengaja dia berpapasan dengan Nadin dan Dwi.
"Eh Riri"
"Hai kak Nadin, kak Dwi" sapa Riri pada mereka berdua.
"Kamu sudah mengenal Dwi?" tanya Nadin yang baru mengetahui hal tersebut.
"Iya dong.. Dia ternyata adik sepupu Aldo" Dwi yang menjawab pertanyaan Nadin.
"Jadi benar kan dia pacar abangmu?" tanya Nadin pada Riri sambil menunjuk Dwi.
"Iya kak benar" jawab Riri.
"Kamu hendak kemana ri?" tanya Dwi setelahnya.
"Keruangan Ps5 kak" jawab Riri
"Wah kalau itu ada dilantai 3, kamu harus naik lagi" ucap Nadin memberikan informasi.
"Benar ri.. Ruangannya ada diatas, kamu cari aja nanti bakal ada bacaannya kok" tambah Dwi.
"Oh begitu ya kak, aku pikir dilantai ini. Ya ampun aku harus naik lagi ya" ucap Riri mengeluh.
Nadin dan Dwi tertawa melihat tingkah Riri, dia seperti sudah pasrah dengan hidupnya.
"Memangnya mau bertemu siapa?" tanya Dwi lagi pada Riri.
__ADS_1
"Ee.. Itu" Riri terhenti dan berfikir apakah tidak apa-apa jika dia bilang ingin bertemu dengan Rendy, bagaimana reaksi mereka nanti.
"Kenapa?" tanya Nadin setelah Riri melamun sejenak.
"Oh.. Cuma bertemu teman kak" jawab Riri
"Benarkah? Apa dia senior? Lantai atas dipenuhi senior, kamu berteman dengan senior" ucap Dwi.
Yang benar saja Riri bahkan lupa kalau lantai atas isinya senior semua, Riri jadi bingung harus menjawab apa lagi dan akhirnya dia mengakui siapa yang akan dia temui.
"Sebenarnya kak, Riri ingin bertemu dengan bang Rendy" ucap Riri sambil memejamkan matanya karena ragu mengatakan hal tersebut.
"Bang Rendy?" tanya mereka serentak seakan terkejut mendengar siapa orang yang akan Riri temui.
"Ya ampun aku kaget, kenapa kalian sangat terkejut kak?" tanya Riri tak mengerti.
"Kamu serius dekat dengan bang Rendy?, ee maksudku kamu berteman dengan bang Rendy?" tanya Nadin penasaran, Riri menganggukkan kepalanya.
Mereka setelah itu malah berbicara berdua berdebat tentang bagaimana bisa Riri bersama dengan Rendy.
"Dia serius gak sama kak Renty lagi?" tanya Dwi pada Nadin.
"Aku malah berfikir mereka akan segera menikah setelah lulus" jawab Dwi.
"Tapi sejak kapan mereka berdua putus?"
"Aku masih tidak menyangka kalau mereka sudah putus"
"Kamu yakin mereka bisa saling melupakan satu sama lain?"
"Itu benar, apalagi mereka sudah pacaran dari semester 1"
Riri hanya mendengar mereka berdua berbicara, Riri bahkan tidak mengerti apa yang mereka berdua katakan.
"Maaf kak, sepertinya Riri harus segera pergi" ucap Riri yang menghentikan mereka berdua bicara.
"Oh iya.. Maaf ri, kami hanya kaget saja saat tahu itu" ucap Nadin meminta maaf.
"Btw kamu serius pengen dekat dengan dia?" tanya Dwi pada Riri yang ragu kalau Rendy benar-benar akan tulus pada Riri.
"Apa maksudmu?" bantah Nadin setelah Dwi bertanya begitu pada Riri.
"Bukan gitu Nad, kamu tahu sendiri kan kalau kak Renty itu cantik, masa iya sih dia bisa memutuskan hubungannya begitu saja bahkan melupakan kak Renty begitu saja" ucap dwi menjelaskan.
"Tapi kan Riri juga cantik, malah menurutku lebih cantik Riri daripada kak Renty" sanggah Nadin terhadap pendapat Dwi.
"Iya tapi aku gak mau saja kalau Riri hanya akan dijadikan pelarian aja oleh Rendy" tambah Dwi.
"Maaf kak sekali lagi, aku sebenarnya tidak tahu apa yang kakak-kakak katakan, aku dengan bang Rendy sebenarnya gak ada hubungan lebih kok, kami cuma berteman saja" ucap Riri menjelaskan.
Mereka berdua menatap Riri lalu Dwi berkata "Begini deh ri, kamu pasti juga tahu kan kalau cowok dan cewek itu kadang gak bisa menjadi teman?, itu karena pasti akhirnya atau endingnya mereka akan saling suka. Jadi, menurutmu Rendy mau hanya sekedar berteman seperti itu denganmu?"
"Benar, apalagi Rendy itu senior loh disini, dia juga populer. Jadi, untuk apa dia menyia-nyiakan waktunya hanya untuk berteman dengan adik tingkat, terlebih lagi itu baru Maba" tambah Nadin.
"Jadi maksud kakak?" tanya Riri.
"Ini bukan kebenaran sih, tapi cuman pendapat kami saja. Menurutku dia pasti punya hal lain atau alasan lain mengapa dia mendekatimu, Karena setahu kami hubungan mereka itu sudah sangat jauh. Apalagi nama mereka berdua mirip bahkan sudah terkenal di kampus ini sebagai pasangan couple" jawab Dwi menjelaskan.
Riri tak menyangka dia sedang berurusan dengan cowok yang populer di kampus ini. Bahkan bukan hanya sekedar populer Dia dan ceweknya juga sudah terkenal dengan pasangan tercouple.
"Entah itu mau dijadikan pelarian kah? Atau pacar kah? Pelampiasan kah? Adik kah? Atau malah mau dijadikan tempat balas dendam" sambung Nadin.
"Gak mungkin deh kak, aku pikir dia baik.. Lagipula untuk dijadikan pelampiasan dan tempat balas dendam, memangnya dia mau balas dendam untuk siapa padaku?" sanggah Riri.
"Benar sih.. Tapi kamu juga jangan terlalu baper ketika bersama dia" saran Dwi pada Riri.
"Iya kak tentu saja, aku akan biasa saja jika bertemu" ucap Riri.
Setelah menerima sedikit masukan dari Nadin dan Dwi, Riri segera naik ke lantai 3 untuk menemui Rendy diruangan sana. Riri masuk ke ruangan Ps5. Itu adalah ruangan komputer.
__ADS_1
Bersambung..